Barulah 20 tahun kemudian tiga orang rusia barenblatt

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: akuan dan sifatsifat reservoir jenis ini secara kwantitatif. Barulah 20 tahun kemudian tiga orang Rusia, Barenblatt, Zheltov, dan Kochina, memperkenalkan konsep teori mengenai aliran fluida bawah tanah pada reservoir air yang bersifat porositas ganda. Tiga tahun kemudian konsep ini dibawakan kedunia teknik perminyakan oleh Warren dan Root. Gambar 4 sampai dengan Gambar 7 adalah idealisasi yang pernah dipakai untuk memodelkan reservoir dengan sifat porositas ganda. 18 Gambar 4 Schematic Illustration of a Naturally Fractured Reservoir and its Idealization 19 Gambar 5 Horizontaly Fractured Reservoir 20 Gambar 6 An Idealized Model od a Dual Porosity System 21 Gambar 7 An Idealized Model od a Dual Porosity System 22 Pendekatan Pseudo Steady State Menggunakan idealisasi model reservoir seperti terlihat pada Gambar 4, Warren dan Root menuliskan persamaan difusivitas untuk sistem ini. Ada suatu asumsi dasar yang dipakai oleh Warren dan Root di dalam memecahkan persoalan ini yaitu, mereka menganggap bahwa aliran dari matriks ke fracture ada di bawah kondisi “pseudo steady state”. Begitu terjadi penurunan tekanan pada fracture (karena fluidanya mengalir ke lubang bor), maka dengan segera tekanan pada setiap titik pada matriks akan turun mencapai satu tekanan rata-rata dengan membebaskan fluidanya kepada fracture. 23 Pendekatan Pseudo Steady State Persamaan diferensial parsial yang menerangkan sistem ini adalah : ∂ 2PDf 1 ∂PDf (1 − ω ) ∂PDm + ω ∂PDf + = = 2 ∂ td rD ∂ rD ∂ tD ∂ rD ∂PDm (1 − ω ) = λ (PDf − PDm ) ∂ tD (subskrip f = fracture, sedangkan m = matriks). 24 Pendekatan Pseudo Steady State PD dan tD sama dengan persamaan 6 dan 7 (pada pembahasan Aliran Fluida), hanya saja k diganti dengan kf atau km. ω = Storage capacitance coefficient =(φf Cf) / (φf Cf + φm Cm) λ = interflow porosity coefficient = αrw2 km/kf α = suatu shape factor 25 Pendekatan Pseudo Steady State Catatan : Untuk memahami parameter-parameter pada persamaan 3 dan 4 perhatikanlah hal tersebut ini : 1. Apabila ω ∼ 1, maka φm.Cm ∼ 0, berarti storage capacity pada matriks ∼ 0. Artinya semua fluida terdapat pada fractures saja. Sekarang makin kecil harga ω misalnya ω = 0.1, berati storage capacity matriks adalah 9x storage capacity fracturenya. Kalau ω = 0.01, maka storage capacity matriksnya = 99x storage capacity fracture. Kesimpulan, makin kecil harga ω, maka storage capacity matriksnya semakin besar, dan makin kecil pulalah kontribusi fracturnya terhadap “total storage” dari istem ini. 26 Pendekatan Pseudo Steady State 2. Apabila harga λ mengecil, maka km/kf mengecil. Misalnya λ =10-3, mengecil. artinya permeabilitas matriksnya kurang lebih 1000x lebih kecil dari permeabilitas fracture (anggaplah dulu λrw2 = 1 untuk contoh ini). Jadi semakin kecil harga λ, makin kecil pulalah harga permeabilitas matriksnya, yang juga berarti kemampuan matriks melalukan fluida semakin sulit. Atau minyak dari matriksnya sukar diproduksi. 3. Akhirnya, apabila kita dapat memperoleh harga...
View Full Document

This note was uploaded on 01/11/2013 for the course PETROLEUM 2121 taught by Professor Pr.pudjipermadi during the Winter '12 term at Institut Teknologi Bandung.

Ask a homework question - tutors are online