{[ promptMessage ]}

Bookmark it

{[ promptMessage ]}

BELUM_arif saefudin_konsep kestabilan lereng

BELUM_arif saefudin_konsep kestabilan lereng - Konsep Dasar...

Info iconThis preview shows pages 1–5. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
Konsep nsep nsep Dasar Dasar Dasar Analisis Analisis Analisis Analisis Kestabilan Kestabilan Kestabilan Lereng Lereng Lereng Saifuddin Arief [email protected] 1. Pendahuluan Lereng adalah permukaan bumi yang membentuk sudut kemiringan tertentu dengan bidang horisontal. Lereng dapat terbentuk secara alamiah karena proses geologi atau karena dibuat oleh manusia. Lereng yang terbentuk secara alamiah misalnya lereng bukit dan tebing sungai, sedangkan lereng buatan manusia antara lain yaitu galian dan timbunan untuk membuat jalan raya dan jalan kereta api, bendungan, tanggul sungai serta tambang terbuka. Beberapa contoh lereng buatan diperlihatkan dalam gambar- gambar berikut ini. Gambar 1. Bendungan tipe urukan
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full Document Right Arrow Icon
Konsep Dasar Analisis Kestabilan Lereng 2 Gambar 2. Jalur kereta api Gambar 3. Timbunan untuk jalan raya
Background image of page 2
Konsep Dasar Analisis Kestabilan Lereng 3 Gambar 4. Tambang terbuka Suatu longsoran adalah keruntuhan dari material (tanah atau batuan) yang membentuk lereng sehingga terjadi pergerakan massa tanah ke bawah dan ke luar. Longsoran dapat terjadi dengan berbagai cara, secara perlahan-lahan atau mendadak serta dengan ataupun tanpa tanda-tanda yang terlihat. Pemicu terjadinya longsoran dapat terjadi secara alamiah, seperti gempa bumi, atau sebagai akibat dari aktivitas manusia, misalnya penggalian untuk pembuatan jalan raya. Longsoran terjadi apabila gaya-gaya yang cenderung menyebabkan material pada lereng untuk bergerak ke bawah, seperti gaya gravitasi, gaya yang diakibatkan oleh tekanan air, pembebanan pada permukaan lereng, lebih besar dari pada kemampunan material pada lereng untuk mencegah terjadinya longsoran. Analisis kestabilan lereng harus berdasarkan model yang akurat mengenai kondisi material bawah permukaan, kondisi air tanah dan pembebanan yang mungkin bekerja pada lereng. Tanpa sebuah model geologi yang memadai, analisis hanya dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang kasar sehingga kegunaan dari hasil analisis dapat dipertanyakan.
Background image of page 3

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full Document Right Arrow Icon
Konsep Dasar Analisis Kestabilan Lereng 4 Tujuan dari analisis kestabilan lereng antara lain adalah sebagai berikut: square4 Membuat rancangan lereng yang aman dan ekonomis. square4 Merupakan dasar bagi rancangan ulang lereng setelah mengalami longsoran. square4 Memperkirakan kestabilan lereng selama konstruksi dilakukan dan untuk jangka waktu yang panjang. square4 Mempelajari kemungkinan terjadinya longsoran, baik pada lereng buatan maupun lereng alamiah. square4 Menganalisis penyebab terjadinya longsoran dan cara memperbaikinya. square4 Mempelajari pengaruh gaya-gaya luar pada kestabilan lereng. Setelah gempa bumi, longsoran merupakan bencana alam yang paling banyak mengakibatkan kerugian materi maupun kematian. Kerugian yang dapat ditimbulkan oleh suatu longsoran antara lain yaitu rusaknya lahan pertanian, rumah, bangunan, jalur transportsi serta sarana komunikasi. Contoh dari dampak longsoran diberikan pada Gambar 5 dan Gambar 6.
Background image of page 4
Image of page 5
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

{[ snackBarMessage ]}