digital_123719-SK 010 09 Hid a - Analisis kemampuan-Pendahuluan

Digital_123719-SK 010 09 Hid a - Analisis kemampuan-Pendahuluan

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: 1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.2. Latar Belakang Permasalahan Industri manufaktur merupakan suatu sektor yang memiliki pengaruh bagi perekonomian Indonesia. Pertumbuhan perekonomian Indonesia dapat dilihat dari besarnya Produk Domestik Bruto (PDB) yang dimiliki oleh suatu negara. Besarnya pengaruh industri manufaktur terhadap perekonomian nasional dapat dilihat dari besarnya porsi sektor manufaktur di dalam PDB. Sebelum krisis sekitar 22 persen dari PDB berasal dari sektor manufaktur dan sekarang posisinya 25 persen dari total PDB Indonesia. Industri manufaktur juga memiliki pesan yang sangat penting dari industri manufaktur terhadap perekonomian Indonesia adalah suatu sektor yang menbutuhkan banyak SDM. Selain itu industri manufaktur merupakan salah satu sektor penghasil devisa negara yang cukup signifikan dari kegiatan ekspor industri manufaktur. Keputusan-keputusan ekonomi yang diambil oleh para pemakai laporan keuangan membutuhkan evaluasi terlebih dahulu atas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (kas atau setara kas) serta kepastian dari hasil tersebut. Para pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas (dan setara kas) dengan lebih baik jika mereka mendapatkan informasi yang difokuskan pada posisi keuangan, laba, perubahan posisi keuangan, dan laporan arus kas perusahaan. Pelaporan keuangan merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban manajemen dalam pengelolaan sumber daya perusahaan terhadap berbagai pihak yang terkait dengan perusahaan selama periode tertentu. Di Indonesia kewajiban untuk melaporkan arus kas dimulai pada tahun 1994 dengan adanya Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 yang menyatakan bahwa perusahaan harus menyusun laporan arus kas dan menyajikan laporan tersebut sebagai bagian yang tak terpisahkan (integral) dari laporan keuangan untuk setiap periode Analisis kemampuan laba ..., Nur Hidayati, FISIP UI, 2009 Universitas Indonesia 2 penyajian laporan keuangan. Beberapa studi yang mengevaluasi pengaruh faktor lingkungan ekonomi dan sosial mendukung pernyataan tersebut. Mereka menemukan bahwa perbedaan kultural dan ekonomi menghasilkan perbedaan dalam hal bagaimana investor dan pengguna laporan keuangan lainnya menilai sejumlah informasi akuntansi yang sama. Dengan kata lain, adalah sangat mungkin bahwa tujuan pelaporan yang sama dapat diraih dengan menggunakan jenis informasi akuntansi yang berbeda yang disebabkan oleh perbedaan faktor ekonomi dan lingkungan. Sejauh ini laporan keuangan, khususnya neraca dan laporan laba rugi masih diyakini sebagai alat yang andal bagi para pemakainya untuk mengurangi risiko ketidakpastian dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi. Namun, khusus mengenai laporan laba rugi sampai saat ini masih terdapat kontradiksi atas simpulan yang dihasilkan berkaitan dengan manfaat isi informasi yang dikandungnya (Syafriadi, 2000). Namun, terdapat beberapa hasil penelitian yang mendukung nilai relevansi laba dalam memprediksi arus kas masa depan perusahaan. Barth et al. (2001) serta Kim dan Kross (2002) menyatakan bahwa laba memiliki kemampuan dalam memprediksi arus kas operasi mendatang perusahaan, dan memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan dengan dengan arus kas jika laba dipecah ke dalam beberapa komponen akrual. Bahkan, Kim dan Kross (2002) menegaskan bahwa kemampuan laba dalam memprediksi arus kas meningkat sepanjang waktu. Watson dan Wells (2005) dalam penelitiannya menyatakan bahwa untuk perusahaan yang berlaba, ukuran berbasis laba lebih baik dalam menangkap kinerja perusahaan dibandingkan dengan dengan arus kas, sedangkan untuk perusahaan yang merugi baik laba maupun arus kas tidak dapat menangkap kinerja perusahaan dengan baik. Dalam hal ini Kim dan Kross (2002) juga membedakan antara perusahaan yang melaporkan laba positif dan laba negatif. Hasilnya menyatakan bahwa hubungan antara laba dan arus kas masa depan tetap menguat, sedangkan hubungan antara arus kas tahun berjalan dengan arus kas masa depan tidak meningkat maupun menurun. Berdasarkan uraian di atas maka penulis mengambil penelitian ini dengan judul Analisis laba bersih dan arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan pada perusahaan manufaktur yang Analisis kemampuan laba ..., Nur Hidayati, FISIP UI, 2009 Universitas Indonesia 3 terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2004 – 2006. 