Nungki Kartikasari - Critical Review Jurnal Audit

Nungki Kartikasari - Critical Review Jurnal Audit -...

Info iconThis preview shows pages 1–4. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
Critical Review atas Jurnal : BIG SIX AUDITORS AND AUDIT QUALITY: THE KOREAN EVIDENCE UAS Auditing dan Atestasi Oleh, Nungki Kartikasari 2010 160 484 PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
JURNAL BIG SIX AUDITORS AND AUDIT QUALITY (THE KOREAN EVIDENCE) x GAMBARAN RINGKAS : Studi ini mengkaji hubungan discretionary accrual antara auditor Big Six dan auditor non-Big Six, serta arah dari terjadinya perubahan auditor. Dihipotesiskan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam discretionary accrual antara Big Six dan non- Big Six klien ketika insentif rendah diberikan pada auditor, dimana auditor diharapkan untuk memberikan audit berkualitas tinggi, seperti kondisi yang ada di Korea. Hasil pemeriksaan discretionary accrual perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Korea dari 1994 sampai dengan 1998 ditemukan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada discretionary accrual antara perusahaan dengan auditor Big Six dengan Auditor non-Big Six. Hal ini berlaku juga untuk perusahaan yang beralih dari Auditor non-Big Six ke Auditor Big Six dan begitu pula sebaliknya. Temuan ini berarti bahwa tidak ada perbedaan kualitas audit antara Big Six dan non-Auditor Big Six di Korea. Hal ini konsisten dengan penelitian lain di Korea, namun tidak konsisten dengan temuan penelitian sebelumnya terhadap kualitas audit di negara lain. x Motivasi Peneliti Motivasi penelilti untuk melakukan penelitian tentang kualitas audit di Korea antara Big Six Auditors dengan Non Big Six Auditors adalah : 1. Perbedaan resiko litigasi antara negara maju seperti Amerika dengan Negara Korea jika Auditor melakukan suatu audit dengan kualitas yang rendah. Di Korea hingga penelitian dipublikasikan (tahun 2004) jarang terjadi penggugatan hukum atas auditor yang melakuakn audit dengan kualitas rendah. 2. Perbedaan mekanisme kontrol atau pemantauan atas auditor dari lembaga pengawas atas audit yang sudah dilaksanakan. Di Korea hingga penelitian dipublikasikan (tahun 2004) menunjukkan tidak adanya mekanisme kontrol atas sifat oportunistik auditor. 3. Auditor yang dipilih oleh perusahaan biasanya memiliki hubungan pribadi dengan manajemen. Oleh karena itu kemungkinan besar yang terjadi adalah auditor tidak independen terhadap manajemen. Auditor di Korea cenderung tidak dapat membatasi manajer dalam mengadopsi kebijakan akuntansi yang agresif dibandingkan dengan auditor di negara-negara maju lainnya seperti Amerika Serikat.
Background image of page 2
4. Banyak perusahaan di Korea meningkatkan modal melalui pembiayaan utang daripada pembiayaan ekuitas. Para manajer sering menganggap biaya audit sebagai biaya yang tidak perlu dalam melakukan bisnis (Park, 1990). 5. Pada kondisi kelembagaan seperti yang ada di Korea dimana insentif auditor rendah, namun dituntut untuk menyediakan Audit berkualitas, Big Six Auditors tidak mungkin akan melarang klien untuk mengadopsi aggressive accounting methods . 6.
Background image of page 3

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 4
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 03/17/2011 for the course ECON 212 taught by Professor Made during the Spring '11 term at Abu Dhabi University.

Page1 / 13

Nungki Kartikasari - Critical Review Jurnal Audit -...

This preview shows document pages 1 - 4. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online