Mansar - Kasus Bonobos - Kelompok 3 WM83.pdf - MANAJEMEN PEMASARAN BONOBOS CUSTOMER INTIMACY THROUGH COMMUNITY DEVELOPMENT Disusun Oleh Ghifari Pandu

Mansar - Kasus Bonobos - Kelompok 3 WM83.pdf - MANAJEMEN...

This preview shows page 1 - 4 out of 24 pages.

MANAJEMEN PEMASARAN BONOBOS: CUSTOMER INTIMACY THROUGH COMMUNITY DEVELOPMENT Disusun Oleh: Ghifari Pandu Priasmoro - 2020023621 Lona Amalia - 2020023624 Nagita Puspa Rembulan - 2020023627 Raditya Farhan Syahputra - 2020023628 Tanu Giriduady P.N Waluyo - 2020023629 WIJAWIYATA MANAJEMEN ANGKATAN 83 SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN PPM JAKARTA 2020
Background image
PENDAHULUAN Bonobos merupakan sebuah perusahaan pakaian jadi untuk pria (men’s apparel) yang didirikan pada tahun 2007 oleh Brian Spaly dan Andy Dunn. Bonobos memiliki produk unggulan berupa celana panjang. Setelah dua tahun berjalan, pelanggan meminta untuk diadakan tambahan jenis pakaian seperti kaos dan aksesoris. Bonobos melakukan konsultasi kepada pelanggan sebelum meluncurkan produk barunya guna mendapatkan produk yang sesuai keinginan pasar. Dalam memasarkan produknya, Bonobos menggunakan tiga cara berupa informasi produk menyebar dari mulut ke mulut, komunitas dan customer care di media sosial dan mengiklankan produk pada online media sehingga Bonobos tidak banyak mengeluarkan biaya untuk periklanan. Bonobos menyadari bahwa mereka mampu mencapai kesuksesan dengan bertindak sebagai kurator, menampilkan pakaian dan aksesoris yang menarik pelanggan tetapi juga mengumpulkan input dari mereka. Perusahaan seperti Ralph Lauren mempercayai bahwa apa yang dirancang tepat dengan yang diinginkan pelanggannya, sementara Threadless mengizinkan pelanggannya untuk bebas dalam mengusulkan desain. Andy Dunn menjelaskan bahwa ada ruang kosong diantara perusahaan fashion yang terbiasa memfasilitasi input namun sesuatu hal yang pelanggan tidak mampu melakukannya sendiri. Berdasarkan penjelasan dari Dunn, Bonobos mendirikan komunitas berbasis digital dimana melalui social media pelanggan dapat berkomentar, membeli dan mempengaruhi penawaran dari perusahaan. Kemudian sistem merchandise dari Bonobos akan memilih produk yang pelanggan sukai, tetapi komunitas Bonobos yang akan menentukan produk yang laku. Bonobos sangat mengedepankan kebutuhan pelanggan. Hanya dengan melihat dari customer profile-nya, Bonobos dapat melakukan penyesuaian dalam melayani pelanggannya sehingga dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan needs dan wants konsumen. Melalui customer service ninja sebagai frontliner utama dalam melakukan promosi dan menghimpun input-input melalui media sosial seperti facebook, blog, twitter dan melakukan pemasaran menggunakan targeted ads di social media mereka agar pelanggan dapat dengan mudah mendapatkan informasi produk. Bonobos berusaha untuk memudahkan pelanggan agar mempermudah transaksi jual beli produknya. Tidak hanya itu, Bonobos juga memberikan kupon diskon sebesar 20 dollar bagi pelanggan yang memberikan testimoni yang akurat terhadap produknya.
Background image
TEORI DAN REFERENSI (Ch: 5 Creating Long-Term Loyalty Relationships) I. Building Customer Value, Satisfaction and Loyalty (Membangun Nilai, Kepuasan dan Loyalitas Pelanggan) Perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang menempatkan kebutuhan dan tujuannya untuk kepuasan konsumen dan kepuasan pelanggan adalah hal yang
Background image
Image of page 4

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 24 pages?

  • Summer '17
  • Jane Smith

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture