Muhammad Qidran Al Kiram (071001700095) UAS ARTIKEL EOR.docx - SCREENING CRITERIA METODE NITROGEN(N2 DI LAPANGAN-X OKLAHOMA USA Muhammad Qidran Al Kiram

Muhammad Qidran Al Kiram (071001700095) UAS ARTIKEL...

This preview shows page 1 - 3 out of 15 pages.

SCREENING CRITERIA METODE NITROGEN (N 2 ) DI LAPANGAN-X OKLAHOMA USA Muhammad Qidran Al Kiram Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti E-mail: [email protected] Abstrak Minyak dan gas bumi (Migas) merupakan energi yang tidak dapat diperbaharui, dan kondisi saat ini produksi Migas di Indonesia terus mengalami penurunan, sementara laju konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) terus meningkat. Dengan semakin banyaknya lapangan yang mature di Indonesia dan dengan produksi yang semakin menurun, maka perlu dilakukan screening terkait dengan kandidat lapangan yang akan digunakan teknologi dari EOR ( Enhanced Oil Recovery ). Berbagai metode EOR seperti checmical flooding , gas flooding dan thermal recovery merupakan metode yang umum digunakan. Pada makalah ini akan diuraiakan mengenai metode screening EOR gas flooding dengan menggunakan Nitrogen sebagai medianya. Nitrogen sendiri merupakan gas yang dominan berada di Bumi sehingga akan lebih murah dalam praktiknya. Pada umumnya semua screening EOR dimulai dengan analisis dari lokasi lapangan, sisa cadangan pada reservoir , dan saturasi minyak residu (Sor) yang tersisa setelah proses primary recovery dan / atau secondary recovery . Setelah hal tersebut dilakukan maka mulai dilakukan dengan skala laboratorium lalu kemudian bisa diterapkan ke lapangan yang akan diuji dengan teknologi EOR tersebut. Di Indonesia sendiri untuk Injeksi EOR dengan menggunakan Nitrogen belum dilakukan dilapangan manapun 1 , sehingga pada makalah ini hanya akan menjelaskan mengenai screening terkait dengan Injeksi EOR dengan menggunakan gas Nitrogen yang dilakukan di Lapangan X , Oklahoma USA. Kata kunci : Nitrogen, Gas, Flooding, Screening, EOR, Tertiary
Image of page 1
Pendahuluan Produksi minyak biasanya terjadi dalam tiga fase: primer, sekunder dan tersier, dimana untuk tersier juga dikenal sebagai Enhanced Oil Recovery (EOR). Pengambilan minyak primer terbatas pada hidrokarbon yang secara alami naik ke permukaan, atau yang menggunakan teknologi pengangkat buatan, seperti sucker rod pump. Pengambilan di fase sekunder biasanya menggunakan injeksi dari air yang kemudian men- displace minyak dan menggerakkannya ke permukaan. Menurut Departemen Energi AS, menggunakan dua metode produksi ini dapat menyisakan hingga 75% dari minyak di dalam sumur 2 . Cara umum untuk meningkatkan produksi minyak dengan cepat adalah dengan mengebor sumur baru atau infill drilling . Namun, biaya pengeboran sangat mahal dan cenderung meningkat setiap tahun selain itu sulit dalam menemukan tempat pengeboran baru di lapangan yang sudah mature . Cara lainnya adalah dengan menggunakan teknologi EOR untuk meningkatkan produksi minyak. Meskipun mahal untuk digunakan di lapangan, EOR dapat meningkatkan produksi dari sumur hingga 75% 2 .
Image of page 2
Image of page 3

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 15 pages?

  • Winter '14
  • ir. sugiatmo kasmungin

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture