proyekkk.docx - INSTRUMEN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIA...

This preview shows page 1 - 4 out of 10 pages.

The preview shows page 2 - 4 out of 10 pages.
INSTRUMEN HAK ASASI MANUSIA DI INDONESIAMakalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Syariah dan Hak Asasi Manusia,dengan diampu oleh;M. Faiz Nashrullah, M.H.Dibuat Oleh :Muhammad Fahrun Nizam (18220171)JURUSAN HUKUM EKONOMI SYARIAH FAKULTAS SYARI’AH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG2020KATA PENGANTARPuji serta syukur kehadirat Allah SWT tuhan semesta alam yang telah memberikankepada kita semua nikmat kesehatan, keselamatan serta umur panjang hingga kita masih bisamengemban amanatnya untuk menjadi kholifatan fil ard. Selalu dan senantiasa kita ucapakansholawat kepada baginda nabi kita Muhammmad SAW yang dengan beliaulah kita dapatmerasakan nikmat iman serta nikmat islam.Pada kesempatan yang sangat berbahagia ini saya sebagai penyusun dari makalah iniingin mengajak teman-teman untuk berdiskusi dan mengulas bersama materi pada matakuliah Syariah dan HAM mengenai“INSTRUMEN HAM Di INDONESIA”.Dengan disusunnya makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan bagi penuliskhususnya pun juga bagi pembaca, dengan tujuan awal semoga dengan terbuatnya makalahini menambah ilmu pengetahuan kita menjadi lebih baik. Dengan sedemikian rupa makalahini dibuat, dan juga masih banyak kekurangan dalam pembuatannya saya selaku penulismemohon maaf dan terima kasih.24 November 2020
BAB IPENDAHULUANA.Latar BelakangKejatuhan rezim otoritarian Orde Baru berpengaruh besar terhadapnstrumentasi hukum HAM dan pembetukan lembaga-lembaga perlindungan HAMpasca reformasi. Sistemik dan meluasnya pelanggaran HAM yang dilakukan olehaparat negara dan tidak adanya penyelesaian hukum karena hegemoni danpenundukan kekuasaan di era Orde Baru mendorong pada massifitas gugatanmasyarakat untuk merombak terhadap instrumen hukum, mereformasi kelembagaandan membentuk kelembagaan baru yang menjadi media pelindung dan pengontrolkekuasaan pemerintah sehingga tidak diskriminatif dan koruptif.Protes dan gugatan masyarakat yang begitu marak pada tahun 1997 dan 1998akhirnya menjatuhkan kekuasaan rezim Orde Baru yang begitu kokoh, sentralistik danhegemonik. Tidak ada pengamatan yang kuat bahwa rezim Soeharto akan jatuh.Tetapi semuanya pasti akan terjadi jika situasi dan kondisi masyarakat tidakterkontrol. Dalam konteks ini sangat jelas betapa sosial masyarakat berpengaruhpenting terhadap perubahan sistem betapapun kuatnya kekuasaan negara. Tidak adasistem dan kekuasaan yang abadi, yang abadi ialah perubahan sosial.Setelah rezim Orde Baru jatuh, terjadi respon yang begitu cepat, B.J Habibie sebagaiPresiden pertama era reformasi mengumumkan prioritas utama pemerintahannyaantara lain mencabut berbagai aturan pembatasan HAM seperti UU No.11/PNPS/Tahun 1965, pelepasan sejumlah tahanan politik dan memperbaiki sistemPemilu di Indonesia. Setelah rezim Orde Baru jatuh, juga terjadi instrumentasihukum HAM seperti TAP MPR No. XVII/MPR/1998 tentang HAM, UU No. 39 tahun1999 tentang HAM, UU No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, ratifikasi dan

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 10 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Term
Spring
Professor
N/A
Tags

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture