Diktat_Prosedural_13_StudiKasus

96 insertlast p3p1p2 nextp1 nextp2 77 insertlast

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: 3 2 1 P(I) 9 7 4 5 4 3. Menjumlahkan dua buah polinom P1 dan P2 dan menyimpan hasilnya pada P3: Menjumlahkan dua buah polinom adalah menjumlahkan suku yang berderajat sama. Maka prosesnya adalah "merging" dua buah list linier yang terurut dan setiap suku P1 dan P2 dianalisis kasusnya: - derajat P1 sama dengan derajat P2, jumlahkan dan sisipkan pada P3, maju ke suku P1 dan P2 yang berikutnya - derajat P1 < derajat P2: sisipkan suku P1 pada P3, maju ke suku P1 yang berikutnya - derajat P1 > derajat P2: sisipkan suku P2 pada P3, maju ke suku P2 yang berikutnya Contoh: Jika diberikan : P1: <9,4>,<7,4>, <5,5>, <4,-9> <3,2>, <2,1>, <0,10> P2: <9,2>, <7,3>, <4,1>,<1,2> Maka urutan pembentukan P3 adalah : <9,6> InsertLast (P3,P1+P2), Next(P1), Next(P2) <7,7> InsertLast (P3,P1+P2), Next(P1), Next(P2) <5,5> InsertLast (P3,P1), Next(P1) <4,-8> InsertLast (P3,P1+P2), Next(P1), Next(P2) <3,2> InsertLast (P3,P1), Next(P1) <2,1> InsertLast (P3,P1), Next(P1) Oleh: Inggriani Liem/Revisi bab oleh: Tim IF2030 sem. 1 2011-2012/Tgl. Revisi: 21 Nov 2011 11 Draft Diktat Struktur Data Hanya untuk digunakan di lingkungan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB <1,2> InsertLast (P3,P2), Next(P2) <0,10> InsertLast (P3,P1), Next(P1) Keadaan akhir P3 : <9,6>,<7,7>,<5,5>,<4,-8>,<3,2>,<2,1>,<1,2>, <0,10> Dengan catatan bahwa InsertLast (P3, P1+P2) adalah penyisipan harga koefisien suku P1+P2 sebagai elemen terakhir P3, dan P3 diinisialisasi sebagai list kosong. Karena penyisipan selalu pada akhir list, alamat elemen terakhir list P3 selama proses berlangsung layak untuk disimpan. Algoritma merging yang akan dipakai adalah versi "AND". 4. Mengurangi dua buah polinom P1 dan P3: Idem dengan menjumlahkan, hanya operasi penjumlahan diganti operasi pengurangan Contoh: Jika diberikan : P1: <9,4>,<7,4>, <5,5>, <4,-9> P2: <9,2>, <7,3>, <4,1>,<3,2>, <2,1>, <1,2>, <0,10> maka urutan pembentukan P3 adalah sebagai berikut: <9,2> InsertLast(P3,P1-P2), Next(P1), Next(P2) <7,1> InsertLast(P3,P1-P2), Next(P1), Next(P2) <5,5> InsertLast(P3,P1), Next(P1) <4,-10> InsertLast(P3,P1-P2), Next(P1), Next(P2) <3,-2> InsertLast(P3,P2), Next(P2) <2,-1> InsertLast(P3,P2), Next(P2) <1,-2> InsertLast(P3,P2), Next(P2) <0,-10> InsertLast(P3,P2), Next(P2) Dan keadaan akhir P3 adalah : <9,2>, <7,1>, <5,5>, <4,-10>, <3,-2>, <2,-1>, <1,-2>, <0,-10> 5. Membuat turunan dari sebuah polinom: Prosesnya adalah proses sekuensial, traversal list P, untuk setiap suku ke-i, i >0: yaitu ai xi pada polinom P, dihitung i * ai dan disisipkan P1 sebagai suku ke(i-1). Seperti pada proses penjumlahan, list P1 dibentuk dengan penyisipan elemen terakhir, dan P1 diinisialisasi sebagai list kosong. Karena penyisipan selalu pada akhir list, maka alamat elemen terakhir list P1 selama proses berlangsung layak untuk disimpan. Contoh:...
View Full Document

Ask a homework question - tutors are online