Muhammad Dhafa (071001700097) Pengujian Pada Surfaktan Yang Akan Digunakan Sebagai Surfactant Floodi - PENGUJIAN PADA SURFAKTAN YANG AKAN DIGUNAKAN

Muhammad Dhafa (071001700097) Pengujian Pada Surfaktan Yang Akan Digunakan Sebagai Surfactant Floodi

This preview shows page 1 - 4 out of 21 pages.

PENGUJIAN PADA SURFAKTAN YANG AKAN DIGUNAKAN SEBAGAI SURFACTANT FLOODING Muhammad Dhafa Program Studi Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti E-mail : [email protected] Abstrak Pada kesempatan kali ini akan dibahas salah satu metode yang digunakan dalam Enhanced Oil Recovery yaitu injeksi surfaktan. Sebelum dilakukan pemilihan metode yang digunakan tentunya terlebih dahulu telah dilakukan analisa kecocokan antara data reservoir dan screening criteria yang dimiliki oleh surfaktan. Penggunaan surfaktan ini dipilih karena mampu mengurangi tegangan permukaan antara fluida atau materi yang mempunyai kepolaran berbeda, dimana surfaktan mempunyai dua gugus yang disebut hidrofolik dan lipofilik. Dua gugus ini akan mengikat minyak dan air sehingga dua fluida tersebut dapat terbaur sehingga tegangan permukaan semakin mengecil. Tetapi tidak selamanya penambahan surfaktan akan memperkecil tegangan permukaan karena ada suatu batas dimana pada konsentrasi tertentu tegangan permukaan tidak akan mengecil meskipun konsentrasi surfaktan terus ditambahkan, kondisi ini disebut critical micellar concentration (CMC). Sebelum dilakukan penginjeksian surfaktan kedalam formasi ada tahapan yang harus dilewati yaitu uji compatibility untuk mengetahui apakah jenis surfaktan yang akan diinjeksikan cocok dengan air formasi di lokasi tersebut. Setelah itu dilakukan juga pengujian di konsetrasi berapa interfacial tension (IFT) akan bekerja secara optimal sehingga residual oil saturation yang didapat sekecil mungkin karena penyapuan minyak oleh surfaktan bekerja secara optimal mungkin. Kemudian ada pengujian behavior karena pada dasarnya minyak, surfaktan dan air dapat membentuk emulsi yang dapat menurunkan tegangan antar muka, jenis emulsi yang diharapkan adalah fasa tengah. Kata kunci : Surfaktan, Enhanced, Konsentrasi, Tegangan, Permukaan
Image of page 1
Image of page 2
PENDAHULUAN Industri perminyakan di Indonesia sedang dalam tahap krisis, dimana jumlah minyak yang diproduksi tidak sebanding dengan jumlah cadangan minyak yang ditemukan tiap tahunnya. Seiring dengan permasalahan tersebut, telah banyak upaya yang diciptakan guna membantu mengeksplorasi cadangan minyak yang belum ditemukan. Salah satu metodenya yaitu Enhanced Oil Recovery. Enhanced Oil Recovery (EOR) adalah salah satu metode eksploitasi minyak di industri perminyakan yang secara umum bisa diartikan sebagai proses optimisasi pada sumur – sumur minyak agar minyak yang kental, berat, poor permeability , dan irregular faultlines dapat diangkat ke permukaan dan diproduksi. EOR merupakan satu dari tiga metode dalam proses eksploitasi minyak di industri perminyakan. Secara umum, kegiatan eksploitasi terbagi menjadi tiga fase, yakni primer, sekunder dan tersier. Fase primer adalah fase dimana lapangan baru dikembangkan. Saat produksi mulai turun seiring dengan penurunan tekanan pada reservoir, kegiatan eksploitasi masuk pada fase sekunder dimana sumur minyak akan di- injeksikan air atau gas untuk memberikan tekanan tambahan ke dalam reservoir dan mendorong minyak mengalir ke sumur-sumur produksi. Setelah fase sekunder, kegiatan
Image of page 3
Image of page 4

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 21 pages?

  • Winter '14
  • ir. sugiatmo kasmungin

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture