jindrich-zeleny-logika-marx.pdf - Logika MaRX Jindrich Zeleny Oey\u2019s Renaissance Logika MaRX Judul asli The Logic Of Marx Oleh Jindrich Zeleny Edisi

jindrich-zeleny-logika-marx.pdf - Logika MaRX Jindrich...

This preview shows page 1 out of 308 pages.

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 308 pages?

Unformatted text preview: Logika MaRX Jindrich Zeleny Oey’s Renaissance Logika MaRX Judul asli: The Logic Of Marx Oleh: Jindrich Zeleny Edisi Indonesia: Logika Marx Alih Bahasa: Oey Hay Djoen Editor: Edi Cahyono Pengutipan untuk keperluan resensi dan keilmuan dapat dilakukan setelah memberitahukan terlebih dulu pada Penerjemah/Penerbit Memperbanyak atau reproduksi buku terjemahan ini dalam bentuk apa pun untuk kepentingan komersial tidak dibenarkan Hak Cipta dilindungi Undang-undang All Rights Reserved Modified & Authorised by: Edi Cahyono, Webmaster Disclaimer & Copyright Notice © 2007 Oey’s Renaissance Logika MaRX Jindrich Zeleny alih bahasa: oey hay djoen Oey’s Renaissance DAFTAR ISI Bagian Pertama: Analisis Dalam Kapital Marx Bab 1. Marx Mengenai Penjelasan Ilmiah 1 Bab 2. Transformasi Konsep-Konsep 7 Bab 3. Bentuk-Bentuk Realitas Dan Pikiran 17 Bab 4. Titik Pangkal 31 Bab 5. Teori Dan Sejarah 37 Bab 6. Derivasi Dialektis 53 Bab 7. Hubungan-Hubunga Kausal 75 Bab 8. Matematika Dalam Analisis Marxian 103 Bab 9. Rupa Dan Esensi 124 Bab 10. Analisis Dan Sintesis Dalam Analisis Marx 130 Bab 11. Analisis Struktural-Genetik 138 Bagian Kedua: Kritik Marxian Atas Hegel Bab 12. Kritik Atas Hegel Dalam ManuskripManuskrip Paris 143 Bab 13. The Holy Family 168 Bab 14. The German Ideology 173 Bab 15. The Poverty Of Philosophy 227 Bab 16. Tahap-Tahap Dalam Kritik Marxian Atas Hegel 232 Bab 17. Suatu Tipe Rasionalitas Baru Dan Penggantian Ontologi Tradisional 248 Bagian Ketiga: Beberapa Kesimpulan Teoritis: Keberadaan, Praxis dan Nalar Bab 18, Kant Dan Marx 254 Bab 19. Penggantian Ontologi Tradisional 268 Bab 20. Praxis Dan Nalar 277 Bibliografi 284 | vi | BAGIAN PERTAMA ANALISIS DALAM CAPITAL MARX BAB 1 Marx mengenai penjelasan ilmiah Jawaban-jawaban Marx atas pertanyaan-pertanyaan mengenai tujuan analisis teoretikal yang dipergunakan dalam CAPITAL , jika dikemukakan secara terpisah-pisah satu dari lainnya, pada pengelihatan pertama berbeda, dan kadang-kala bahkan saling bertentangan satu sama lainnya. Tujuan analisis dalam CAPITAL, menurut Marx, adalah memberikan “analisis mengenai modal dalam struktur dasarnya,” menyajikan “organisasi inti dari cara produksi kapitalis, bahkan dalam gaya idealnya.”1 Di lain tempat Marx juga merumuskan tujuan analisis teoretikalnya mengenai kapitalisme itu dalam perumusan yang terkenal: ‘... menjadi tujuan pokok karya ini untuk mengungkapkan hukum gerak ekonomi dari masyarakat modern ...’2 Ini berarti “menerangkan hukumhukum istimewa yang menentukan asal- usul, keberadaan, perkembangan dan kematian suatu organisme sosial tertentu dan pergantiannya oleh suatu organisasi sosial lain yang lebih tinggi”3 Tekanan lebih dulu diletakkan atas “organisasi inti,” “struktur dasar,” kemudian atas “hukum-hukum gerak,” “hukum-hukum perkembangan.” Bagi Marx, suatu analisis struktural dan genetik tidak mengandung pertentangan, dan tidak menghasilkan suatu penanganan paralell atau beruntun. Yang menjadi perhatian Marx adalah menyajikan cara produksi kapitalis itu sebagai suatu struktur yang berkembang-sendiri, lahir-sendiri dan hancur-sendiri. Analisis teoretikal yang mengarah pada tujuan ini adalah suatu analisis struktural-genetik yang terpadu. Dalam pengertian yang sama sebagaimana Marx berbicara tentang “struktur dasar,” ia juga merujuk pada hubungan-hubungan yang bersesuaian “dengan konsep modal, tipe umum dari hubungan kapitalis.”4 Maka dalam hubungan-arti itu “memahami secara ilmiah” bagi Marx berarti penyajian karakteristik-karakteristik dari suatu tipe, organisme atau keutuhan tertentu yang berkembang- sendiri “... melakukan suatu analisis struktural-genetik.” | 1 | Logika Marx | 2 Originalitas prosedur Marx dapat didemonstrasikan dengan membandingkannya dengan yang oleh pendahulu-pendahulunya, teristiwa Ricardo, dalam ekonomi politik teoretikal diartikan dengan “penjelasan ilmiah,” dengan batasan bahwa mereka memaparkan tafsirantafsiran mereka mengenai penjelasan ilmiah itu hanya secara implisit (Ricardo) atau secara implisit dan eksplisit (Adam Smith).5 Ada keterbatasan-keterbatasan dalam suatu analisis perbandingan seperti itu. Perbandingan-perbandingan dapat dilakukan dengan bermacammacam cara: secara supra-historis dan kontinjen ... dalam hal mana perbandingan itu bukannya mendekatkan, melainkan bahkan menjauhkan kita dari suatu pemahaman yang benar, atau cara merujuk pada asal-mula asal-mula: dalam hal ini maka penerapan metode perbandingan itu, spesifikasi dari perbedaan- perbedaan atau persamaanpersamaan, menjadi perkiraan- perkiraan dan alat bagi pengumpulan material untuk penanganan lebih lanjut, akan suatu pemahaman secara materialis-dialektikal mengenai gejala dalam keharusan pekembangannya. Kita lakukan analisis perbandingan dalam pengertian yang kedua. Di antara sistem-sistem ekonomi Ricardo dan Marx terdapat suatu hubungan genetik langsung. Dua tipe penjelasan ilmiah yang berbeda terkandung dalam sistem- sistem ilmiah yang meliput subjek yang sama. Karenanya terdapat titik tolak yang menguntungkan bagi penafsiran originalitas konsep Marx mengenai penjelasan ilmiah, yaitu tipe logis dari pemikiran ilmiah Marx pada tahap pertama perkembangannya. Namun, aku tidak mempersoalkan di sini aspek-aspek pertanyaan lebih luas mengenai bagaimana konsep metode ilmiah Ricardo –yaitu yang termasuk pada tipe logis Locke– diklasifikasikan dalam tatanan historisnya yang luas, kedudukan apa yang ditempatinya, dan hubungan apa yang dipunyainya dengan tipe-tipe metode ilmiah lainnya dalam ilmu modern, dsb.6 Analisis perbandingan awal yang kulakukan bagaimanapun tidak mempermasalahkan perbedaan antara konsepsi Marx dan suatu tipe penjelasan ilmiah pra-Marxis yang penting, sebagaimana yang dikembangkan dalam filsafat klasik Jerman, teristimewa oleh Hegel. Penggarapan “konsekuensi-konsekuensi” analisis perbandinganku yang bersifat pengantar tentu saja tidak mungkin dilakukan dalam bab-bab berikutnya tanpa meneliti peranan Hegel dalam 3 | Jindrich Zeleny perkembangan tipe logika Marx dan menerangkan originalitas konsep Marx dalam hubungannya dengan Hegel. Dalam analisis Ricardo mengenai kapitalisme terkandung suatu konsep penjelasan ilmiah yang dapat dikarakterisasi sebagai berikut: (a) Ia membedakan permukaan empiris dari hakekat (esensi). (b) Hakekat itu difahami sebagai sesuatu yang tidak dapat berubah, sesuatu yang sudah ada dan untuk selama-lamanya, jadi analog dengan hukum-hukum Newton. Bentuk-bentuk empiris dari gejala-gejala dianggap sebagai bentuk-bentuk fenomenal