10.perilaku-konsumen - Kuliah Umum ekonomi-syariah.Com...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
Lisensi Dokumen: Copyright © 2008 ekonomi-syariah.com Seluruh dokumen di ekonomi-syariah.com dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penulis dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Tidak diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari ekonomi-syariah.com. Kuliah Umum ekonomi-syariah.Com Copyright © 2008 ekonomi-syariah.Com PERILAKU KONSUMEN (Oleh : Diah Lukita Sari, Ratna Sari, Septiana Ambarwati) Email : Septiana_a@yahoo.com I. Prinsip dan Tujuan Konsumsi Dalam kerangka teori ekonomi konvensional, munculnya ilmu atau perilaku ekonomi didasarkan kepada jumlah sumber daya ( resource ) yang terbatas dengan kebutuhan ( needs ) yang tidak terbatas. Fenomena keterbatasan tersebut melahirkan suatu kondisi yang disebut kelangkaan ( scarcity ). Munculnya kelangkaan mendorong berbagai permasalahan dalam memilih ( problem of choices ) yang harus diselesaikan guna mencapai suatu tujuan yang dinamakan kesejahteraan ( welfare ). Menurut sebuah buku digital: Principles of economics Welfare adalah The study of how the allocation of resources affects economic well-being diperjelas oleh Case/Fair dalam Principles of Economics yang mengatakan bahwa kriteria penilaian pencapaian hasil ekonomi berdasarkan kepada: ± Efficiency ( allocative efficiency ): menghasilkan apa yang dibutuhkan masyarakat dengan biaya yang serendah-rendahnya ± Equity : fairness (keadilan) ± Growth : peningkatan total output dalam perekonomian ± Stability : kondisi output yang tetap atau meningkat dengan tingkat inflasi rendah dan tidak ada sumber daya yang menganggur
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Resources Needs Scarcity Problem of Choices Welfare What will be produced How it will be produced Who will get what is produced Gambar 1 Pelaku ekonomi yang menyelesaikan permasalahan ekonomi dengan tujuan kesejahteraan terbagi menjadi: 1. Rumah Tangga ( Household ) 2. Perusahaan ( Firm ) 3. Pemerintah ( Government ) 4. Masyarakat Luar Negeri ( Rest of The World ) Masing-masing pelaku diatas bertindak menyelesaikan permasalahan ekonomi dalam lingkupnya. Membicarakan mengenai teori konsumsi , dalam hal ini erat kaitannya dengan perilaku rumah tangga ( household behavior ). Perilaku konsumen sendiri diturunkan berdasarkan uraian singkat di awal mengenai sebab hingga terciptanya tujuan ekonomi konvensional. Ketika suatu perekonomian sampai pada masalah dalam memilih, di awali dengan keterbatasan hingga kelangkaan, rumah tangga sebagai salah satu pelaku ekonomi diharapkan menghasilkan solusi hingga terciptalah kesejahteraan. Dalam ekonomi konvensional keberhasilan rumah tangga didapatkan ketika sumber daya dapat dialokasikan dengan well-being . Pemilihan baik barang maupun jasa dilakukan dengan membuat penilaian yang spesifik tentang nilai relative ( relative worth ) suatu barang atau jasa yang akan berbeda satu dengan yang lain (Case/Fair , 1989). Apakah satu barang
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 06/14/2011 for the course ACCT 101 taught by Professor Ggfthyu during the Spring '11 term at University of Central Punjab.

Page1 / 16

10.perilaku-konsumen - Kuliah Umum ekonomi-syariah.Com...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online