SOAL DAN JAWABAN USKP A

SOAL DAN JAWABAN USKP A - SOAL DAN JAWABAN USKP A YANG...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
SOAL DAN JAWABAN USKP A YANG DISARANKAN MATA UJIAN KUP,PPSP,PP PERIODE MEI Tahun 2010 Soal 1 Multiple Choice (bobot 45) “pilihlah jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang (x) jawaban a. ., b. ., c.., atau d pada naskah soal ini” 1. Sarana yang digunakan Wajib Pajak agar dapat dihitung besarnya pajak yang terutang menurut UU KUP adalah. .. a) Surat Pemberitahuan b) Laporan Keuangan sebagai produk dari pembukuan c) Surat Setoran Pajak d) Surat Ketetapan Pajak Jawaban : B Dasar Ketentuan : Pasal 28 Ayat 7 UU KUP (7) Pembukuan sekurang-kurangnya terdiri atas catatan mengenai harta, kewajiban, modal, penghasilan dan biaya, serta penjualan dan pembelian sehingga dapat dihitung besarnya pajak yang terutang Penjelasan Ayat (7) Pengertian pembukuan telah diatur dalam Pasal 1 angka 9. Pengaturan dalam ayat ini dimaksudkan agar berdasarkan pembukuan tersebut dapat dihitung besarnya pajak yang terutang. Selain dapat dihitung besarnya Pajak Penghasilan, pajak lainnya juga harus dapat dihitung dari pembukuan tersebut. Agar Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah dapat dihitung dengan benar, pembukuan harus mencatat juga jumlah harga perolehan atau nilai impor, jumlah harga jual atau nilai ekspor, jumlah harga jual dari barang yang dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah, jumlah pembayaran atas pemanfaatan Barang Kena Pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean di dalam daerah pabean, jumlah Pajak Masukan yang dapat dikreditkan dan yang tidak dapat dikreditkan. Dengan demikian, pembukuan harus diselenggarakan dengan cara atau sistem yang lazim dipakai di Indonesia, misalnya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan, kecuali peraturan perundang-undangan perpajakan menentukan lain. 2. Sejak Tahun 2009, Wajib Pajak yang tidak wajib menyelenggarakan pembukuan tetapi wajib menyelenggarakan pencatatan adalah. .. a) Wajib Pajak yang peredaran brutonya dalam satu Tahun kurang dari Rp 4.800.000.000,00 b) Wajib Pajak Orang Pribadi yang peredaran brutonya dalam satu Tahun kurang dari Rp 4.800.000.000,00 c) Wajib Pajak yang peredaran brutonya dalam satu Tahun kurang dari Rp 600.000.000,00
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
d) Wajib Pajak Orang Pribadi yang peredaran brutonya dalam satu Tahun kurang dari Rp 600.000.000,00 Jawaban : B Dasar Ketentuan : Pasal 14 Ayat 2 UU PPh (2) Wajib Pajak orang pribadi yang melakukan kegiatan usaha atau pekerjaan bebas yang peredaran brutonya dalam 1 (satu) Tahun kurang dari Rp 4.800.000.000,00 (empat miliar delapan ratus juta rupiah) boleh menghitung penghasilan neto dengan menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dengan syarat memberitahukan kepada Direktur Jenderal Pajak dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan pertama dari Tahun pajak yang bersangkutan. 3.
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

This note was uploaded on 12/19/2011 for the course ECON 101 taught by Professor Herawati during the Spring '11 term at Universitas Indonesia.

Page1 / 19

SOAL DAN JAWABAN USKP A - SOAL DAN JAWABAN USKP A YANG...

This preview shows document pages 1 - 3. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online