langsung dari suatu esensi yang tetap, yang sebagian diteliti dan kemudian ditetapkan, dan sebagian lagi diterima sebagai suatu perkiraan yang berdiri sendiri. Bentukbentuk empiris dari gejala-gejala adalah tetap karena sifat a-historisnya dan bersamaan dengan itu bersifat variabel dalam hubungannya dengan perubahan-perubahan kuantitatif. (c) Persoalan-persoalan mengenai sasaran seluruh analisis itu muncul dalam suatu bentuk yang lebih dijabarkan: (i) perubahan-perubahan kuantitatif apakah yang terjadi pada bentukbentuk empiris itu jika itu bergantung pada perubahan- perubahan dalam esensinya; (ii) Perubahan-perubahan kuantitatif apakah yang terjadi pada bentukbentuk empiris itu jika bentuk-bentuk empiris tertentu yang berada dalam suatu hubungan timbal-balik berbeda secara kuantitif? Jumlah kerja yang diperlukan untuk produksi suatu barang dagangan jelaslah menjadi esensi tetap yang menjadikan mungkin –demikian menurut Ricardo– dipahaminya secara asasi semua gejala ekonomi kapitalis dan “untuk menetapkan hukum-hukum yang mengatur distribusi ini..... di antara tiga klas dalam masyarakat, yaitu pemilik tanah, pemilik saham atau modal.... dan kaum buruh....”7 yang, menurut Ricardo, menjadi tugas pokok ekonomi politik.Perbedaan asali antara gejala empiris dan esensi mula-mula muncul pada Ricardo dalam bentuk sebuah pertanyaan: apakah sebenarnya “dasar nilai tukar semua barang?”8 Jika kita meneliti kedalam struktur penyajian kapitalisme oleh Ricardo, setelah penentuan azas bahwa kerja adalah substansi nilai-tukar, maka Logika Marx | 4 yang kita dapatkan dalam kenyataannya adalah suatu pembagian babbab yang agak tidak logis yang bercirikan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan secara beruntun oleh Ricartdo. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah yang berikut ini: Apakah yang menjadi sebab utama dari perubahan-perubahan dalam nilai-nilai nisbi (relatif) suatu barang dagangan? Apakah adanya kualitas-kualitas kerja yang berbeda menjadi sebab perubahan-perubahan dalam nilai nisbi suatu barang dagangan? Apakah penggunaan modal konstan yang lebih besar atau yang lebih kecil mempengaruhi perubahan dalam nilai nisbi suatu barang dagangan? Apakah naiknya atau turunnya upah-upah mempengaruhi salah satu perubahan dalam nilai nisbi suatu barang dagangan? Akibat-akibat apakah yang timbul dari perubahan-perubahan dalam nilai uang atau dari perubahan-perubahan dalam nilai barang-barang dagangan yang ditukarkan dengan uang? Apakah pemilikan atas tanah dan perkembangan sewa yang dihasilkan olehnya, mempengaruhi nilai nisbi barang-barang dagangan, secara tidak tergantung pada jumlah kerja yang diperlukan untuk produksi barangbarang dagangan? Apakah yang menjadi sebab perubahan terus-menerus dalam laba dan tingkat bunga yang dihasilkan olehnya? Secara keseluruhan kita meneliti perubahan-perubahan dalam nilai-tukar (suatu hubungan kuantitatif) dengan perkiraan bahwa kerja menjadi dasar nilai-tukar dan bahwa ia bergantung pada perubahan-perubahan kuantitatif pada faktor-faktor dan bentuk-bentuk empiris yang berbeda dari ekonomi kapitalis. Menamakan penelitian Ricardo sebagai suatu “kuantitativisme” berarti mengabaikan kenyataan bahwa ia tidak bekerja dengan suatu reduksi lengkap dari ciri-ciri kualitatif pada ciri-ciri kuantitatif. Ia juga tidak sampai pada mekanika klasis dan materialisme mekanikal.9 Dalam penyajian-penyajiannya memang terdapat