BELAJAR ADS - 2 ADSORPSI 2.1 Jenis-Jenis Adsorpsi Adsorpsi...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
2. ADSORPSI 2.1. Jenis-Jenis Adsorpsi Adsorpsi suatu zat padat pada larutan didefinisikan sebagai pengambilan molekul dalam suatu zat terlarut dalam larutan (adsorbat) oleh suatu permukaan internal atau eksternal suatu zat padat (adsorben). Sebahagian besar molekul terserap pada permukaan internal (dalam pori) daripada di bagian luar (permukaan eksternal). Adsorpsi terjadi pada permukaan ini karena adanya daya tarik molekul atau atom pada permukaan tersebut. Adsorpsi berbeda dengan absorpsi , karena pada absorpsi zat yang diserap masuk ke dalam absorben, misalnya absorpsi air oleh sponge atau adsorpsi uap air oleh CaCl 2 anhidrous. Ada tiga kemungkinan peristiwa adsorpsi suatu larutan ke dalam zat padat berdasarkan karakteristik sistem antara pelarut dan zat terlarut yang menimbulkan gaya dorong (driving force). Pertama, akibat adanya sifat lyophobic (takut akan pelarut) dari zat terlarut terhadap pelarut tertentu, kedua, karena afinitas yang tinggi dari zat padat (adsorben) terhadap solut dan yang ke tiga merupakan kombinasi dari kedua hal tersebut Selanjutnya dinyatakannya bahwa daya dorong yang ditimbulkan oleh afinitas solut terhadap adsorben menghasilkan tiga jenis adsorpsi yakni: adsorpsi pertukaran (exchange adsorption), adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia. Adsorpsi pertukaran , umumnya terjadi pada resin penukar ion, merupakan suatu proses dimana ion suatu zat terkonsentrasi pada suatu lokasi permukaan karena daya tarik elektrostatik. Adsorpsi fisika terjadi bila ikatan antara adsorbat dan adsorben disebabkan oleh gaya – gaya fisika. Ikatan yang terbentuk biasanya lebih lemah seperti ikatan van der Waals atau mungkin dengan ikatan phi ( π ) dalam kondisi tertentu. Partikel yang terserap secara fisika diperkirakan bebas bergerak pada permukaan adsorben dan adsorpsi diperkirakan terjadi lebih dari satu lapisan. Lapisan kedua diperkirakan berada diatas lapisan pertama dan seterusnya. Adsorpsi fisika biasanya terjadi pada suhu rendah dan ditandai dengan relatif rendahnya energi adsorpsi sehingga adsorbat tidak terikat kuat pada adsorben. Disamping itu molekul yang terserap tidak terikat pada kedudukan tertentu sehingga agak bebas mengalami gerakan translasi antarmuka.
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Adsorpsi kimia terjadi akibat reaksi kimia antara molekul adsorbat dan adsorben dan ikatan ini lebih kuat dibandingkan dengan adsorpsi fisika. Prosesnya berlangsung pada suhu yang relatif tinggi dan energi adsorpsinya juga lebih tinggi dari adsorpsi fisika. Karakteristik adsorpsi kimia ditandai dengan adanya gugus fungsi melalui pembagian elektron (electron sharing). Adsoprsi kimia ini diperkirakan terjadi pada sisi dan sudut-sudut mikro kristal adsorben. Kebanyakan proses adsorpsi tidak ada yang murni adsorpsi fisika atau murni adsorpsi kimia melainkan kombinasi keduanya dan tidak mudah untuk memisahkan antara keduanya. Lebih jauh perbandingan antara adsorpsi fisika dan adsorpsi kimia dikemukakan dalam tabel berikut ini. Tabel 2
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 11/26/2011 for the course CHEMICAL E 11145 taught by Professor Syukur during the Spring '11 term at Punjab Engineering College.

Page1 / 13

BELAJAR ADS - 2 ADSORPSI 2.1 Jenis-Jenis Adsorpsi Adsorpsi...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online