Paper Kelompok 2 (Analisa Masalah Sistemik Intoleransi di Indonesia) WM 82.docx - PENINGKATAN INTOLERANSI AGAMA DI INDONESIA Disusun Oleh Almas

Paper Kelompok 2 (Analisa Masalah Sistemik Intoleransi di Indonesia) WM 82.docx

This preview shows page 1 - 4 out of 12 pages.

PENINGKATAN INTOLERANSI AGAMA DI INDONESIADisusun Oleh :Almas Khairuna (2019023587)Bayuduta Raharja (2019023592)Faris Muhammad (2019023594)Muhammad Aji Pamungkas (2019023603)PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMENWIJAWIYATA MANAJEMEN 82PPM SCHOOL OF MANAGEMENTJAKARTA2020
A.LATAR BELAKANG MASALAH“Kekerasan dan kebencian dengan mengatasnamakan Tuhan adalah suatu tidakanyang sama sekali tidak bisa dibenarkan” (Paus Fransiskus, Kompas, 27/11/2015). Intoleransidan diskriminasi berdasarkan agama dan kepercayaan, oleh PBB dalam "Declaration on theElimination of All Forms of Intolerance and of Discrimination Based on Religion or Belief",diartikan sebagai setiap pembedaan, pengabaian, larangan atau pengutamaan yang didasarkanpada agama atau kepercayaan yang tujuannya atau akibatnya meniadakan atau mengurangipengakuan, penikmatan, atau pelaksanaan hak asasi manusia dan kebebasan-kebebasanmendasar atas dasar yang setara. Social Progress Imperativemerilis laporan tahunan Social Progress Indexyangmelihat kualitas kemajuan sosial suatu negara. Penilaian dilakukan atas tiga faktor utama,yaitubasic human needs, foundations of wellbeing, dan opportunity. Ketiga faktor tersebutdijumlahkan dengan angka 100 sebagai nilai tertinggi. Untuk melihat tingkat toleransi diIndonesia, komponen yang disorot adalah toleransi dan inklusi yang terdapat dalam faktoropportunity. Bila dirinci, komponen toleransi dan inklusi memiliki subkomponen, yaitutoleransi terhadap imigran, toleransi terhadap homoseksual, diskriminasi dan kekerasanterhadap minoritas, toleransi beragama, dan jaringan keamanan masyarakat. Dari limasubkomponen tersebut, skor terendah ada pada toleransi beragama dengan nilai sebesar 2,0.Skor yang tercatat dari 2014 hingga 2017 menunjukkan tren yang cenderungmeningkat. Pada 2014, skor toleransi dan inklusi Indonesia adalah 27,90 dan naik pada 2015menjadi 32,30. Namun, skor ini turun pada 2016 menjadi 29,57. Skor kembali naik menjadi35,47 di tahun berikutnya, menempatkan Indonesia pada posisi 117 dari 128 negara dikategori tersebut. Berikut grafiknya:
Dari kajian literatur yang peneliti lakukan di berbagai portal berita seperti tempo,kompas, tirtoid, dan merdeka, peningkatan intoleransi pada 2017 berhubungan denganpolitik, di mana saat itu sedang diselenggarakan pilkada serentak. Kala itu, DKI Jakartamengalami gejolak pemilihan gubernur yang diwarnai dengan isu sara, sebagai IbukotaNegara Indonesia, isu ini menjadi sorotan utama dan berdampak luas. Menguatnya isuidentitas (suku, agama, ras) memungkikan terjadinya peningkatan situasi intoleran diIndonesia. IKT (Indeks Kota Toleran) mengeluarkan laporan berdasarkan praktik toleransi diIndonesia dengan melihat seberapa besar kebebasan beragama dijamin dan dilindungi melaluiregulasi serta dengan realitas yang terjadi di masyarakat. Pada tahun 2016 tercatat ada 208

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture