Course Hero Logo

EKMA 4413 TUGAS.docx - NASKAH TUGAS MATA KULIAH UNIVERSITAS...

Course Hero uses AI to attempt to automatically extract content from documents to surface to you and others so you can study better, e.g., in search results, to enrich docs, and more. This preview shows page 1 - 2 out of 7 pages.

NASKAH TUGAS MATA KULIAHUNIVERSITAS TERBUKASEMESTER: 2019/20.2Fakultas: EkonomiProgram Studi: ManajemenKode/Nama MK: EKMA4413/Riset OperasiTugas:1Penulis Soal/Institusi: Minrohayati/UTPenelaah Soal//Institusi: Zainur Hidayah/UTTIK:Pokok Bahasan:NoSoalSkor1.Sebutkan dan jelaskan pendekatan yang biasa digunakan untuk menghitungprobalitas!Jawab:Ada dua cara atau pendekatan yang biasanya digunakan untuk menghitungprobabilitas,yaitu pendekatan teoretis dan pendekatan frekuensi.1.Pendekatan teoretisPendekatan teoretissering juga disebut dengan pendekatan klasik.Penentuanprobabilitas didasarkan pada objek yang terlibat. Sebagai contohsuatu mata uanglogam Rp 500 memiliki dua permukaan yang simetris,yaitu permukaan A (yangbergambar burung garuda)dan permukaan B (yang bergambar bunga). Jikadilempar keatas, probabilitas muncul permukaan A= 0,50 dan permukaan B =0,50.Contoh kedua adalah suatu dadu yang memiliki 6 permukaan yang simetris.Dadu itu dilemparkan keatas.Maka,probabilitas diperoleh permukaan pertamatampak diatas= P1= 1/6 karena 1 merupakan permukaan dari 6 permukaanyangada. Selanjutnya,permukaan ke-2, ke-3, ke-4, ke-5,dan ke-6 masing-masing =1/6. Kalau dadunya tidak simetris,tentunya probabilitas setiap permukaan tidaksama.Contoh ketiga,suatu kotak berisi 2 kelereng merah dan 3 kelereng putih.Kalau secara random (secara acak) diambil 1 kelereng, probabilitas diperolehnyakelereng putih = 3/(2+3) = 3/5 = 0,6.2.Pendekatan FrekuensiPendekatan frekuensi sering disebut pendekatan experimental. Dalam pendekatanini, probabilitas suatu peristiwa dihitung berdasarkan pengalaman, kejadian,atauhasil yang pernah terjadi. Misalnya, jika mata uang yang simetris dilemparkan100kali, diperoleh 48 kali permukaan A tampak diatasdan muncul permukaan B 52kali. Maka,probabilitas memperoleh permukaan A = 48/100 = 0,48. Sementaraitu,probabilitas diperolehnya permukaan B = 52/100 = 0,52. Contoh kedua, suatudadu yang simetris dilemparkan 60 kali. Kalau permukaan nomor 1 diperoleh 9kali,P1= 9/60 = 0,15.Bila permukaan kedua diperoleh 12 kali,P2= 12/60 = 0,20.Begitu seterusnya.Sekarang timbul pertanyaan, diantara kedua pendekatan ataucara menghitung probabilitasitu mana yang terbaik? Jawabannya,semua samabaiknya.Pendekatan teoretisakan menghasilkan probabilitas dengan tepat jika penelitiandan pengolahan datanya teliti. Sementara itu,pendekatan frekuensi akanmenghasilkan probabilitas yang semakin tepat bila sampel yang digunakan

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 7 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Term
Spring
Professor
N/A
Tags

Newly uploaded documents

Show More

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture