Diktat_Prosedural_13_StudiKasus

Peristiwa ini mengharuskan delete salah satu elemen

Info iconThis preview shows page 1. Sign up to view the full content.

View Full Document Right Arrow Icon
This is the end of the preview. Sign up to access the rest of the document.

Unformatted text preview: ka ITB I.S. : X adalah ukuran zone, bilangan positif dan IAw adalah alamat blok awal zone tersebut, dengan IAw ∈ [1..NB-X], Blok dengan indeks IAw s.d. IAw+X-1 pasti berstatus ISI. F.S. : Tabel status memori dengan indeks blok IAw..IAw+X-1 menjadi KOSONG. Proses : Sebuah zone berukuran X dan bebawal pada blbk IAw didealokasi (statusnya dijadikan KOSONG). Tergantung kepada posisi zone yang hendak dialokasi terhadap elemen list zone kosong yang ada, proses dealokasi dapat menyangkut beberapa kasus, dan setiap kasus diberikan ilustrasinya sebagai berikut: • Elemen pertama list, dalam hal ini masih dibedakan lagi menjadi dua macam kasus: - Hanya mengubah elemen pertama list (update first), karena ternyata blok yang didealokasi menjadi satu zone kontigu dengan zone kosong yang merupakan elemen petama list. I.S.: F.S.: - Menyisipkan sebuah elemen list baru sebagai elemen pertama (insert first), karena blok yang didealokasi tidak kontigu dengan zone kosong pertama dan letaknya sebelum zone kosong pertama. I.S.: F.S.: • Elemen terakhir list, dalam hal ini masih dibedakan lagi menjadi dua macam kasus: - Hanya mengubah elemen terakhir list (update last), karena ternyata blok yang didealokasi menjadi satu zone kontigu dengan zone kosong yang merupakan elemen terakhir list. I.S.: F.S.: - Menyisipkan sebuah elemen list baru sebagai elemen terakhir (insert last), karena blok yang didealokasi tidak kontigu dengan zone kosong pertama, dan letaknya sebelum zone kosong pertama I.S. F.S . Oleh: Inggriani Liem/Revisi bab oleh: Tim IF2030 sem. 1 2011-2012/Tgl. Revisi: 21 Nov 2011 49 Draft Diktat Struktur Data Hanya untuk digunakan di lingkungan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB • Elemen list yang bukan merupakan elemen terakhir dan juga bukan elemen terakhir, dalam hal ini masih dibedakan lagi menjadi empat macam kasus: - Blok yang didealokasi dengan dua buah elemen list suksesif yang disebut KIRI dan KANAN menjadi sebuah zone kontigu karena blok yang didealokasi persis “di tengah” antara dua buah zone kontigu yang sudah ada. Peristiwa ini mengharuskan delete salah satu elemen yang sudah ada dan melakukan update terhadap elemen yang lain. Misalnya delete KANAN, update KIRI. Akan dipilih delete KANAN, update KIRI. KIRI KANAN I.S.: F.S.: - Blok yang didealokasi terletak di antara dua buah zone kontigu yang sudah ada (misalnya KIRI dan KANAN), dan tidak kontigu dengan kedua zone tersebut. Peristiwa ini mengakibatkan insert sebuah elemen list baru yang mewakili zone didealokasi, di antara elemen list yang mewakili zone bebas KIRI dan KANAN (insert after KIRI, dan KIRI adalah predesesor kanan) KIRI KANAN I.S. F.S. - Blok yang didealokasi ternyata membentuk sebuah zone kontigu dengan elemen list yang sudah ada, dan terletak sesudah sebuah elemen list KIRI. Peristiwa ini menyebabkan update KIRI. KIRI KANAN I.S.: F.S.: - Blok yang didealokasi ternyata membentuk sebuah zone kontigu dengan elemen list yang sudah ada, dan terletak sebelum sebuah elemen list KANAN. Peristiwa ini menyebabkan update KANAN. Oleh: Inggriani Liem/Revisi bab oleh: Tim IF2030 sem. 1 2011-2012/Tgl. Revisi: 21 Nov 2011 50 Draft Diktat Struktur Data Hanya untuk digunakan di lingkungan Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB KIRI KANAN I.S.: F.S.: Kesimpulannya adalah bahwa proses dealokasi dengan representasi ini dapat menjadi sebuah proses yang sangat rumit dan menimbulkan banyak kasus dibandingkan dengan proses dealokasi pada representasi kontigu! procedure GarbageCo...
View Full Document

This document was uploaded on 03/15/2014 for the course IF 2030 at Institut Teknologi Bandung.

Ask a homework question - tutors are online