{[ promptMessage ]}

Bookmark it

{[ promptMessage ]}

punya YUKTI - I PENDAHULUAN Apa itu komunikasi antar budaya...

Info iconThis preview shows pages 1–3. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
I. PENDAHULUAN Apa itu komunikasi antar budaya? Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang dilakukan antara orang-orang yang yang memiliki perbedaan latar belakang kebudayaan baik perbedaan dalam adat-istidat,ras, etnik, dan kebiasaan sehari-hari. Kebudayaan selalu berkaitan dengan nilai-nilai, ciri, dan moral. Kebudayaan juga merupakan dasar identitas pribadi dan masyarakat. Oleh karena itu, dalam melakukan komunikasi antar budaya, seseorang harus berhati-hati di dalam setiap ucapan, tindakan, dan tingkah lakunya, karena hal itu dapat menimbulkan berbagai masalah seperti kesalahpahaman maksud dan tujuan. Kita harus terlebih dahulu memahami dan mengerti kebiasaan budaya lawan bicara kita. Konteks budaya Edward T. Hall,seorang antropolog budaya mengembangkan sebuah konteks dimensi budaya dalam bukunya yang berjudul “ Beyond Culture ”. Konteks budaya merupakan cara pandang suatu budaya untuk menterjemahkan sebuah makna, baik tersurat maupun tersirat. Edward T. Hall mengatakan dalam bukunya tersebut bahwa ada dua konteks budaya yaitu kebudayaan konteks tinggi dan kebudayaan konteks rendah. Kebudayaan konteks tinggi Pada kebudayaan konteks tinggi, pembicaraannya lebih kepada berbagi ilmu dan wawasan , memahami pesan visual, bersifat tidak langsung (sering menggunakan kiasan), ambigu, penuh dengan keselarasan, bersifat pasif, dan lebih pengertian terhadap orang lain.Fokus kepada komunikasi non verbal untuk memberikan maksud dari pembicaraan. Bahasa tubuh, gerak-gerik, makna pada saat diam, kebiasaan, dan jarak pada saat berbicara merupakan hal-hal yang penting pada saat berkomunikasi.Kebudayaan konteks 1
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full Document Right Arrow Icon
tinggi ini umumnya dianut oleh negara-negara di Asia dan negara-negara di Amerika Latin. Kebudayaan konteks tinggi memiliki ciri-ciri sebagai berikut : 1. Menjunjung tinggi rasa kebersamaan kelompok 2. Menggunakan logika spiral, yaitu berputar-putar dan selalu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang yang berbeda. 3. Pada saat mencari solusi untuk pemecahan suatu masalah juga lebih lama karena tidak berorientasi kepada akar penyebab masalah, tetapi lebih menjaga perasaan lawan bicaranya. 4. Tidak efisien pada saat pengambilan keputusan,karena selalu mempertimbangkan unsur perasaan seseorang. Hal itu menyebabkan pengambilan keputusan berlangsung lebih lama. 5. Pada saat bernegoisasi, keputusan tidak dapat langsung diputuskan. 6. Lebih mengutamakan perjanjian yang dilakukan secara lisan. 7. Tidak ada pemisahaan antara masalah pribadi dengan pekerjaan. Jadi,apabila seseorang telah memiliki masalah pribadi dengan orang yang diajak berkejasama, akan sulit tercapai kesepakatan kerja di antara kedua belah pihak dan bahkan tidak terjalin kerjasama sedikitpun. Kebudayaan konteks rendah Pada kebudayaan konteks rendah, pembicaraan bersifat langsung, teliti, dramatik, terbuka, dan berdasarkan kepada maksud yang sesungguhnya.Komunikasi yang berlangsung lebih kepada pemberian rincian terhadap sesuatu hal, menekan kan makna harfiah, dan penafsiran berdasarkan dari isi pembicaraan.Kebudayaan konteks rendah ini umumnya dianut oleh negara-negara di Amerika Utara, negara-negara Skandinavia,dan negara-negara Eropa.
Background image of page 2
Image of page 3
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

{[ snackBarMessage ]}