1.2. Pokok permasalahan Berdasarkan perbedaan-perbedaan hasil penelitian mengenai kemampuan laba dan arus kas dalam memprediksi arus kas masa depan, maka penelitian ini bermaksud menguji kembali kemampuan tersebut dengan mengelompokkan perusahaan yang melaporkan laba dan perusahaan yang melaporkan rugi untuk melihat apakah akan diperoleh simpulan hasil yang sama dengan Yolanda Dahler dan Rahmat Febrianto (2007). Berdasarkan hal-hal diatas, maka timbul pertanyaan : 1. Apakah laba bersih dan arus kas memiliki kemampuan lebih baik untuk memprediksi arus kas masa depan dibandingkan dengan arus kas untuk perusahaan yang melaporkan laba? 2. Apakah laba bersih dan arus kas memiliki kemampuan lebih baik untuk memprediksi arus kas masa depan dibandingkan dengan arus kas untuk perusahaan yang melaporkan rugi ? 1.3. Tujuan Penelitian Berdasarkan permasalahan-permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah : 1. Untuk menganalisis apakah laba bersih dan arus kas memiliki kemampuan lebih baik untuk memprediksi arus kas masa depan dibandingkan dengan arus kas untuk perusahaan yang melaporkan laba; 2. Untuk menganalisis apakah laba bersih dan arus memiliki kemampuan lebih baik untuk memprediksi arus kas masa depan dibandingkan dengan arus kas untuk perusahaan yang melaporkan laba rugi. 1.4. Signifikasi Penelitian Adapun signifikasi atau manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Signifikasi Akademis Penelitian ini diharapkan dapat memberi masukan mengenai kemampuan prediksi laba dan arus kas dalam memprediksi arus kas Analisis kemampuan laba ..., Nur Hidayati, FISIP UI, 2009 Universitas Indonesia 4 masa depan pada saat perusahaan melaporkan laba posif dan negatifnya. Sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap ilmu keuangan di Indonesia serta dapat bermanfaat untuk penelitianpenelitian selanjutnya. 2. Signifikasi Praktis Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan terhadap perusahaan dan pihak terkait lainnya dalam memprediksi laba dan arus kas masa depan. 1.5. Batasan Penelitian Penelitian terbatas hanya dilakukan untuk mengetahui kemampuan laba dan arus kas untuk memprediksi arus kas masa depan. Selain itu juga untuk membandingkan kemampuan laba dan arus kas untuk memprediksi arus kas masa depan antara perusahaan yang melaporkan laba positif dan laba negatif. Penelitian dilakukan pada perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 3 (tiga) tahun setelah go public. Karena selama kurun waktu 3 (tiga) tahun dinilai cukup layak untuk dilakukan penelitian. 1.6. Sistematika Penulisan Sistematika dari penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut : BAB 1 Pendahuluan Bab ini berisikan tentang latar belakang masalah, pokok permasalahan yang akan dianalisis, tujuan, dan manfaat penulisan serta sistematika penulisan. BAB 2 tinjauan Pustaka dan Metode Penelitian Bab ini dibagi menjadi dua bagian. Pertama Tinjauan Pustaka yang berisikan tentang teori dan literatur penelitian yang terkait dengan penelitian ini. Bab ini dapat membantu pembaca memahami lebih dalam mengenai masalah yang diangkat dari penelitian ini. Kedua, Metodologi, bagian ini menguraikan tentang metode penelitian yang digunakan untuk Analisis kemampuan laba ..., Nur Hidayati, FISIP UI, 2009 Universitas Indonesia 5 menjawab permasalahan penelitian yang diajukan. Dalam bab ini dijelaskan mengenai jenis penelitian, variabel penelitian, populasi dan sampel yang digunakan, data yang digunakan, cara pengolahan dan analisis data, dan hipotesis penelitian. BAB 3 Gambaran Umum Obyek Penelitian Bab ini berisikan gambaran umum obyek penelitian yang memiliki keterkaitan dengan permasalahan yang diteliti, baik secara langsung maupun tidak langsung, yakni perusahaan yang listed di Bursa Efek Indonesia. BAB 4 Analisis Hasil Penelitian Bab ini menguraikan hasil penelitian mengenai variabel-variabel penelitian dan perhitungan statistik mengenai hubungan antara variabel serta analisis terhadap hasil penelitian tersebut. BAB 5 Simpulan dan Saran Bab ini merupakan penutup dimana penulis akan menarik kesimpulan dengan menganalisis berdasarkan hasil penelitian. Selain itu penulis juga akan memberikan beberapa saran guna perbaikan dimasa yang akan datang. Analisis kemampuan laba ..., Nur Hidayati, FISIP UI, 2009 Universitas Indonesia ...
View Full Document

This note was uploaded on 02/16/2012 for the course ACC 205 taught by Professor Hery during the Spring '12 term at Universitas Budi Luhur.

Ask a homework question - tutors are online