27 pendekatan pseudo steady state kembali ke

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: -harga λ, ω, kf, dan lain-lain dari suatu pengujian tekanan, maka Gambaran lengkap tentang karakter reservoir ini sudah dapat diketahui pula. 27 Pendekatan Pseudo Steady State Kembali ke persamaan 1 dan 2, persamaan ini mempunyai solusi untuk reservoir yang infinite acting sebagai berikut : PDf = 1 [ln t D + 0.80908 + E i {− λt D / ω ( 1− ω )} − {− λt D / ω ( 1− ω )}] 2 Gambar 8 memperlihatkan PD vs. tD untuk sistem ini di bawah beberapa parameter, x dan w yang berbeda. Untuk menerangkan arti fisik dari kurva PD vs. log tD, yaitu segmen garis pertama ternyata sejajar segmen garis terkahir (slope = 1.15) dipisahkan oleh garis transisi di tengahnya (transition peiod). Garis dengan kemiringan 1.15 (angka ini berasal dari 1/2 x 2.303, sebagai ciri solusi untuk aliran radial di dalam hubungan PD vs. log tD), sebagai dikenal sebagai akibat respons awal yang cepat dari fractures mengalirkan fluida secara radial ke lubang bor. Perioda ini dikenal sebagai “Fractured 28 flow controlled Period”. Gambar 8 Pseudo skin factor vs. dimensionless thickness for an inclined fract 29 Gambar 9 3 “ S “ shaped characteristic of a double porosity system under pseudo steady state assumption0 Pendekatan Pseudo Steady State Setelah beberapa saat, penurunan tekanan yang terjadi cukup untuk mulai mengalirkan fluida dari matriks, sehingga pressure drop yang terjadi dapat ditahan. Dengan mengecilnya pressure drop, mengecil pulalah PD sehingga kemiringan akan mulai berkurang dari 1.15 sepanjang fluida mengalir dari matriks mampu menahannya. Perioda ini dikenal sebagai perioda transisi perioda yang mempunyai titik belok yaitu disaat mana matriks mulai melemah yang memberikan fluidanya. memberikan Pada suatu saat, tekanan pada matriks dan fracture akan mencapai keseimbangan, dan sistem akan kembali menunjukkan kemiringan 1.15. Perioda akhir ini dikenal sebagai perioda “matrix - fracture flow composite”. 31 Pendekatan Pseudo Steady State Lamanya waktu respons tekanan mulai berubah dari slope 1.15 merupakan fungsi dari lambda (λ) sedangkan panjangnya waktu dari merupakan perioda transisi ini merupakan fungsi dari omega (ω). Makin kecil λ, makin lama pulalah perioda awal dengan slope 1.15, sedangkan makin kecil harga ω, makin panjang perioda transisinya. Menurut Kazemi, telah dibuktikan bahwa : ω = Antilog (δP/m) Di mana δP adalah jarak vertikal dua garis sejajar tersebut dan m adalah kemiringannya. 32 Efek dari Incomplete Test Pada kenyataannya, jarang sekali kita mendapatkan hasil test yang secantik bentuk kedua Gambar 10. Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh wellbore storage mendominasi data awal, atau waktu pengujian yang singkat sehingga segmen “matrix - fracture flow composite” tidak tercapai. Untuk kondisi seperti di atas, Ershaghi et.al. menurunkan suatu perioda grafis untuk menentukan ω atau λ, hanya dengan mengenali titik belok (inflection point) nya dan salah satu segmen, entah itu segmen “early fractred flow controlled” (early brach) atau segmen “matrix fracture flow composite” (latr brach) didapatkan. Skematis dari pressure drawdown atau buildup dan simbul-simbul yang dipakai diperlihatkan pada Gambar 11. 33 Gambar 10...
View Full Document

This note was uploaded on 01/11/2013 for the course PETROLEUM 2121 taught by Professor Pr.pudjipermadi during the Winter '12 term at Institut Teknologi Bandung.

Ask a homework question - tutors are online