determinasi-determinasi 5 | Jindrich Zeleny kualitatif, tetapi analisis teoretikal Ricardo tidak memperlakukan itu sebagai determinasi-determinasi kualitatif, karena –bertentangan dengan sifat determinasi-determinasi kualitatif– itu semua ditarik secara tidak kritikal dari permunculan-permunculan, dari dunia empiris, sebagai tetap, tidak dapat berubah, langsung. Maka, misalnya upah, laba dan bunga adalah bentuk-bentuk pendapatan dalam kapitalisme yang secara kualitatif dibeda-bedakan. Ricardo tidak meneliti itu semua, namun, dalam hubungan kualitas-kualitas khasnya, melainkan menganggap itu sebagai tiga sumber “alamiah” yang konstan dari tiga klas “alamiah” yang konstan dari kependudukan dan mengabdikan seluruh penelitiannya pada masalah perbedaan-perbedaan dalam hubungan-hubungan kuantitatif yang berbeda di antara ketiga bentuk pendapatan itu, teristimewa antara faktor-faktor yang berbeda dalam cara produksi kapitalis dan bentuk-bentuk pendapatan itu.1 0 Ini menunjukkan betapa pendirian kuantitatif yang berat-sebelah itu menyertai pendirian ahistoris. Pendirian kuantitatif juga terdapat dalam karya Ricardo dengan masuknya perbedaan dasar antara nilai-tukar dan esensinya, sebagaimana disebut di atas. Ricardo tidak selalu konsisten dalam pembedaan itu. Sekalipun lebih sering dibedakannya antara hubungan-hubungan kuantitatif (dalam hubungan soal ini nilai “relatif”) dan yang dapat orang sebut “nilai mutlak” yang muncul dalam hubungan kuantitatif itu, Ricardo kadang-kadang mengacaukan persoalan-persoalan, yang di kemudian hari dibikin terang oleh Marx dengan membedakan antara “nilai” (substansi-nilai) dan “nilai-tukar” (bentuk nilai). Pada umumnya, Ricardo tidak mengembangkan perbedaan ini, padahal ini diperlukan agar memahami “dasar sesungguhnya dari nilai-tukar” dan untuk memusatkan analisis secara tepat pada penelitian atas perubahanperubahan kuantitatif dalam nilai-nilai tukar. Catatan 1 Karl Marx, Capital, Vol.3, Progress, Moscow, 1971, hal. 267, 837. (Selanjutnya disebut Capital, vol.3). 2 Karl Marx, Capital, Vol.1, Allen & Unwin, London, 1957, hal.xix. (Selanjutnya disebut Capital vol.1). 3 Ibid, hal. 102. Logika Marx | 6 4 Capital, vol.3, hal. 143. Lihat Adam smith, Essays on Philosophical Subjects, Basel, 1799, hal. xix. (Selanjutnya disebut Smith, Essays.) 5 Lihat V. Filkorn, dalam Metoda vedy, Bratislava, 1956, hal. 6, 60, 139, 142, 160, dsb.; dan R. Lenoble, “Types d’explication et type logiques au cours de l’histoire des sciences”, dalam Actes du XIieme Congres International de Philosophie, Amsterdam dan Louvain, 1953, hal. 10-15; dan lihat di bawah, Bagian III, Bab. 18. 6 David Ricardo, Principles of Political Economy and Taxation, Ed. ke-3, ed. R.M. Hartwell, Penguin, Harmondsworth, hal.49. (Selanjutnya disebut Ricardo, Principles.) 7 8 Ibid., hal 57, dan lihat juga hal. 55-71, passim. Pendirian kuantitatif Ricardo yang berat-sebelah dibedakan dari positivisme, yang memisahkan hubungan rupa dan esensi dari penjelasan ilmiah dan menurunkan pengetahuan ilmiah menjadi hubungan-hubungan matematikal pada tingkat rupa. 9 10 Lihat pemaparan Ricardo mengenai “sifat modal” dan “sifat sewa” dalam Principles, passim. BAB 2 TRANSFORMASI KONSEP-KONSEP Apabila kita meneliti bagaimana pendirian kwantitatif Ricardo yang berat-sebelah itu menyumbang pada konsep baru tentang penjelasan ilmiah yang dikemukakan dalam CAPITAL Marx, maka harus kita perhatikan hal-hal di bawah ini: (a) Marx tidak mengenyampingkan penelitian Ricardo mengenai hubungan-hubungan kuantitatif dalam pertukaran barang dagangan sebagai tidak berharga bagi suatu pemahaman mengenai “dasar riil nilaitukar” dan “sifat modal.” Marx mengakui peranan positif penelitianpenelitian Ricardo itu dalam memperoleh pengetahuan ilmiah akan obyek-obyek yang diteliti. (b) Namun begitu, menurut Marx, penelitian-penelitian itu hanya menghasilkan suatu “pemaparan” kasar dan “tidak cukup” dan karenanya menjadi “cacat,” karena peranannya yang rendahan, yang bersifat sementara dalam pemahaman (persepsi) obyek, keterbatasanketerbatasannya, peranannya hanya sebagai salah-satu dari aspek-aspek individual dari proses persepsi itu tidak dimengerti, karena itu dikedepankan sebagai kebenaran total, sebagai pengetahuan akan karakteristik-karakteristik, esensi (“sifat,” sebagaimana lebih suka dikatakan oleh Adam Smith dan Ricardo) dari obyek-obyek yang sedang diteliti. Dalam hal ini, semua itu mau-tidak-mau dikaitkan dengan suatu pemahaman kategori-kategori1 yang a-historis. (c) Penggeseran pendirian kuantatif yang berat-sebelah dari Ricardo itu oleh Marx tidaklah berarti bahwa Marx kurang mencurahkan perhatian pada aspek kuantitatif dari obyeknya. Bahkan dapat dikatakan, bahwa aspek kuantitatif dari obyek itu ditanggapi secara lebih tepat dan lengkap dalam segi-segi ia mempunyai arti penting bagi persepsi ilmiah dari obyek itu (artinya, persepsi akan keharusan perkembangannya, pelengkapan analisis struktural-genetik dari obyek itu). Misalnya, analisa Marx mengenai atribut-atribut kuantitatif dari tingkat rata-rata) nilai— mula-mula kebesaran-kebesaran mutlak, kemudian kebesaran-kebesaran | 7 | Logika Marx | 8 relatif dan kemudian lagi kebesaran-kebesaran nilai dalam hubungannya dengan uang.dsb.2 (d) Marx dapat “membenarkan” pembatasan diri dan pemusatan pada penelitian perubahan-perubahan kuantitatif selama suatu tahap ilmu tertentu. Pembatasan dan pemusatan ini menghasilkan suatu pendirian kuantitatif yang berat-sebelah jika dilakukan dalam keadaan-keadaan tersebut dalam (b). Namun, ia dapat merupakan suatu tahap yang sepenuhnya absah dari proses epistemologikal, suatu tahah yang dillandaskan pada konsep genetik dan lebih tinggi dari penjelasan ilmiah (logika genetik yang lebih tinggi), jika kita sadar akan tempat dan fungsi ilmu pengetahuan yang dibatasi pada analisis kuantitatif. Sekarang kita dapat mengedepankan teori tentang nilai dari Marx dan Ricardo pada titik kedua pemikir itu memikirkan secara sama mengenai hubungan kuantitatif tertentu, dan kita meneliti apakah bentuk-bentuk pikiran yang sama dipergunakan – teristimewa, apakah mereka diubah secara tertentu oleh Marx. Untuk studi ini akan kita ambil analisisanalisis yang bersesuaian mengenai konsekuensi-konsekuensi perubahanperubahan dalam produktivitas kerja bagi nilai-tukar barang-barang dagangan.3 Terlebih dulu teks-teksnya: Ricardo Marx Agar kita yakin bahwa ini adalah landasan sesungguhnya dari nilai tukar, mari kita mengandaikan adanya perbaikan-perbaikan pada alat-alat penyingkatan kerja pada salah satu dari berbagai proses yang harus dilalui katun mentah, sebelum kaos-kaki panjang yang diproduksi itu memasuki pasaran untuk ditukarkan dengan barang- barang lain, dan mari kita simak efek-efek yang timbul berikutnya. Jika lebih Penyamaan 20 yard lenan = 1 jas, atau 20 yard lenan berharga 1 jas, memperkirakan kehadiran banyaknya substansi nilai yang persis sama dalam 1 jas dan dalam 20 yard lenan, dan karenanya menandakan bahwa kuantitas-kuantitas yang menghadirkan kedua barang dagangan itu ongkosnya adalah sejumlah kerja atau kuantitas waktukerja yang sama besarnya. Tetapi, waktu kerja yang diperlukan bagi 9 | Jindrich Zeleny sedikit orang yang diperlukan untuk membudi-dayakan katun mentah, atau jika lebih sedikit pelaut yang dipekerjakan dalam navigasi, atau lebih sedikit tukang-tukang kapal dipekerjakan dalam membangun kapal yang akan mengangkut katun mentah itu kepada kita; jika lebih sedikit tangan yang dipe-kerjakan dan membangun gedung-gedung dan mesin-mesin, atau jika itu, jika dibangun, menjadi lebih efisien, maka kaos kaki panjang itu mau tidak mau akan jatuh harganya, dan akan menguasai barang-barang lain yang lebih sedikit. Kaos kaki panjang itu akan turun, karena suatu kuantitas kerja yang lebih kecil yang dibutuhkan untuk produksinya, dan karenanya hanya dapat ditukarkan dengan suatu kuantitas yang lebih kecil dari barang-barang yang tidak mengalami penyingkatan kerja (dalam produksinya) … Andaikan bahwa pada tahap-tahap dini dari masyarakat, gendawa dan panah sang pemburu bernilai sama, dan memiliki daya-usia yang sama, dengan sebuah kano dan perlengkapan seorang nelayan, karena kedua-duanya hasil dari kuantitas kerja yang sama. Dalam keadaan seperti itu maka nilai seekor menjangan dari sehari kerja si pemburu, akan sepenuhnya sama nilainya dengan ikan, hasil sehari kerja si nelayan … Jika dengan produksi 20 yard lenan atau 1 jas berubah-ubah dengan setiap perubahan dalam produktivitas si penenun atau si tukang jahit. Pengaruh perubahan-perubahan seperti itu atas ungkapan relatif dari kebesaran nilai kini haruslah diteliti dengan lebih cermat. I. Katakan bahwa nilai lenan berubah sedangkah nilai jas masih tetap. Jika waktu-kerja yang diperlukan untuk produksi lenan menjadi dua kali lipat, misalnya, sebagai akibat makin tidak suburnya tanah penanaman rami, maka nilainya juga akan menjadi dua kali lipat. Gantinya persamaan 20 yard lenan = 1 jas, kita akan mendapatkan 20 yard lenan = 2 jas, karena 1 jas kini hanya akan mengandung separuh waktu-kerja dari 20 yard lenan. Jika, sebaliknya, waktu-kerja yang diperlukan berkurang menjadi separuhnya, sebagai akibat perbaikan pada pintalan, misalnya, maka nilai lenan akan jatuh dengan setengahnya. Sesuai dengan ini, maka persamaannya kini menjadi 20 yard lenan = 1/2 jas. Nilai nisbi dari barang dagangan A, yaitu nilainya sebagaimana dinyatakan dalam barang dagangan B, naik dan turun dalam hubungan langsung dengan nilai A, jika nilai B tetap (tidak berubah). Logika Marx | 10 kuantitas kerja yang sama pula, suatu kuantitas ikan yang lebih kecil, atau suatu kuantitas hasil buruan yang lebih besar diperoleh, maka nilai ikan itu akan naik jika dibandingkan dengan nilai hasil buruan itu. Jika, sebaliknya, dengan kuantitas kerja yang sama diperoleh kuantitas hasil buruan yang lebih kecil, atau diperoleh suatu kuantitas ikan yang lebih besar, maka hasil buruan akan naik nilainya jika dibandingkan dengan nilai ikan ... Sekarang andaikan, bahwa dengan kerja dan modal tetap yang sama, dapat dihasilkan lebih banyak ikan, tetapi tidak dapat dihasilkan emas atau hasil buruan yang lebih banyak, maka nilai nisbi (relatif) ...
View Full Document

  • Summer '15

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture