DILEMA ETIKA DALAM PRAKTIK KONSULTASI PERPAJAKAN DAN AUDITING

DILEMA ETIKA DALAM PRAKTIK KONSULTASI PERPAJAKAN DAN AUDITING

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
TUGAS UAS ETIKA BISNIS DAN PROFESI DILEMA ETIKA DALAM PRAKTIK KONSULTASI PERPAJAKAN DAN AUDITING OLEH: MARYETA ROSSALIA AYU (2010160479) PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS BRAWIJAYA 2011
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
ETIKA DALAM PRAKTIK KONSULTASI PERPAJAKAN DAN AUDITING Pada bahasan ini, saya mengangkat isu mengenai independensi KAP Kecil dalam memberikan jasa konsultasi perpajakan dan auditing untuk satu klien yang sama dan tahun buku yang sama juga. Saya pernah bekerja di sebuah KAP Kecil di Surabaya selama satu tahun, KAP tersebut memiliki cukup banyak klien,dan memberi jasa konsultasi perpajakan, auditing dan manajemen (sistem). I. Dilema Etika KAP merupakan lembaga yang memberikan pelayanan kepada Klien (perusahaan) berupa jasa Atestasi, Konsultasi Manajemen (Sistem) dan Konsultasi Perpajakan. Ketika sebuah perusahaan yang menjadi klien dari suatu KAP merasa “cocok” dengan pelayanan yang diberikan oleh KAP dalam salah satu jasa, misalnya auditing, maka biasanya perusahaan akan meminta jasa lain berupa konsultasi perpajakan atau manajemen. Yang terjadi di KAP tempat saya pernah bekerja, kami banyak memiliki klien yang memakai jasa kami sebagai konsultan perpajakan, sekaligus jasa Auditing pada tahun buku yang sama. Secara spesifik, salah satu yang dapat saya contohkan adalah, kami memiliki klien perusahaan swasta, PT TSI, yang bergerak dibidang jasa pengangkutan material tembaga berlokasi di Gresik. Kantor kami memberikan jasa konsultasi perpajakan, dimana setiap sekali dalam seminggu, personil kantor datang untuk memeriksa buku, pencatatan, ataupun hal- hal yang berkaitan dengan perpajakan. PT TSI ini, membuat biaya-biaya yang nilainya material, untuk mengurangi pajak. Padahal secara aktivitas, biaya itu tidak ada, contohnya; biaya sewa Escavator. Perusahaan ini sama sekali tidak membutuhkan escavator dalam menjalankan operasional pekerjaannya. Namun secara dokumen, transfer benar-benar dilakukan ke rekening supplier yang tertera di dalam bukti-bukti tagihan. Supplier-supplier tersebut adalah perusahaan kecil yang memiliki npwp. Tidak
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Page1 / 7

DILEMA ETIKA DALAM PRAKTIK KONSULTASI PERPAJAKAN DAN AUDITING

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online