303 m pwf late pwf atau untuk drawdown tanpa late

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: Buildup curve from a fractured reservoir 34 Gambar 11 Schematics of Pressure Drawdown and Pressure Buildup Curves 35 Efek dari Incomplete Test Untuk pressure “early brach” nya tidak didapatkan FEID = 2.303 m [(Pwf * ) late − Pwf * ] atau untuk drawdown tanpa “late barch” : FDD = 2.303 m [Pwf * - (Pwf * ) early ] Kemudian ω diperkirakan dengan menggunakan Gambar 12 berdasarkan harga-harga FEID atau FDD di atas. 36 Gambar 12 Plot of two exponential integral difference function FEID and FOD 37 Efek dari Incomplete Test Untuk pressure buildup yang hanya mempunyai “early brach” FBU − early = 2.303 m [(Pws* ) early − Pws* ] atau untuk pressure bildup yang hanya mempunyai “late brach” nya saja : PBU − late = 2.303 m [Pwf * − (Pwf * ) late ] Dari persamaan 9, harga ω diperkirakan dengan menggunakan Gambar 13, sedangkan dari persamaan 10, ω diperkirakan dengan menggunakan Gambar 14. 38 Gambar 13 39 Gambar 14 40 Pendekatan Gradient Flow Model Aliran interporositas dari matriks ke fracture ada di bawah posisi “pseudo state” yang berarti bahwa tekanan di setiap titik pada blok matriks akan turun secara seragam begitu terjadi penurunan tekanan pada fracture. Asumsi dasar ini menyebabkan “S - shaped” pada zona transisi PD vs. log tD seperti pada Gambar 9. Untuk ukuran blok matriks yang besar, asumsi “pseudo steady state” tidak berlaku lagi. Di sini “fluxes” dari matriks ke fracture akan mengikuti suatu persamaan difusivitas. Maka akibatnya, penurunan tekanan akan berbanding lurus dengan gradient tekanan yang tidak konstan besarnya, tergantung kepada kondisi titik-titik yang bersangkutan di dalam blok matriks tersebut. Kondisi ini dikenal orang sebagai “unsteady state flow from matrix - to - fracture” atau lebih dikenal dengan “gradient flow model”. 41 Pendekatan Gradient Flow Model Salah satu contoh model ini diberikan oleh Lai et.al. seperto tertera pada Gambar 15. Di situ terlihat bahwa aliran pada matriksnya dapat didekati dengan “one dimensional flow model” dan kemudian diturunkan persamaan diferensial parsial sebagai berikut : ⎡ ∂P ⎤ ∂ 2PDf ∂P 1 ∂PDf + − 3λ ⎢ Dm ⎥ = Df rD ∂rD ∂r D ⎣ ∂η ⎦ η-1 ∂rD 2 Dan (pada fracture) ∂ 2 PDm 2 PDm (1 − ω ) ∂PDm + = 2 η ∂η ∂ tD λ ∂η (pada matriks) 42 D Matrix Block Basic Element Gambar 15 One Dimensional Flow Model 43 Pendekatan Gradient Flow Model di mana : 2 4k r λ = f w2 km D ω= φf Cf φf Cf + φm Cm 14 15 2Z η= D 44 Pendekatan Gradient Flow Model Gambar 16 menunjukkan solusi dari sistem dengan dua anggapan yang berbeda. Nyatalah bahwa perbedaan di antara keduanya terjadi di daerah transisi, di mana zona transisi di bawah pengaruh gradient flow model tampak lebih linier dari pada anggapan oseudo steadu state. Burdet et.al. membuat type curve seperti terlihat pada Gambar 17 yang dapat digunakan untuk memperkirakan harga-harga kf, CD, S, λ, dan ω. Menurut Burdet, (C e )f ω= (C e )f 2s D D +m 2s Sedangkan λ diperoleh dari “match curve” Xe-2s, di mana s ditentukan te...
View Full Document

Ask a homework question - tutors are online