Kelompok 10_RTH.doc - Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan...

This preview shows page 1 - 3 out of 17 pages.

The preview shows page 1 - 3 out of 17 pages.
Ruang Terbuka HijauKawasanPerkotaan (Antara Rencana danRealita)Studi Kasus : Kondisi RTH Kota SemarangFarih Rizqi, Dhea Apta, Vicki IndraDepartemen Administrasi PublikFakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas DiponegoroJalan Profesor Haji Soedarto, S.H Tembalang Semarang Kotak Pos 1269 Telepon(024) 7465407 Faksimile (024) 7465405AbstrakPembangunan berkelanjutan harus memenuhi aspek keseimbangan ekonomi, sosial,dan lingkungan. Pemerintah telah mengamanatkan penataan ruang wilayah perkotaandengan mengharuskan kawasan perkotaan menyediakan minimal kawasan RTHsebesar 30 % dari luas wilayah. Pemkot Semarang telah membuat Perda yangmengatur implementasi penataan RTH. Implementasi perda tersebut dinilai kurangtegas termasuk dalam hal pengawasan. Sehingga berdampak pada perubahanlingkungan yang semakin terasa terutama di kawasan perkotaan. Penyediaan ruangterbuka hijau sangatlah penting dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan.Tantangan pembangunan melalui kebijakan lingkungan yang tegas dapat menjadijawaban atas permasalahan lingkungan yang sering dilupakan dalam prosespertimbangan suatu pembangunan.Kata Kunci : Lingkungan , Implementasi, Ruang Terbuka Hijau.
Latar BelakangPermasalahan yang terjadi di daerah perkotaan dewasa ini umumnya terjadikarena pertumbuhan penduduk yang tinggi serta perkembangan perekonomian danindustri. Pertumbuhan penduduk perkotaan yang semakin pesat dibarengi dengan lajuurbanisasi yang semakin cepat akibat daya tarik kota yang sangat besar bagipenduduk desa menimbulkan tekanan bagi kondisi lingkungan di kota. Selain itupertumbuhan ekonomi industri yang semakin gencar juga mempengaruhi lingkunganyang ada di daerah perkotaan. Salah satu dampak perkembangan jumlah pendudukkota dan industri adalah terjadinya konversi lahan. Lahan yang semula merupakantempat tumbuh berbagai jenis tanaman atau vegetasi berubah fungsi menjadi ruangpemukiman dan sarana pendukung kegiatan di perkotaan.Masalah lingkungan hidup yang terjadi di daerah perkotaan inimemangbanyak mendapatkan perhatian, terutama persoalan semakin berkurangnya RuangTerbuka Hijau (RTH) di kawasan kota. Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk dantingginya tingkat konversi atau alih guna lahan, terutama lahan-lahan yangseharusnya dilindungi agar tetap hijau menjadi daerah terbangun, yang menimbulkandampak terhadap rendahnya kualitas lingkungan. Hilangnya ruang terbuka hijau inimerupakan pemicu munculnyaheat islanddan hilangnya pengendali emisi (gasbuang) kota. Hal ini membawa pengaruh negatif pada lingkungan sekitar antara lainpada menurunnya kualitas lingkungan hidup,berkurangnya tanah resapan, pengaruhhidrologi,terjadi perubahan iklim setempat, sampai perubahan ekosistem alami.Terjadinya konversi lahan ruang terbuka hijau (RTH) menjadi fasilitas bangunan jugamenyebabkan terjadi pencemaran di kota.

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 17 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Term
Fall
Professor
Nita
Tags

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture