52306163-SPM-bab-10-analisa-laporan-kinerja-keuangan

52306163-SPM-bab-10-analisa-laporan-kinerja-keuangan -...

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: ANALISIS LAPORAN KINERJA KEUANGAN A. Menghitung Varians Analisis yang seksama mengidentifikasikan penyebab dari varians dan unit organisasi yang bertanggung jawab untuk itu. Sistem yang efekif mengidentifikasikan varians yang terjadi ke tingkat manajemen terendah. Varians bersifat hierarkis sebagaimana ditampilkan dalam gambar berikut. Total varians Biaya manufaktur Tertanam di dalam anggaran laba adalah perkiraan-perkiraan tertentu mengenai kondisi dari industri secara keseluruhan dan pangsa pasar perusahaan, harga jualnya, dan struktur biayanya. Hasil dari perhitungan varians lebih dapat ditindaklanjuti bila perubahan dalam hasil aktual dianalisis terhadap masingmasing perkiraan ini. Kerangka analisis yang digunakan dalam analisis vari ns a meliputi ide-ide berikut ini : Mengidentifikasikan faktor-faktor penyebab kunci yang mempengaruhi laba. Merinci varians laba keseluruhan berdasarkan faktor-faktor penyebab kunci tersebut. Fokus pada dampak laba dari variai dalam setiap faktor penyebab. Mencoba untuk menghitung dampak yang spesifik dan dapat dipisahkan dari setiap faktor penyebab dengan cara memvariasikan satu faktor saja sementara faktor-faktor lainnya dinggap konstan. Menambahkan kompleksitas secara bertahap, lapis per lapis, mulai dari tingkat akal sehat yang paling mendasar (mengupas bawang). Menghentikan proses tersebut ketika kompleksitas yang ditambahkan di tingkat yang baru dibuat tidak dijustifikasi dengan tambahan wawasan mengenai faktor-faktor penyebab yang mendasari varians laba keseluruhan. 1. Varians Pendapatan Dalam bagian ini, dijelaskan mengenai bagaimana menghitung varians harga, volume dan bauran penjualan. Perhitungan tersebut dibuat untuk setiap lini produk, dan hasil dari lini produk kemudian diagregasikan untuk menghitung total varians. Varians harga penjualan dihitung dengan mengalikan selisih antara harga aktual dan harga standar dengan volume aktual. a. Varians Bauran dan Volume Seringkali varians bauran dan volume tidak dipisahkan. Persamaan gabungan dari varians bauran dan volume adalah : Varians bauran dan volume = (Volume aktual Volume yangdianggarkan) * Kontribusi per unit yang dianggarkan b. Varians Bauran Varians bauran untuk masing-masing produk diperoleh dari persamaan berikut ini : Varians bauran = [(Total volume penjualan aktual * Proporsi yang dianggarkan) (Volume penjualan aktual)] * Kontribusi per unit yang dianggarkan c. Varians Volume Varians volume dapat dihitung dengan cara mengurangkan varians bauran dari gabungan antara varians dan varians volume. Varians volume = [(Total volume penjual aktual) * (Persentase yang dianggarkan)] [(Penjualan yang dianggarkan) * (Kontribusi per unit yang dianggarkan)] d. Penetrasi Pasar dan Volume Industri Salah satu perluasan dari analisis laba adalah untuk memisahkan varians bauran dan volume menjadi jumlah yang disebabkan oleh perbedaan dalam volume industri. Persamaan berikut digunakan untuk memisahkan dampak penetrasi pasar dari volume industri untuk varians bauran dan volume : Varians pangsa pasar = [(Penjualan aktual) (Volume industri)] * Penetrasi pasar yang dianggarkan * Kontribusi per unit yang dianggarkan Varians volume industri = (Volume industri aktual Volume industri yang dianggarkan) * Penetrasi pasar yang dianggarkan * Kontribusi per unit yang dianggarkan 2. Varians Beban a. Biaya Tetap Varians antara biaya tetap aktual dengan yang dianggarkan didapat dari pengurangan, karena biaya-biaya ini tidak dipengaruhi baik oleh volume penjualan maupun volume produksi. b. Biaya Variabel Biaya variabel adalah biaya yang bervariasi