Teori%20Konsumsi%20Konvensiona%20Vs%20Islam-2

Teori%20Konsumsi%20Konvensiona%20Vs%20Islam-2 - TEORI...

Info iconThis preview shows pages 1–4. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: TEORI KONSUMSI KONVENSIONAL VS ISLAM Oleh : Fatikul Himami dan Ahmad Luthfi (disampaikan dalam seminar Ekonomi Makro Islam Program Pasca Sarjana IAIN STS Jambi Januari 2008) Teori Konsumsi Konvensional Teori konsumsi yang dibahas pada tulisan ini adalah seluruh pengeluaran rumah tangga keluarga (masyarakat). Pada umumnya pengeluaran konsumsi ini lebih besar dari atau sama dengan 50% (> 50%) dari pendapatan nasional. Pendapat beberapa ahli tentang teori konsumsi antara lain : 1. J.M. Keynes Terkenal dengan Absolut Income Theory (Teori pendapatan absolut). Keynes menyatakan tentang hubunhgan pengeluaran konsumsi dengan pendapatan nasional yang diukur berdasarkan harga konstan. Jadi : C = f ( Y d ) C = Konsumsi F = Fungsi Yd = Disposisi income (pendapatan yang benar-benar dapat dinikmati oleh rumah tangga). Tx = Pajak ; Tr = Transper Payment (seperti Subsidi) Dari persamaan diatas dapat dilihat bahwa besarnya konsumsi sangat tergantung pada besarnya pendapatan (Yd). Semakin besar pendapatan, maka semakin tinggi pula konsusi (Yd ) dan sebaliknya. Keynes mengatakan: Apabila pendapatan makin tinggi/meningkat MPC tetap sedangkan APC akan menurun. Jadi makin tinggi income, makin kecil APC. Yd = Y Tx + Tr Besarnya konsumsi adalah : C = a + bYd atau C = a + bYd atau C = Co + bYd a atau a atau Co : adalah alpa atau dengan kata lain konsumsi terendah. Jadi meskipun pendapatannya nol, konsumsi sebesar a/a/Co. b/B = Beta = MPC = Marginal Propensity to Consume Yd = Disposible Income Catatan : C MPC = Y APC = (Avarage Profensity to Consume) =c/y MPC + APC = 1 Besarnya MPC = 0 sampai 1 atau 0 < MPC < 1 Secara singkat berikut ini disajikan beberapa catatan mengenai fungsi consumsi Keyness yang banyak disebut dalam literatur: a Variabel nyata ; Yang dimaksud adalah bahwa fungsi konsumsi Keyness menunjukkan hubungan antara pendapatan nasional dengan pengeluaran konsumsi yang kedua-duanya dinyatakan dengan menggunakan tingkat harga konstan. jadi besarnya hubungan antara pendapatan nasional nominal dengan pengeluaran konsumsi nominal. b Pendapatan yang terjadi Dalam literatur banyak disebut bahwa pendapatan nasional yang menentukan besar kecilnya pengeluaran nasional yang terjadi (Current National Income). Penemuan ini sekedar untuk menunjukkan bahwa yang dimaksud Keyness bukannya 2 pendapatan yang terjadi sebelumnya, bukan pula pendapatan yang diramalkan akan terjadi dimasa yang akan datang. c Pendapatan Absolut; Dalam lliteratur banyak pula disebut-sebut bahwa fungsi konsumsi Keyness; variabel pendapatan nasional yang perlu di interprestasikan sebagai pendapatan nasional absolut, yang dapat dilawankan pula misalnya dengan pendapatan relatif, pendapatan permanen dan sebagainya....
View Full Document

Page1 / 16

Teori%20Konsumsi%20Konvensiona%20Vs%20Islam-2 - TEORI...

This preview shows document pages 1 - 4. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online