{[ promptMessage ]}

Bookmark it

{[ promptMessage ]}

PSAK 46 - (REVISI2010 (REVISI2010 A Pengaturan mengenai...

Info iconThis preview shows pages 1–2. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
TANGGAPAN ATAS ED PSAK 46 (REVISI 2010) Jawaban atas Pertanyaan  A. Pengaturan mengenai Pajak Penghasilan Final 1. Komentar atas pertanyaan a. Ketentuan mengenai PPh Final masih diperlukan di PSAK sehingga ada keseragaman perlakuan akuntansi di dalam praktik, khususnya dalam hal pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan. b. Hal ini merujuk pada penjelasan Pasal 28 ayat 7 UU KUP 2007 “…pembukuan harus diselenggarakan dengan cara atau sistem yang lazim dipakai di Indonesia, misalnya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, kecuali peraturan perundang-undangan perpajakan menentukan lain. 2. Komentar atas paragraf 98 baris 38 a. Penggunaan kata “maka” di baris 38 tidak tepat karena tidak ada induk kalimat dalam kalimat tersebut. “Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda dari dasar pengenaan pajaknya” merupakan anak kalimat, sedangkan “maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan” juga merupakan anak kalimat. b. Seharusnya kata “maka” ini dihilangkan sehingga bunyi kalimat secara lengkap adalah “ Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda dari dasar pengenaan pajaknya, perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan ”. Dengan demikian, “Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final berbeda dari dasar pengenaan pajaknya” berfungsi sebagai anak kalimat, sedangkan “perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau liabilitas pajak tangguhan” menjadi induk kalimat. 3. Komentar atas paragraf 101 baris 19 dan paragraf 102 baris 22 a. Dalam kata “ dimuka ” seharusnya ditulis “di muka” karena kata “di” dalam kata tersebut berfungsi sebagai kata depan, bukan awalan “di”. b. Untuk membedakan kata “di” sebagai awalan atau pun kata depan, kita bisa melihatnya dalam kalimat pasif dan aktif. Misalnya, 1) Kata “di” sebagai awalan ▪ “dibebankan” (pasif) bisa diubah menjadi “membebankan” (aktif), ▪ “dibayar” (pasif) bisa diubah menjadi “membayar” (aktif) ▪ “diakui” (pasif) bisa diubah menjadi “mengakui” (aktif), dan ▪ “disajikan” (pasif) bisa diubah menjadi “menyajikan” (aktif). 2) Kata “di” sebagai kata depan ▪ “didepan” tidak bisa diubah menjadi “medepan” atau “mendepan” ▪ “dimuka” tidak bisa diubah menjadi “memuka” ▪ “diatas” tidak bisa diubah menjadi “meatas” atau “mengatas” 4. Komentar atas paragraf 101 baris 20 a. Kata “dan” seharusnya diganti dengan “atau”. b. Jika kata “dan” dipakai, akun Pajak Dibayar di Muka dan akun Pajak yang Masih Harus Dibayar harus dipakai bersamaan. Jika digunakan kata “atau”, entitas bisa memilih akun yang sesuai.
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full Document Right Arrow Icon
Image of page 2
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

{[ snackBarMessage ]}