BAB I.pdf - BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Masalah...

This preview shows page 1 - 4 out of 15 pages.

1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Indonesia adalah negara kepulauan atau negara maritim terbesar didunia. Yang memiliki garis pantai sepanjang 81.0000 km dengan pulau 17.508, dimana sekitar 70% adalah wilayah teritorial berupa laut. Dengan perairan laut seluas total 5,8 juta km 2 , Indonesia menyimpan potensi sumberdaya yang sangat melimpah. Oleh sebab itu, sebagian besar masyarakat tinggal dan menempati daerah wilayah pesisir dan menggantungkan hidupnya dari sektor perikanan sebagai nelayan. Dalam hal kependudukan, Indonesia termasuk negara dengan jumlah dan pertumbuhan penduduk yang besar. Hal ini pula yang menjadi keunggulan Indonesia dilihat dari segi kependudukannya. Jumlah keseluruhan penduduk Indonesia pada tahun 2017 sebesar -+ 260 juta jiwa. Keadaan jumlah penduduk sebesar itu, tentu memerlukan perhatian yang besar dari pemerintah/negara atau lembaga terkait untuk dapat memenuhi kebutuhan penduduknya, agar jumlah penduduk yang besar ini dapat berperan sebagai sumber daya pembangunan di tanah air. Jumlah penduduk di setiap wilayah/provinsi maupun pulau juga berbeda-beda, demikian juga dengan angka pertumbuhan yang berbeda pula. Dengan latar belakang historis sebagai bangsa maritim, Indonesia sangat berpotensi mengulang masa kejayaannya dengan mengembangkan
2 sumberdaya perikanan. Namun, kurangnya kreatifitas dalam memanfaatkan melimpahnya sumberdaya ikan yang ada, khususnya di bidang perikanan, menyebabkan sangat lambatnya recovery/lambatnya perekonomian nasional. Kabupaten Trenggalek merupakan salah satu daerah yang memiliki sumberdaya laut. Menurut data dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Trenggalek memiliki panjang pantai 96,00 Km, memiliki pulau-pulau kecil sebanyak 57 buah, kawasan terumbu karang 165,00 Ha, dan kawasan hutan bakau 169,55 Ha. 1 Para pakar ekonomi sumberdaya melihat kemiskinan nelayan lebih banyak disebabkan karena faktor-faktor social ekonominya yang terkait karakteristik sumberdaya serta teknologi yang digunakan. Faktor yang dimaksud membuat nelayan tetap dalam kemiskinannya. Pengalaman selama ini telah menunjukkan bahwa tidak mudah mengatasi kemiskinan yang membelenggu nelayan di berbagai segi kehidupan. Kesulitan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional disebabkan oleh sejumlah faktor kelemahan. 2 Pengetasan kemiskinan masyarakat nelayan dapat dilakukan dengan pengembangan koperasi nelayan. Koperasi perikanan yang keanggotaanya terdiri dari masyarakat nelayan disetiap lokasinya memiliki tempat dan kedudukan penting dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Masyarakat nelayan serta koperasi tetap memegang solidaritas serta adat dan budaya yang berkenaan dengan pemanfaatan sumberdaya perikanan. 1 2 Kusnadi, Konflik Sosial Nelayan, Kemiskinan dan Perebutan Sumberdaya Perikanan, (Yogyakarta: LKIS, 2002) hal. 19
3 Kehidupan masyarakat nelayan yang masih memungut perikanan laut memang masih perlu lebih banyak diperhatikan oleh pemerintah melalui koperasi dibandingkan dengan mereka yang memiliki usaha tambak-tambak dan perikanan darat.

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture