BAB III - BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian Jika ditinjau dari pendekatan yang digunakan, maka penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dalam bentuk angka dan memberi penafsiran terhadap hasilnya. Sehingga hasil penelitian bukan pendapat peneliti melainkan ciri-ciri dari gejala yang diteliti, Moleong (2006). Sedangkan menurut Fraenkel dan Wallen (dalam Yatim, 2007) penelitian dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survei digunakan untuk mengumpulkan informasi, fakta-fakta atau kejadian-kejadian secara sistematis dan akurat dari suatu sampel dengan menanyakan melalui angket atau interview supaya nantinya mengambarkan berbagai aspek dari populasi. 3.2. Populasi dan Sampel 2.1. Populasi Sugiyono (2008) mengemukakan bahwa populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulannya”. Penelitian dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang dengan sasaran mahasiswa Jurusan Akuntansi. Sehingga populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya Malang yang masih terdaftar sebagai mahasiswa per 19 Februari 2010. Jumlah mahasiswa Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas 1
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Brawijaya per tanggal 19 Februari 2010 sebanyak 1398 mahasiswa (SISKA FE-UB). 2.2. Sampel Penelitian ini dilakukan berdasarkan sampel. Sampel adalah subkelompok atau sebagian dari populasi. Dengan mempelajari sampel, peneliti akan mampu menarik kesimpulan yang dapat digeneralisasikan terhadap populasi penelitian. Pengambilan sampel ( sampling ) adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi, sehingga penelitian terhadap sampel dan pemahaman tentang sifat atau karakteristiknya akan membuat kita dapat menggeneralisasikan sifat atau karakteristik tersebut pada elemen populasi (Sekaran, 2006). Terdapat dua tipe utama desain pengambilan sampel yaitu pengambilan sampel cara probabilitas ( probability sampling ) dan nonprobabilitas ( nonprobability sampling ). Pengambilan sampel cara probabilitas digunakan apabila besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek diketahui. Sedangkan apabila besarnya peluang atau probabilitas elemen populasi untuk terpilih sebagai subjek tidak diketahui, digunakan pengambilan sampel cara nonprobabilitas (Sekaran, 2006). Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan cara pengambilan sampel cara probabilitas yang bersifat tidak terbatas atau disebut juga pengambilan sampel acak sederhana – simple random sampling ). Sampel yang dibutuhkan tentunya harus dapat diandalkan dan valid
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 03/08/2011 for the course ECON 101 taught by Professor Meonk during the Spring '11 term at Abu Dhabi University.

Page1 / 16

BAB III - BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Jenis...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online