artikel sylvia&yanivi editan

artikel sylvia&yanivi editan - HUBUNGAN ANTARA...

Info iconThis preview shows pages 1–2. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI Surabaya, 16 – 17 Oktober 2003 HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN LABA DENGAN TINGKAT PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN SYLVIA VERONICA N.P.S Universitas Indonesia YANIVI S. BACHTIAR Universitas Indonesia ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara manajemen laba dengan tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan. Manajemen laba dalam laporan keuangan dapat dilakukan melalui dasar akrual dan fleksibilitas yang dimiliki oleh pihak manajemen sebagai pembuat laporan keuangan. Pihak manajemen juga menentukan kelengkapan dari tingkat pengungkapan dalam laporan keuangan. Karena pihak manajemen menentukan sejauh mana manajemen laba yang dilakukan maka keputusan ini juga akan mempengaruhi kelengkapan dari informasi yang akan disajikan dalam laporan keuangan. Penelitian ini menggunakan persamaan simultan untuk meneliti hipotesa awal yaitu apakah manajemen laba berkorelasi negatif dengan tingkat pengungkapan laporan keuangan. Tingkat pengungkapan yang digunakan berasal dari indeks tingkat pengungkapan sukarela dari penelitian sebelumnya, sementara manajemen laba diukur melalui discretionary accruals yang dihitung dari model Jones yang telah dimodifikasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa hipotesa awal dapat dibuktikan yaitu bahwa manajemen laba berkorelasi negatif dengan tingkat pengungkapan laporan keuangan. Meskipun begitu perlu diperhatikan kelemahan dari pengukuran indeks pengukuran yang hanya mengukur kelengkapan item yang diungkapkan. Perusahaan yang mengungkapkan lebih sedikit item diberikan skor yang lebih kecil tanpa memperhatikan relevansi dari item yang diungkapkan. Korelasi negatif ini mengindikasikan bahwa perusahaan yang mengungkapkan lebih banyak informasi cenderung tidak banyak melakukan manajemen laba dan sebaliknya. Adanya hubungan negatif antara tingkat pengungkapan sukarela dan manajemen laba mencerminkan bahwa manajemen menggunakan fleksibilitas dalam menentukan tingkat pengungkapan untuk melakukan manajemen laba dalam bentuk discretionary accruals. Karenanya implikasi penelitian ini adalah mendukung badan pengatur pasar modal, dalam hal ini Bursa Efek Jakarta dan Bapepem, untuk mewajibkan perusahaan yang tercatat di Bursa mengungkapkan lebih banyak lagi informasi untuk mengurangi kemungkinan dilakukannya manajemen laba dalam pengukuran laba bersih perusahaan. I. Pendahuluan I.1. Latar Belakang Penelitian Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi yang digunakan untuk menilai posisi keuangan dan kinerja perusahaan. Laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas yang disusun berdasarkan dasar akrual serta laporan arus kas yang disusun berdasarkan dasar kas. Fairfield (1996), menemukan bahwa korelasi antara laba dan contemporaneous stock return atau future stock return dan korelasi antara laba dan kinerja masa depan lebih tinggi dibandingkan korelasi antara arus kas operasi dan kedua variable tersebut. Peningkatan kandungan informasi tersebut timbul karena penggunaan accrual
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 2
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 03/01/2011 for the course AKUNTANSI 0806322104 taught by Professor S1 during the Spring '10 term at Universitas Indonesia.

Page1 / 25

artikel sylvia&yanivi editan - HUBUNGAN ANTARA...

This preview shows document pages 1 - 2. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online