MANAJEMEN LABA DAN PENGARUH KEBIJAKAN

MANAJEMEN LABA DAN - MANAJEMEN LABA DAN PENGARUH KEBIJAKAN MULTI PAPAN BURSA EFEK JAKARTA CHAERUL D DJAKMAN Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Info iconThis preview shows pages 1–2. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
141 SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI Surabaya, 16 – 17 Oktober 2003 MANAJEMEN LABA DAN PENGARUH KEBIJAKAN MULTI PAPAN BURSA EFEK JAKARTA CHAERUL D. DJAKMAN Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Abstrak Krisis moneter yang melanda Indonesia sejak pertengahan tahun 1997 membuat kinerja keuangan perusahaan memburuk, termasuk perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta. Sehingga dilakukan tindakan pendisiplinan pasar dengan penerapan sistem perdagangan dua papan. Sistem ini menerapkan dua papan perdagangan pada pasar modal yaitu papan utama dan papan pengembangan. Posisi pencatatan saham pada papan perdagangan ditentukan oleh kinerja keuangan. Papan pengembangan diperuntukkan bagi emiten yang kinerjanya sedang buruk. Papan utama untuk mencatat saham emiten yang kinerjanya baik. Manajemen sebagai agent yang diberi tugas untuk mengelola value perusahaan oleh pemegang saham, sebagai principal, akan termotivasi untuk meningkatkan posisi pencatatan sahamnya dari papan pengembangan ke papan utama. Tercatatnya saham emiten pada papan pengembangan mengindikasikan ketidakmampuan manajemen dalam mengelola value perusahaan. Agar posisi papan perdagangan sahamnya dapat naik ke papan utama, manajemen akan termotivasi untuk melakukan manajemen laba melalui discretionary accruals untuk meningkatkan laba. Penelitian ini dilakukan terhadap 35 perusahaan sektor non manufaktur dan 67 perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta sejak tahun 1995. Pengujian dilakukan dengan menggunakan model modifikasi Jones. Penelitian ini dapat memberikan bukti empiris bahwa emiten pada sektor non manufaktur termotivasi untuk melakukan manajemen laba melalui kebijakan akrual demi meningkatkan laba sebagai akibat penerapan sistem perdagangan dua papan. Dari hasil penelitian didapatkan bukti bahwa untuk perusahaan sektor manufaktur, penerapan papan perdagangan memberikan pengaruh terhadap manajemen laba yang dilakukan. Dalam pengujian yang menggunakan sampel dengan kurun waktu 6 tahun kebelakang, diketahui pula bahwa pola manajemen laba perusahaan sektor manufaktur pada periode estimasi dan pengujian adalah penurunan laba (Income Desreasing). Status papan mempengaruhi discretionary accrual dengan meningkatkan laba ketika perusahaan tersebut tercatat pada papan utama. Akan tetapi, penelitian ini tidak dapat menjelaskan bahwa discretionary accrual tersebut dilakukan oleh manajemen sebagai kontrak baru yang ditawarkan dalam bentuk efficient contracting. Latar Belakang Sejak tahun 1997 perekonomian Indonesia dilanda krisis. Melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar membuat nilai pinjaman dalam Rupiah membengkak, debt to equity ratio meningkat dan laba perusahaan turun tajam akibat peningkatan pada rugi valas. Tekanan keuangan ini juga dialami oleh perusahaan yang go public , sehingga sahamnya tidak aktif diperdagangkan. Sedikitnya 65% atau 187 emiten di Bursa Efek Jakarta memenuhi kriteria delisting berdasarkan laporan keuangan per Juni 1998. 1
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 2
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 03/01/2011 for the course AKUNTANSI 0806322104 taught by Professor S1 during the Spring '10 term at Universitas Indonesia.

Page1 / 22

MANAJEMEN LABA DAN - MANAJEMEN LABA DAN PENGARUH KEBIJAKAN MULTI PAPAN BURSA EFEK JAKARTA CHAERUL D DJAKMAN Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

This preview shows document pages 1 - 2. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online