Pengendalian intern dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang dijalankan

Pengendalian intern dapat didefinisikan sebagai suatu

This preview shows page 12 - 15 out of 22 pages.

Pengendalian intern dapat didefinisikan sebagai suatu proses yang dijalankan oleh dewan komisaris, manajemen dan personel lain yang didesain untuk memberikan keyakinan memadai tentang pencapaian tujuan terkait operasi, pelaporan dan kepatuhan (COSO, 2012). Dengan dikeluarkannya Undang-Undang No.1 Tahun 2004 dan Peraturan Pemerintah No.58 Tahun 2005. Ditetapkan bahwa setiap instansi pemerintah harus mengembangkan sistem pengendalian intern. Penjelasan dan ketentuan lain yang menjabarkan menyebutkan bahwa sistem pengendalian intern terdiri dari 5 komponen yaitu lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi serta monitoring. Hal ini berarti bahwa konsep pengendalian intern versi COSO diterapkan pada sektor pemerintahan di Indonesia. Penelitian Simona dan Gheorge (2012) menyatakan bahwa untuk mengurangi risiko kesalahan baru dalam suatu pekerjaan, perlu menerapkan
Image of page 12
13 sistem pengendalian internal, manajemen dan pengembangan prosedur yang jelas. Senada dengan penelitian Suciu dan Barsan (2013) menyatakan bahwa suatu organisasi sektor publik perlu didukung oleh pengendalian internal dan kompetensi SDM yang memadai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Penelitian Dragos (2015) menyebutkan sistem pengendalian internal yang terintegrasi dengan manajemen umum dan dijalankan sesuai prosedur, sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi secara ekonomis, efektif dan efisien. Shabrina (2014) mengemukakan bahwa program pengamanan aset harus dilakukan secara efektif, baik pengamanan secara administrasi, pengamanan secara fisik maupun pengamanan secara hukum. Berdasarkan uraian diatas, hipotesis yang diajukan pada penelitian ini adalah sebagai berikut: H2 : Pengendalian intern manajemen BMD berpengaruh positif terhadap keandalan informasi BMD METODOLOGI PENELITIAN Metode Penelitian Penelitian ini ditunjukan untuk menggambarkan konsep dan fakta yang ada pada objek penelitian, serta menganalisis, memberikan penjelasan, dan menarik kesimpulan atas hubungan antara kompetensi SDM pengelola BMD, pengendalian intern manajemen BMD, dan keandalan informasi BMD pada SKPD Pemerintah Kabupaten Cirebon. Lokasi, Subjek dan Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di PEMDA Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, subyek pada penelitian ini adalah satuan kerja perangkat daerah (SKPD), dengan objek penelitian meliputi kompetensi SDM pengelola BMD, pengendalian intern manajemen BMD dan keandalan informasi BMD.
Image of page 13
14 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Kabupaten Cirebon berjumlah 72 SKPD, yang terdiri dari Sekretariat/ Inspektorat/Badan/Dinas/Pol PP/Rumah Sakit/Kecamatan, yang kemudian dijadikan sebagai unit analisis dalam penelitian ini. Responden pada penelitian ini merupakan aparatur yang bertugas dan memiliki kewenangan sebagai pengelola BMD pada SKPD. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling . Tiap unit analisis diwakili oleh 1 orang responden yaitu pengelola BMD.
Image of page 14
Image of page 15

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 22 pages?

  • Fall '18
  • Bambang SBI

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture