PERATAAN LABA DALAM MENGANTISIPASI LABA MASA DEPAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

PERATAAN LABA DALAM MENGANTISIPASI LABA MASA DEPAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Info iconThis preview shows pages 1–2. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
350 SIMPOSIUM NASIONAL AKUNTANSI VI Surabaya, 16 – 17 Oktober 2003 PERATAAN LABA DALAM MENGANTISIPASI LABA MASA DEPAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK JAKARTA SOPA SUGIARTO Universitas Gajah Mada Abstract In detecting income smoothing previous research only considers current earnings. Our study considers not only current earnings but future earnings. Recent theory argues that concern about job security creates an incentive for managers to smooth earnings in consideration of both current and future relative performance. We found support for this theory. Our evidence suggests that when current earnings are “poor” and expected future earnings are “good,” managers “borrow” earnings from the future for use in the current periode. Conversely, when current earnings are “good” and expected future earnings are “poor,” managers “save” current earnings for possible use in the future I. PENDAHULUAN . Informasi laba merupakan komponen laporan keuangan perusahaan yang bertujuan untuk menilai kinerja manajemen, membantu mengestimasi kemamnpuan laba yang representatif dalam jangka panjang, meramalkan laba, menaksir resiko dalam berinvestasi. Hal ini disadari oleh manajemen, sehingga manajemen cenderung melakukan disfunctional behavior (perilaku tak semestinya) yaitu dengan melakukan perataan laba untuk mengatasi berbagai konflik yang timbul antara manajemen dengan berbagai pihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Informasi akuntansi yang kurang benar yang dihasilkan dari “tindakan tak semestinya” akan merugikan perkembangan pasar modal. Kebijakan akuntansi konvensional membatasi manager untuk membuat “discretionary accounting” untuk meratakan laba yang dilaporkan (reported earnings) (Smith, at. All, 1994; Ronen and Sadan, 1981). Teori baru yang dikembangkan oleh Fudenberg dan Tirole (1995) yang memberikan perhatian pada “keamanan pekerjaan” mendorong manajer untuk meratakan laba dengan mendasarkan pada kinerja masa kini (current performance) dan masa depan (future performance). Asumsi yang dikembangkan teori ini adalah kinerja yang buruk akan meningkatkan kemungkinan pemecatan. Teori ini menyatakan bahwa jika kinerja masa kini buruk, manajer mempunyai dorongan untuk merubah laba masa depan (future earnings) menjadi laba masa kini ( current earnings) untuk mengurangi kemungkinan pemecatan. Dan sebaliknya jika kinerja masa depan (future performance) diperkirakan buruk, maka manajer merubah laba masa kini menjadi laba masa depan. Implikasi dari teori ini ada dua, yaitu 1) jika laba masa kini relatif rendah, dan diperkirakan laba masa depan tinggi, maka manajer akan menggunakan pilihan prosedur akuntansi untuk meningkatkan discretionary accruals masa kini. Akibatnya manajer akan “meminjam” laba masa depan; 2) jika laba masa kini relatif tinggi dan diperkirakan laba masa depan rendah, maka manajer akan memakai pilihan prosedur akuntansi untuk menurunkan discretionary accruals masa kini. Akibatnya manajer akan
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 2
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 03/01/2011 for the course AKUNTANSI 0806322104 taught by Professor S1 during the Spring '10 term at Universitas Indonesia.

Page1 / 10

PERATAAN LABA DALAM MENGANTISIPASI LABA MASA DEPAN PERUSAHAAN MANUFAKTUR

This preview shows document pages 1 - 2. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online