ED SPA 320-Materialitas dalam Tahap Perencanaan dan Pelaksanaan Audit

Sebagai contoh kerangka penyusunan dan penyajian

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: k mengasumsikan bahwa pemakai laporan keuangan: (a) Memiliki suatu pengetahuan memadai tentang aktivitas bisnis dan ekonomi serta akuntansi dan kemauan untuk mempelajari informasi yang ada dalam laporan keuangan dengan cermat; (b) Memahami bahwa laporan keuangan disusun, disajikan dan diaudit berdasarkan tingkat materialitas tertentu; (c) Mengakui adanya ketidakpastian bawaan dalam pengukuran suatu jumlah yang ditentukan berdasarkan penggunaan estimasi, pertimbangan dan pertimbangan atas peristiwa masa depan; dan 1 2 SA 450, “Evaluasi atas Salah Saji yang Teridentifikasi Selama Audit.” Sebagai contoh, “Kerangka Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan,” yang diadopsi oleh International Accounting Standards Board pada April 2001 menunjukkan bahwa, untuk entitas yang berorientasi ke laba, disebabkan investor merupakan pihak yang harus menanggung risiko modal perusahaan, maka provisi atas laporan keuangan yang dapat memenuhi kebutuhan para investor juga akan dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan pemakai laporan keuangan lain (d) Membuat keputusan ekonomi yang masuk akal berdasarkan informasi dalam laporan keuangan. 5. Konsep materialitas diterapkan oleh auditor pada tahap perencanaan dan pelaksanaan audit, s...
View Full Document

This document was uploaded on 11/15/2012.

Ask a homework question - tutors are online