Fluktuasi ini dapat dilihat dari luasnya sebaran

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: uatif dan yang paling fluktuatif adalah dividen. Fluktuasi ini dapat dilihat dari luasnya sebaran nilai antara nilai minimum dan maksimum dalam setiap variabel. FCF memiliki rata rata 0.1377, tetapi nilainya berkisar mulai dari -2.64 sampai dengan 161.52 artinya perusahaan menghasilkan aliran kas bebas yang beragam 161.52 Mean FCF_R 4.94800 mulai dari aliran kas negatif dan positif. Ratarata leverage sebesar 0.7488 dengan nilai minimum 0 sampai maksimum 163.23 artinya setiap perusahaan memiliki kebijakan yang berbeda mulai dari mengandalkan modal sendiri hingga hampir seluruh kegiatan perusahaan dibiayai dari hutang, dan hal ini juga berpengaruh pada nilai dividen dimana ada perusahaan yang tidak membagikan 76 Jurnal Ilmiah Ranggagading, Vol. 12 No. 1, April 2012 deviden sampai perusahaan yang membagikan dividen tetapi dengan jumlah yang sangat beragam tergantung dari kinerja perusahaan. Pada periode 2003-2010, perusahaan non keuangan memiliki rata rata nilai pemegang saham sebesar 1.226 dengan nilai berkisar dari 0.004 sampai 289.35 yang menunjukkan disparitas cukup lebar. 4.2. Uji Asumsi Klasik Pengujian gejala asumsi klasik dilakukan agar hasil analisis regresi memenuhi kriteria BLUE (best linear unbiased estimator). Uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas data, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas dan uji multikolinearitas. a. Uji Normalitas Berdasarkan hasil pengolahan data didapatka nilai P-value yaitu Asymp.Sig (2tailed) sebesar 0,813 lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa residual data telah memenuhi asumsi distribusi normal, sehingga data telah terdistribusi normal. Uji Multikolinieritas Berdasarkan metode pengujian variance inflation factor (VIF) pada tabel 3, diperoleh nilai VIF berkisar 1 atau kurag dari 10 sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinieritas. b. Tabel 3. Hasil Pengujian Multikolinieritas Coefficients(a) Collinearity Statistics Tolerance VIF 1.006 1.002 1.008 Model LEV DEV_R 1 FCF a Dependent Variable: SHV c. Uji Heteroskedastisitas Pengujian dilakukan dengan uji Spearman’s Rho diketahui nilai signifikansi berkisar antara 0.54–0,97 atau lebih dari 0.05, maka dapat disimpulkan tidak ditemukan adanya masalah heteroskedastisitas. d. Uji Autokolerasi Berdasarkan metode pengujian Durbin Watson (uji DW) didapatkan nilai DW sebesar 1.723 atau mendekati dua sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat masalah autokolerasi 4.3. Pengujian Hipotesis .994 .998 .992 4.3.1. Pengujian Hipotesis 1 Berdasarkan hasil perhitungan pada tabel 4, terlihat bahwa koefisien regresi secara simultan memiliki nilai F hitung sebesar 0.0000 artinya secara bersama sama variabel FCF, DEV dan LEV b...
View Full Document

This document was uploaded on 02/03/2014.

Ask a homework question - tutors are online