10493-24071-1-SM.pdf - Jurnal Teknik Sipil Perencanaan...

This preview shows page 1 - 3 out of 10 pages.

Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan 19 (1) (2017) 47 - 56JURNAL TEKNIK SIPIL & PERENCANAAN Kajian Penambahan Ruang Terbuka Hijau di Kota Semarang Margareta Maria Sudarwani1,Yohanes Dicky Ekaputra1 1Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Pandanaran Kata Kunci/ Keywords : ruang terbuka hijau, ruang terbuka publik, kota hijau green open space, public open space, green cityAbstract/ Abstrak: The development of Semarang City has unknowingly impacted the changes of land use and exploitation of natural resources. This study aims to examine how much achievement of objectives and benefits obtained in increasing the extent of Green Open Space in Semarang City, and how the architect implementing components to support the creation of Green City. The result of this research shows that the quantity and quality, distribution and amount of Green Open Space in Semarang City still need to be improved; Efforts to utilize vacant land, critical land, river borders and land dismantling of public buildings is one of the efforts to increase the extent of green open space in urban areas; Providing green open space with Green City concept that apply Green Attribute in its design is strategy to provide Public Open Space which refers to the concept of Sustainable Development. Perkembangan Pembangunan Kota Semarang tanpa disadari, telah membawa dampak terhadap perubahan penggunaan fungsi lahan dan eksploitasi terhadap sumber daya alam. Kajian ini bertujuan untuk meneliti seberapa besar capaian sasaran dan manfaat yang diperoleh dalam menambah besaran luasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Semarang, serta bagaimana peran seorang Arsitek dalam mengimplementasikan komponen guna mendukung terciptanya Kota Hijau. Hasil penelitian didapatkan bahwa secara kuantitas dan kualitas, sebaran dan besaran Ruang Terbuka Hijau di wilayah Kota Semarang masih perlu ditingkatkan lagi; Upaya untuk memanfaatkan lahan kosong, lahan kritis, sempadan sungai dan lahan bekas bongkaran bangunan publik merupakan salah satu upaya untuk menambah luasan RTH di Kawasan Perkotaan; Penyediaan RTH dengan konsep Kota Hijau yang mengaplikasikan Atribut Hijau di dalam desainnya merupakan salah satu strategi untuk menyediakan Ruang Terbuka Publik yang mengacu pada konsep Pembangunan Berkelanjutan. Sitasi:Sudarwani, Margareta Maria. (2017). Kajian Penambahan Ruang Terbuka Hijau di Kota Semarang. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, 19(1), 47 - 56 © 2017 Universitas Negeri Semarang Margareta Maria Sudarwani: Jurusan Arsitektur p-ISSN 1411-1772 Jl. Banjarsari Barat No. 1 Kelurahan Pedalangan e-ISSN 2503-1899 Kecamatan Banyumanik Semarang, 50268 E-mail : [email protected]
Margareta Maria Sudarwani, dkk / Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan 19 (1) (2017) 47 - 56 48 PENDAHULUAN Penambahan lahan terbangun di perkotaan berdampak pada penurunan kualitas lingkungan hidup, baik pada udara, air, tanah maupun lingkungan visual perkotaan. Untuk itu perlu dirumuskan kebijakan pengelolaan dan pengembangan Tata Ruang Hijau perkotaan untuk

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture