artikel julianto-163 editan - KESEMPATAN BERTUMBUH DAN...

Info iconThis preview shows pages 1–2. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI Surabaya, 16 – 17 Oktober 2003 KESEMPATAN BERTUMBUH DAN MANAJEMEN LABA: UJI HIPOTESIS POLITICAL COST JULIANTO AGUNG SAPUTRO STIE YKPN Yogyakarta LILIS SETIAWATI Universitas Sanata Dharma Yogyakarta ABSTRACT In this paper, we test political cost hypothesis in Indonesian market. Political cost hypothesis said that some firms that are more vulnerable to political cost than the others manage income downward to avoiding the attention of government and regulator. In this context we evaluate firms with high investment opportunity set (IOS). Firm with high IOS faces more political cost than firm with low IOS. So it is hypothesized that they will be lowering income to minimize the political cost, like increasing demand of labor union, government intrusion, antitrust regulator and the other. Consistent with previous study, we find that firm with high investment opportunity set manage accrual downward to counter the potential government intrusions and to reduce the political cost. Key word: earnings management, investment opportunity set, and political cost. P ENDAHULUAN Manajemen laba adalah campur tangan manajemen dalam proses penyusunan laporan keuangan eksternal guna mencapai tingkat laba tertentu dengan tujuan untuk menguntungkan dirinya sendiri (atau perusahaannya sendiri). Peluang untuk mendistorsi laba tersebut timbul karena metode akuntansi memberikan peluang bagi manajemen untuk mencatat suatu fakta tertentu dengan cara yang berbeda dan peluang bagi manajemen untuk melibatkan subyektifitas dalam menyusun estimasi (Worthy, 1984). Sebagai contoh, aktiva dengan kondisi yang sama dapat didepresiasi dengan metode yang berbeda dan dengan estimasi umur ekonomis yang berbeda. Manajer juga dapat mendistorsi laba dengan cara menggeser periode pengakuan biaya dan pendapatan (Fischer dan Rozenzweig, 1995). Salah satu hal yang dapat memicu manajer untuk melakukan manajemen laba adalah keinginan untuk meminimalkan risiko politik (Scott, 1997: 303) 1 . Rekayasa laba dengan tujuan untuk meminimalkan risiko politik tersebut dikenal dengan istilah political cost hypothesis . Hipotesis political cost menyatakan bahwa perusahaan yang berhadapan dengan biaya politik, cenderung untuk melakukan rekayasa penurunan laba dengan tujuan untuk meminimalkan biaya politik yang harus mereka tanggung (Scott 1997, 303). Biaya politik mencakup semua biaya (transfer kekayaan) yang harus ditanggung oleh perusahaan terkait dengan tindakan-tindakan politis seperti antitrust, regulasi, subsidi pemerintah, pajak, tarif, tuntutan buruh, dan lain sebagainya (Watts dan Zimmerman, 1978). Banyak penelitian yang mendukung hipotesis political cost tersebut (Jones 1991, Cahan 1992, Na’im dan Hartono 1996, Hall dan Stammerjohan 1997, Han dan Wang 1998). Terkait dengan
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 2
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 03/01/2011 for the course AKUNTANSI 0806322104 taught by Professor S1 during the Spring '10 term at Universitas Indonesia.

Page1 / 12

artikel julianto-163 editan - KESEMPATAN BERTUMBUH DAN...

This preview shows document pages 1 - 2. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online