Pengaruh Content Marketing di Media Sosial Tiktok terhadap Minat Beli Generasi Millennial.docx

This preview shows page 1 - 4 out of 8 pages.

PengaruhContentMarketingdi Media Sosial Tiktok terhadap Minat Beli GenerasiMillennial (Studi Kasus pada e-commerce Shopee)Pramesthy Kaulaswara Annur0191132002STIE Dewantara1
ABSTRAKKehadiran aplikasi TikTok juga dimanfaatkan oleh Shopee sebagai salah satumarketplace dengan basis konsumen cukup luas. Shopee melihat peluang promosi yangdapat dijalankan secara kreatif. Berbagai inovasi konten banyak mendapatkan perhatianyang lebih dari khalayak sasaran, salah satunya kreativitas masyarakat membuatkonten/video dengan hastag #Shopeehaul. Fokus dalam penelitian ini adalah menelaahpengaruh content marketing di media sosial TikTok terhadap minat beli generasimillennial dengan menggunakan analisis teori jarum hipodermik. Pendekatan penelitianyang digunakan adalah kuantitatif, dengan analisis data regresi linier. Respondenpenelitian merupakan generasi milenial dengan rentang umur 25 - 40 tahun yangmemiliki akun media sosial Tiktok berjumlah 97 responden. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa, terdapat korelasi sangat kuat secara signifikan dan positif antaraadanya terpaan iklan pada konten video dengan hashtag #Shopeehaul di media sosialTikTok memiliki terhadap perilaku konsumtif generasi millennial sebesar 0,854 (85,4%).Selain itu, hasil penelitian menunjukkan pengaruh terpaan iklan pada konten videodengan hashtag #Shopeehaul di media sosial TikTok terhadap perilaku konsumtifgenerasi milenial. Melihat dari aspek-aspek terpaan iklan, maka aspek frekuensi menjadiaspek yang paling berpengaruh terhadap munculnya perilaku konsumtif pada generasimilenial. Adanya terpaan iklan pada aspek frekuensi, menjadikan iklan akan tampakmenarik dan lebih sering dilihat melalui pesan-pesan melalui konten video denganhashtag #Shopeehaul di media sosial TikTok. Dengan demikian, frekuensi dinilai dapatmenyampaikan iklan yang akan selalu diterima.2
A. PendahuluanPada era globalisasi saat ini tidak dipungkiri bahwa perkembangan kegiatanbisnis sebuah perusahaan dalam kondisi yang semakin kompetitif. Kompetisi yangtinggi dalam dunia bisnis menuntut suatu perusahaan untuk lebih kreatif danmemiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) dibandingkan denganperusahaan lain agar mampu bersaing dalam bisnis global (Hariyati et al., 2019).Setiap perusahaan dituntut untuk dapat berkomunikasi secara baik denganberbagai pihak untuk kelancaran bisnisnya, salah satunya adalah dengankonsumen, atau calon konsumen dan partner bisnis. Selain itu, perusahaan jugaharus dapat menciptakan strategi-strategi komunikasi dalam memasarkanperusahaannya secara matang dan terencana agar mampu bersaing denganperusahaan lainnya.

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

End of preview. Want to read all 8 pages?

Upload your study docs or become a

Course Hero member to access this document

Term
Spring
Professor
N/A
Tags

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture