rmk 3 - THE INTERACTION BETWEEN NATIONAL AND ORGANIZATIONAL...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
THE INTERACTION BETWEEN NATIONAL AND ORGANIZATIONAL CULTURE IN ACCOUNTING FIRMS: AN EXTENSION Penelitian ini bertujuan untuk menguji temuan-temuan dari S & S terhadap para akuntan yang dipekerjakan di kedua negara yaitu Britania dan Australia. Untuk masing-masing nilai-nilai budaya dari kedua negara dibandingkan berdasarkan tiga kelompok: Kelompok 1, Inggris (Australia) akuntan yang bekerja di Inggris (Australia ) perusahaan yang beroperasi di Britania (Australia); Kelompok 2, Inggris (Australia) akuntan yang bekerja di perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di Britania (Australia), dan Kelompok 3, akuntan AS yang bekerja di perusahaan-perusahaan AS yang beroperasi di AS. Desain penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah sama dengan yang digunakan dalam S & S, dengan dua pengecualian penting. Pertama, kita membandingkan desain nilai-nilai budaya dari tiga kelompok (bukan dua), salah satunya adalah akuntan publik AS bekerja di Amerika Serikat. Penambahan grup ini memungkinkan kita untuk menentukan apakah nilai-nilai budaya non-US, karyawan yang bekerja di perusahaan US lebih mirip akuntan publik US daripada nilai-nilai budaya karyawan non-US yang bekerja di perusahaan non-US. Kelompok dua, perbandingan yang digunakan dalam S & S hanya memungkinkan mereka untuk menentukan apakah pegawai Belanda yang bekerja di perusahaan- perusahaan AS berbeda dari pegawai Belanda yang bekerja di Belanda. Kedua, tidak seperti S & S, kelompok-kelompok dalam studi ini dicocokkan berdasarkan pada jenis kelamin, usia, bidang fungsional, dan peringkat. Penelitian ini telah menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut dapat mengacaukan ukuran nilai- 1
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
nilai budaya (misalnya lihat Hofstede, 1980; Pratt & Beaulieu, 1992). DEFINISI DAN UKURAN BUDAYA Mengikuti S & S, kami mengandalkan Hofstede (1980) untuk definisi dan ukuran budaya, yang mencatat bahwa budaya merujuk pada "pemrograman kolektif pikiran" (hal. 25) yang mewujudkan itu sendiri melalui mitos, ritual, kebiasaan, dan keyakinan realitas. Dia mencatat lebih lanjut bahwa nilai-nilai yang dianut oleh anggota sebuah kelompok yang sangat penting dalam definisi kebudayaan, mendefinisikan nilai sebagai atribut individu dicirikan oleh kecenderungan untuk luas lebih suka keadaan yang tertentu atas orang lain (Rokeach, 1972). HIPOTESIS Premis dasar dari penelitian ini adalah bahwa proses-proses seleksi dan sosialisasi yang digunakan oleh sebuah organisasi akan membantu untuk menentukan nilai-nilai budaya dari keanggotaan (Pratt & Beaulieu, 1992). Seleksi terjadi dalam dua bentuk: rekrutmen dan seleksi diri (Wiener, 1988). Perekrutan mengacu pada cara di mana orang luar diidentifikasi, disaring, dan mengundang
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Page1 / 7

rmk 3 - THE INTERACTION BETWEEN NATIONAL AND ORGANIZATIONAL...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online