Acara 2 Pengukuran Iklim Mikro.docx - A TUJUAN a Mahasiswa...

This preview shows page 1 - 3 out of 7 pages.

A. TUJUAN a. Mahasiswa mampu memahami iklim mikro. b. Mahasiswa mampu menghitung kelembaban udara berdasarkan suhu. B. ALAT DAN BAHAN a. Alat Alat Tulis Penggaris Kertas A4 Jarum b. Bahan Peta Universitas Negeri Malang Data pengukuran suhu termometer basah dan kering C. DASAR TEORI Klimatologi ialah kajian mengenai perubahan iklim di atmosfer dalam jangka panjang di daerah tertentu. Klimatologi ini biasanya mengukur rata-rata temperatur, kelembaban, curah hujan, angin, dan tekanan atmosfer. Jangka waktu klimatologi biasanya dari hari sampai ke tahun (Rusbiantoro, 2008). Iklim sendiri merupakan keadaan hawa dan cuaca (hujan, dsb) pada suatu daerah. Iklim dibedakan antara iklim makro dan iklim mikro. Iklim makro berkaitan dengan peristiwa meteorologis di atmosfer dan di permukaan bumi dalam lingkup daerah yang luas, seperti di atas benua dan samudra. Iklim mikro adalah iklim dilapiskan udara dekat permukaan bumi dalam lingkup terbatas, seperti ruang-ruang di dalam bangunan dan ruang luar sekitar bangunan tidak lebih dari beberapa ratus meter. Selain terpengaruh iklim makro, iklim mikro juga terpengaruh oleh peristiwa alami di atas permukaan bumi seperti radiasi pantulan dari permukaan bumi, dan gerakan angin akibat terhalang benda-benda di
permukaan bumi. Terdapat tiga unsur-unsur alam yang menentukan iklim, yaitu: radiasi matahari, angin, dan kelembaban dalam bentuk uap air, hujan dan salju (Frick et.al., 2008). Menurut Benjamin (1994) kelembaban adalah konsentrasi uap air di udara. Angka konsentasi ini dapat diekspresikan dalam kelembapan absolut, kelembapan spesifik atau kelembapan relatif. Alat untuk mengukur kelembapan disebut higrometer. Sebuah humidistat digunakan untuk mengatur tingkat kelembapan udara dalam sebuah bangunan dengan sebuah pengawal lembab (dehumidifier). Dapat dianalogikan dengan sebuah termometer dan termostat untuk suhu udara. Perubahan tekanan sebagian uap air di udara berhubungan dengan perubahan suhu. Konsentrasi air di udara pada tingkat permukaan laut dapat mencapai 3% pada 30 °C (86 °F), dan tidak melebihi 0,5% pada 0 °C (32 °F). Kandungan uap air dalam udara hangat lebih banyak daripada kandungan uap air dalam udara dingin. Jika udara banyak mengandung uap air didinginkan maka suhunya turun dan udara tidak dapat menahan lagi uap air sebanyak itu.Uap air berubah menjadi titik-titik air. Udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh. Kelembaban udara pada ketinggian lebih dari 2 meter dari

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture