ED SPA 320-Materialitas dalam Tahap Perencanaan dan Pelaksanaan Audit

Begitu juga materialitas pelaksanaan yang berkaitan

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: salah saji material secara individual mengabaikan fakta bahwa gabungan atas salah saji yang tidak material secara individual dapat mengakibatkan salah saji material dalam laporan keuangan dan juga tidak meninggalkan celah bagi adanya kemungkinan salah saji yang tidak terdeteksi. Materialitas pelaksanaan (yang sebagaimana yang didefinisikan merupakan satu atau lebih dari satu jumlah) ditetapkan untuk mengurangi ke tingkat rendah yang dapat diterima kemungkinan bahwa salah saji yang tidak terkoreksi dan tidak terdeteksi dalam laporan keuangan tidak melebihi materialitas laporan keuangan secara keseluruhan. Begitu juga, materialitas pelaksanaan yang berkaitan dengan tingkat materialitas yang ditentukan untuk golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu ditetapkan untuk mengurangi ke tingkat rendah yang dapat diterima kemungkinan bahwa gabungan salah saji yang tidak terkoreksi dan tidak terdeteksi dalam golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu melebihi tingkat materialitas golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan. Penentuan materialitas pelaksanaan bukan merupakan suatu perhitungan mekanis yang sederhana dan membutuhkan adanya pertimbangan profesional. Penentuan ini dipengaruhi oleh pemahaman auditor atas entitas, yang dimutakhirkan selama pelaksanaan prosedur penilaian risiko; dan sifat serta luasnya salah saji yang terdeteksi dalam audit sebelumnya serta harapan auditor berkaitan dengan salah saji dalam periode berjalan. Revisi Sejalan dengan Progres Audit (Ref: Para. 12) A13. Materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan (dan, jika berlaku, tingkat materialitas untuk golongan transaksi, saldo akun atau pengungkapan tertentu) mungkin perlu direvisi sebagai akibat dari perubahan kondisi yang terjadi selama proses audit (sebagai contoh, keputusan untuk melepaskan suatu bagian signifikan bisnis entitas), adanya informasi baru, atau perubahan pemahaman auditor atas entitas dan operasinya yang timbul akibat pelaksanaan prosedur audit lebih lanjut. Sebagai contoh, jika selama audit ditemukan bahwa hasil keuangan aktual kemungkinan akan berbeda secara substansial dengan hasil keuangan yang pada awalnya digunakan untuk menentukan materialitas untuk laporan keuangan secara keseluruhan, maka auditor harus merevisi materialitas tersebut....
View Full Document

This document was uploaded on 11/15/2012.

Ask a homework question - tutors are online