Kemudian apabila permeabilitas matriksnya juga cukup

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: a matriks dan rekahannya hampir sama besar. Kemudian apabila permeabilitas matriksnya juga cukup tinggi, maka reservoir akan mempunyai baik laju maupun recovery yang tinggi. Menurut Mc Naughton dan Garb, kombinasi yang ideal di atas menyebabkan kondisi di mana beberapa sumur produksi di Iran, misalnya, mampu berproduksi melebihi 100 juta STB. Gambar 3C memperlihatkan kasus di mana seluruh kapasitas penyimpanan fluida ada pada rekahan-rekahannya. Reservoir jenis ini dapat memberikan laju aliran yang tinggi pada saat-saat awalnya, tetapi dalam waktu yang singkat, laju aliran tersebut dapat menukik turun dengan tajam ke tingkat yang tidak ekonomis lagi untuk diproduksikan. Mengingat hal-hal yang telah dipaparkan di atas, seorang ahli teknik perminyakan haruslah mempunyai pengetahuan yang menyeluruh tentang sifatsifat dan kelakuan reservoir jenis ini untuk perencanaan, peramalan dan 14 pengembangan suatu reservoir rekah alami ini. Karakteristik Reservoir Rekah Alami Beberapa hal yang harus selalu dipertanyakan dan dianalisa di dalam menangani reservoir jenis ini adalah : 1. Di manakah fluida hidrokarbon ini dikandung ? Apakan sebagian besar ada pada matriks ataukah di rekahan-rekahannya ? Atau matriks dan rekahan sama-sama berpotensi mengandung fluida. 2. Kalau fluida yang ada terkandung di dalam matriks, seberapa jauh kemudahan kemudahan matriks tersebut mengeluarkan fluidanya untuk diproduksi ? 3. Berapakah permeabilitas rekahannya, yang juga mengGambarkan kemampuan berproduksinya sistem tersebut ? 15 Karakteristik Reservoir Rekah Alami Ketiga pertanyaan kunci tersebut dapat dijawab respons tekanan terhadap suatu fungsi waktu yang pengujian sumur (well test). dengan didapat menganalisa sebagai hasil Akan diterangkan bahwa pertanyaan pertama akan berhubungan dengan “Storage Capacitance Coefficient (ω, omega)”, pertanyaan kedua berhubungan dengan “Interflow Porosity Coefficient (λ, lambda)”, dan pertanyaan yang ketiga berhubungan dengan “Fracture Permeability (kf)”. Ketiga parameter tersebut dapat dievaluasi dari hasil-hasil suatu well test. 16 Kelakuan Sentara Rekah Alami Tekanan pada Reservoir Ulasan klasik yang merupakan konsep mendasar tentang kalakuan aliran fluida pada reservoir rekah alami diberikan oleh Muskat (1937). Ia menuliskan bahwa “the main body of the reservoir feeds its fluid inti the highly permeable fractures, these latter bringing the fluid directly or by a complex interconnection into the outlet well”. Konsep ini nantinya dikenal sebagai “Double Porosity Concept” atau sistem porositas ganda, sebagai akibat adanya sistem matriks dan fracture yang berinteraksi. Asumsi dasar tersebut, di mana matriks mengalirkan fluidanya kepada rekahan-relahan yang ada kemudian hanya rekahan (fractures) lah yang mengalirkan fluida tersebut ke lubang bor, tetap dipakai sebagai acuan dasar oleh para peneliti dibidang ini untuk menerangkan pola aliran dan sentara tekanan pada reservoir rekah alami. 17 Kelakuan Sentara Rekah Alami Tekanan pada Reservoir Pada saat pertama Muskat memperkenalkan konsepnya, belum ada persamaan ataupun korelasi yang dapat menerangkan kel...
View Full Document

This note was uploaded on 01/11/2013 for the course PETROLEUM 2121 taught by Professor Pr.pudjipermadi during the Winter '12 term at Institut Teknologi Bandung.

Ask a homework question - tutors are online