EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS KOMUNIKASI INFORMASI AKUNTANSI

EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS KOMUNIKASI INFORMASI AKUNTANSI -...

Info iconThis preview shows pages 1–2. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
296 SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI Surabaya, 16 – 17 Oktober 2003 EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS KOMUNIKASI INFORMASI AKUNTANSI MENGGUNAKAN GAMBAR KARTUN RAHMAT FEBRIANTO Fakultas Ekonomi Universitas Andalas Padang Motivasi Penelitian Akuntansi bertujuan untuk memberikan data keuangan perusahaan kepada pihak internal dan eksternal. Secara tradisional, akuntan menyajikan laporan keuangan dalam bentuk tabel angka karena latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Sementara pihak lain di luar yang bukan akuntan diidentifikasi sebagai pihak yang tidak terlatih, tidak terdidik di bidang akuntansi, memiliki pengalaman yang lebih sedikit, daya analisis yang kurang, dan kemampuan untuk menginterpretasikan yang lebih rendah dibandingkan dengan para akuntan pada umumnya. Perhatian akademisi akuntansi terhadap cara-cara peningkatan kemampuan komunikasi laporan keuangan dan peran laporan keuangan dalam mendukung pengambilan keputusan masih sangat kurang. Libby (1981) menyatakan bahwa terdapat tiga pilihan untuk peningkatan pengambilan keputusan: (1) mengubah isi atau penyajian informasi yang ada, (2) memberi pendidikan kepada pembuat keputusan, dan (3) mengganti pembuat keputusan dengan sebuah model. Tujuan peneliti dalam penelitian ini sesuai dengan tujuan pertama yaitu mengubah isi dan penyajian informasi yang ada saat ini. Penyajian data akuntansi saat ini lebih banyak dilakukan dalam bentuk tabel-tabel yang kompleks. Bentuk ini tidak memfasilitasi pengintegrasian hal-hal kunci suatu rekening dan format yang memiliki banyak kolom dan disegmentasikan, mengindikasikan aspek-aspek performa yang terpisah-pisah, bukan suatu evaluasi yang menyeluruh. Oleh karena itu, peneliti bermaksud mencari cara penyajian yang dapat secara simultan menampilkan beberapa dimensi dalam sebuah format yang dapat diterima sebagai impresi secara keseluruhan. Format yang dapat memenuhi keinginan tersebut adalah metode pictorial atau gambar. De Sanctis dan Javernpaa (1989) menyatakan bahwa sebelum tampilan grafikal menjadi lebih bermakna dibandingkan dengan metode numerikal yang tradisional, harus ada studi yang menunjukkan: (1) dalam kondisi bagaimana grafik efektif, (2) bagaimana melatih para pengguna untuk menggunakan grafik, dan (3) bagaimana gambar dapat dibedakan untuk meningkatkan dayanya dibandingkan dengan data akuntansi. Hingga saat ini, pie chart, bar chart , dan grafik trend telah umum digunakan dan diterima sebagai pelengkap pelaporan keuangan selain dalam bentuk naratif dan numerik. Sedangkan wajah skematik belum diterima. Hal ini diduga karena masih barunya pendekatan ini dan sifatnya yang emotive jika digunakan untuk menyampaikan informasi akuntansi. Smith dan Taffler (1996) berpendapat bahwa jika format wajah ini digunakan maka akan membuat komunikasi lebih efektif. Hasil penelitian Smith dan Taffer (1996) bahwa wajah skematik terbukti memiliki kesalahan Type I (kesalahan mengindentifikasi kondisi keuangan yang tidak sehat sebagai kondisi sehat) yang lebih sedikit dibandingkan laporan akuntansi dan
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 2
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 03/01/2011 for the course AKUNTANSI 0806322104 taught by Professor S1 during the Spring '10 term at Universitas Indonesia.

Page1 / 8

EFISIENSI DAN EFEKTIFITAS KOMUNIKASI INFORMASI AKUNTANSI -...

This preview shows document pages 1 - 2. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online