BAB II - BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS 2.1. Penelitian Terdahulu Penelitian berkaitan dengan metakognisi telah lama dan banyak dilakukan baik itu dengan metode penelitian survei maupun dengan metode penelitian eksperimental. Penelitian tentang metakognisi juga berhubungan dengan berbagai macam disiplin ilmu seperti matematika, ilmu alam, ilmu ekonomi, psikologi, serta Bahasa Inggris. Terdapat juga beberapa aktivitas yang menjadi fokus dari penelitian tentang metakognisi seperti menulis, pemahaman bacaan, belajar, serta pemecahan masalah. Faktor-faktor yang mempengaruhi metakognisi dan bagaimana metakognisi berpengaruh terhadap variabel-variabel proses belajar juga telah diteliti (Schleifer, 2009). Penelitian Rahman (2006) yang berjudul Hubungan antara Kesedaran Metakognisi, Motivasi dan Pencapaian Akademik Pelajar Universiti menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara kesadaran metakognitif dan pencapaian akademik. Penelitian yang dilaksanakan di Negara tetangga kita, Malaysia, ini juga menggunakan Metacognitive Awareness Inventory (MAI) dalam pengukuran kemampuan metakognitif. Sehingga diharapkan penelitian ini juga akan mendapatkan hasil yang sama di Indonesia. Schleifer dan Dull (2009) meneliti tentang hubungan metakognisi terhadap performa dalam kelas akuntansi (Akuntansi Keuangan, Akuntansi Biaya, atau Auditing) di sebuah universitas besar di Amerika Serikat. Dalam penelitian tersebut diungkapkan bahwa kemampuan metakognitif berperan dalam keberhasilan akademik mahasiswa dalam kelas akuntansi. Selain itu, juga diungkapkan bahwa faktor gender berhubungan positif terhadap keberhasilan akademik serta berpengaruh terhadap kemampuan metakognitif. Mahasiswi 1
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
2 cenderung memiliki nilai lebih tinggi dan memiliki kemampuan kognitif yang lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa. Penelitian Schleifer dan Dull inilah yang memotivasi penulis untuk melihat pengaruh kemampuan metakognitif terhadap keberhasilan belajar mahasiswa program studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya. Jika kemampuan metakognitif mengarah pada keberhasilan dalam akuntansi, dan kemampuan tersebut dapat dikembangkan dalam diri mahasiswa, maka para Dosen akuntansi akan memiliki alat lain untuk mempersiapkan mahasiswa dengan lebih baik untuk profesi akuntan. 2.2. Belajar Menurut Hakim (2005), belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan lain- lain kemampuan. Sejalan dengan itu pula, menurut Slameto (2003), belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya. Sedangkan menurut Skinner yang dikutip oleh Dimyati dan Mudjiono (1999) dalam bukunya yang berjudul Belajar dan pembelajaran, bahwa belajar merupakan hubungan antara stimulus dan respons yang tercipta melalui proses tingkah laku.
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 03/08/2011 for the course ECON 101 taught by Professor Meonk during the Spring '11 term at Abu Dhabi University.

Page1 / 14

BAB II - BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PERUMUSAN HIPOTESIS...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online