5. BAB III-PEMBAHASAN - BAB III HASIL PERCOBAAN DAN...

Info iconThis preview shows pages 1–4. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
BAB III HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN 3.1. Hasil Percobaan No Gambar Keterangan 1 Bacillus thuringiensis Media: cair Umur: 1 hari Bentuk:batang (basil) Warna: ungu Perbesaran 1000 kali 2 Staphylococcus aureus Media: cair Umur: 1 hari Bentuk:batang (basil) Warna: merah muda Perbesaran 1000 kali 3 Streptococcus thermophilus Media: cair Umur: 2 tahun 6 bulan 7 hari Bentuk:bulat (coccus) Warna: merah Perbesaran 1000 kali 25
Background image of page 1

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
26 4 Staphylococcus aureus Media: padat Umur: 1 tahun 10 bulan 16 hari Bentuk:bulat (coccus) Warna: ungu Perbesaran 1000 kali 5 Bacillus thuringiensis Media: padat Umur: 3 tahun 3 bulan 24 hari Bentuk:bulat (coccus) Warna: ungu Perbesaran 1000 kali 6 Acetobacter aceti Media: padat Umur: 3 tahun 3 bulan 22 hari Bentuk:bulat (coccus) Warna: merah muda Perbesaran 1000 kali 3.2. Pembahasan 3.2.1. Penyiapan Olesan Bakteri Sebelum membuat olesan bakteri, kaca obyek harus dibersihkan terlebih dahulu dengan cara membilas menggunakan sabun dan air. Setelah dicuci dengan menggunakan sabun, kaca obyek ditetesi dengan alcohol 95%. Alkohol ini berfungsi untuk menghilangkan lemak dan kotoran yang menempel pada kaca obyek. Adanya lemak membuat olesan bakteri cenderung mengumpul dan tidak menyebar sehingga sulit diamati. Setelah itu, kelebihan
Background image of page 2
27 alkohol diserap dengan menggunakan kertas serap. Untuk menyerap kelebihan alkohol ini, tidak boleh menggunakan tissue ataupun serbet karena dapat mengakibatkan kaca obyek tergores. Agar pengamatan bakteri dapat dilakukan dengan mudah, maka harus dibuat olesan yang baik. Olesan yang baik adalah olesan yang tidak terlalu tebal ataupun tipis dan jika difiksasi dengan panas akan tahan pencucian satu kali atau lebih selama berlangsungnya proses pewarnaan, sehingga organismenya tidak hilang tercuci namun sel-selnya tidak menjadi salah bentuk atau menyusut. Dalam praktikum ini, dibuat olesan dari dua medium perkembangbiakkan yaitu media cair dan media padat. Apabila bakteri yang dikembangbiakkan berasal dari media padat, maka dalam pembuatan olesan bakteri perlu ditambahkan 1-2 ose air steril. Hal ini dikarenakan, sel-sel bakteri pada media padat cenderung melekat pada sesamanya sehingga perlu disebarkan dengan bantuan air steril agar nantinya dapat dengan mudah diamati dengan menggunakan mikroskop. Untuk membuat olesan ini digunakan air steril karena jika digunakan air aquades kemungkinan terdapat mikroba yang nantinya dapat mengganggu proses pengamatan. Sedangkan apabila olesan yang akan dibuat berasal dari media cair tidak perlu ditambahkan air steril karena sel-sel bakteri dalam media cair tidak saling menumpuk, sebab sel-sel bakteri dalam media cair mampu bergerak bebas. Alasan lain olesan bakteri dalam media cair tidak ditambah air steril karena nantinya bakteri dari media cair akan sukar mengering. Sebelum mengambil bakteri pada media cair, tabung reaksi harus dikocok terlebih dahulu hingga homogen, karena bakteri pada media cair biasanya mengendap di bawah. 3.2.2.
Background image of page 3

Info iconThis preview has intentionally blurred sections. Sign up to view the full version.

View Full DocumentRight Arrow Icon
Image of page 4
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Page1 / 9

5. BAB III-PEMBAHASAN - BAB III HASIL PERCOBAAN DAN...

This preview shows document pages 1 - 4. Sign up to view the full document.

View Full Document Right Arrow Icon
Ask a homework question - tutors are online