secara langsung dan proporsional dengan volume. Biaya produksi variabel yang dianggarkan harus disesuaikan dengan volume produksi aktual. B. Variasi dalam Praktik 1. Periode Waktu dari Perbandingan Perbandingan antara anggaran tahunan dengan dengan perkiraan saat ini akan kinerja aktual untuk satu tahun penuh memnunjukkan seberapa dekat manajer unit bisnis memperkirakan akan memenuhi target laba tahunan. Bila kinerja untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu lebih buruk dibandingkan dengan anggaran untuk tahun terseut sampai tanggal itu, adalah mungkin bahwa defisit yang terjadi akan dapat diatasi di bulan-bulan yang tersisa. Di sisi lain, kekuatan-kekuatan yang membuat kinerja aktual berada di bawah anggaran untuk tahun tersebut sampai dengan tanggal tertentu dapat diperkirakan akan berlanjut di bulan-bullan berikutnya, sehingga membuat angka akhir berbeda secara signifikan dari jumlah yang dianggarkan. Manajemen senior membutuhkan estimasi laba yang realistis untuk setahun penuh, baik karena hal itu menandakan perlunya mengubah kebijakan dividen, mendapatkan tambahan untuk kas, atau mengubah tingkat pengeluaran diskresioner, maupun karena estimasi saat ini akan kinerja tahun tersebut seringkali diberikan kepada analisis keuangan atau pihak luar lainnya. 2. Fokus pada Margin Kotor Di banyak perusahaan, perubahan dalam biaya atau faktor-faktor lainnya diperkirakan akan mengarah kepada perubahan dalam harga jual, dan tugas dari manajer pemasaran adalah untuk memperoleh margin kotor harga yang dianggarkanyaitu, penyebaran yang konstan antara biaya dan harga jual. Kebijakan semacam itu tidak akan memiliki varians harga jual. Kebijakan semacam itu terutama penting dalam periode inflasi. Suatu analisis varians dalam sistem semacam itu tidak akan meiliki varians harga jual. Melainkan, akan ada varians margin kotor. Margin kotor per unit adalah selisih antara harga jual dengan biaya produksi. Analisis varians dilakukan dengan mensubstitusi margin kotor untuk harga jual dalam persamaan pendapatan. Margin kotoe adalah selisih antara harga jual aktual dengan biaya produksi standar. Biaya produksi standar saat ini harus mempertimbangkan perubahan dalam biaya produksi yang disebabkan oleh perubahan dalam tarif upah dan harga bahan baku. Biaya standar terseebut, dan bukan biaya aktualnya, digunakan agar inefisiensi produksi tidak memengaruhi kinerja dari organisasi pemasaran. 3. Standar Evaluasi Dalam sistem pengendalian manajemen, standar formal digunakan dalam eavaluasi laporan atas aktivitas dan terdiri atas tiga jenis, yaitu standar atau anggaran yang telah ditetapkan sebelumnya, standar historis, dan standar eksternal. a. Standar atau Anggaran yang Telah Ditetapkan Sebelumnya Bila dipersiapkan dan dikoordinasikan secara berhati-hati, maka merupakan standar yang unggul. Standar ini merupakan dasar terhadap mana kinerja aktual diperbandingkan di banyak perusahaan. Ini merupakan catatan dari kinerja aktual yang telah lewat. Hasil dari ulan berjalan dapat dibandingkan dengan hasil bulan sebelumnya, atau dengan hasil dari bulan yang sama di tahun sebelumnya. Standar jenis ini memiliki dua kelemahan yang serius: (1) kondisi mungkin saja berubah antara kedua periode tersebut sedemikian rupa sehingga perbandingan menjadi tidak valid lagi; dan (2) kinerja periode sebelumnya mungkin saja tidak dapat diterima. b. Standar Eksternal Ini adalah standar yang diturunkan dari kinerja pusat tanggung jawab lain atau perusahaan-perusahaan laindalam industri yang sama. Kinerja dari satu kantor cabang penjualan dapat dibandingkan dengan kinerja dari kantor cabang penjualan lainnya. d. Keterbatasan Standar Varians antara kinerja aktual dan standar adalah bermakna hanya jika diturnkan dari standar yang valid. Walaupun sangat mudah untuk mengacu pada varians yang menguntungkan atau tidak menguntungkan, kata-kata ini mengimplikasikan bahwa standar adalah ukuran yang andal mengenai bagaimana kinerja yang seharusnya. Bahkan biaya standar mungkin bukan merupakan estimasi yang akurat mengenai berapa biaya yang seharusnya dalam situasi tersebut. Situasi ini dapat muncul karena salah satu atau kedua alasan: (1) standar tersebut ditetapkan dengan selayaknya, atau (2) walaupun standar tersebut ditetapkan secara layak dalam kondisi yang ada pada waktu itu, kondisi yang berubah membuat standar tersebut menjadi usang. 4. Sistem Biaya Penuh Jika perusahaan memiliki sistem biaya penuh (full-cost system), baik biaya overhead variabel maupun tetap dimasukkan dalam persediaan pada biaya standar per unit. Jika persediaan akhir lebih tinggi dibandingkan dengan persediaan awal, sebagian dari biaya overhead tetap yang terjadi di periode tersebut tetap akan tinggal di persediaan dan bukannya mengalir ke harga pokok penjualan. 5. Jumlah Rincian Varians pendapatan dianalisis pada beberapa tingkatan: pertama, secara total; kemudian berdasarkan volume, bauran, dan harga; lalu menganalisis varians volume dan bauran berdasarkan volume industri dan pangsa pasar. 6. Biaya Teknik dan Biaya Diskresioner Varians yang menguntungkan dalam biaya teknik biasanya merupakan indikasi dari kinerja yang baik; yaitu semakin rendah biayanya maka semakin baik kinerjanya. Hal ini bergantung pada kualifikasi bahwa kualitas dan pengantaran tepat waktu dinilai memuaskan. Sebaliknya, kinerja dari pusat beban kebijakan biasanya dinilai memuaskan apabila beban aktual hampir setara dengan jumlah yang dianggarkan, tidak lebih tinggi maupun lebih rendah. Hai ini disebabkan karena varians yang menguntungkan dapat mengindikasikan bahwa pusat tanggung jawab tersebut tidak melaksankan dengan mencukupi fungsi-fungsi yang disetujui akan dilaksanakan olehnya. Karena beberapa elemen dalam pusat beban kebijakan secar fakta merupakan beban teknik, varians yang menguntungkan adalah benar-benar menguntungkan untuk elemen-elemen ini. C. Keterbatasan Analisis Varians Walaupun analisis varians adalah alat yang ampuh, alat tersebut memiliki beberapa keterbatasan. Keterbatasan yang peling penting adalah bahwa walaupun analisis ini mengidentifikasikan di mana varians terjadi, tetapi tidak mengatakan mengapa varians ini terjasi atau apa yang dilakukan mengenainya. Masalah kedua dalam analisis varians adalah untuk menentukan apakah suatu varians adalh signifikan. Teknik statistik dapat digunakan untuk menentukan apakah ada perbedaan antara kinerja aktual dan standar untuk beberapa proses tertentu; teknik-teknik ini umumnya disebut sebagai pengendalian mutu secara statistik. Ketebatasn ketiga dari analisis varians adalah bahwa ketika laporan kinerja menjadi lebih teragregasi, varians yang saling meniadakan dapat menyesatkan pembacanya. Demikian pula, ketika varians menjadi semakin teragregasi, para manajer menjadi semakin bergantung pada penjelasan-penjelasan dan prediksi yang menyertainya. Tindakan Manajemen Ada satu prinsip utama dalam menganalisis laporan keuangan formal; Laporan laba bulanan sebaiknya tidak berisi hal -hal yang tak terduga. Informasi yang signifikan harus dikomunikasikan secepatnya melalui telepon, faks, e-mail, atau pertemuan pribadi segera setelah hal itu diketahui. Laporan formal mengonfirmasikan kesan umum bahwa manajer senior telah mengetahui dari sumber-sumber tersebut. ...
View Full Document

This note was uploaded on 06/08/2011 for the course ECONOMICS 2008013000 taught by Professor Mercy during the Spring '10 term at Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Ask a homework question - tutors are online