9 Ekonomi kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian nasional

9 ekonomi kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap

This preview shows page 20 - 23 out of 74 pages.

9 Ekonomi kreatif tidak hanya berkontribusi terhadap perekonomian nasional, tetapi juga berperan dalam penguatan citra dan identitas bangsa, mengembangkan sumber daya yang terbarukan, menumbuhkembangkan kreativitas yang mendorong inovasi, dan tidak kalah pentingnya membawa dampak sosial positif, termasuk peningkatan kualitas hidup, pemerataan kesejahteraan, dan peningkatan toleransi sosial. 10 Ekonomi kreatif merupakan sektor berbasis kreativitas yang menggunakan ide dan pengetahuan sebagai input utama untuk menciptakan 8 Mari Elka Pangestu, Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru Indonesia Menuju 2025 , (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, 2014), hlm. xvii. 9 Ibid., hlm. 18. 10 Ibid ., hlm. 42.
Image of page 20
6 inovasi karya dan produk kreatif dengan nilai tambah yang lebih tinggi dan berdaya saing. Peran kreativitas dapat dilihat dari produk kerajinan. Dengan adanya kreativitas dan inovasi, produk kerajinan yang konvensional dapat dikembangkan menjadi produk craft-design ataupun art-craft yang bernilai tambah tinggi, dan traditional craft dapat dikembangkan menjadi produk kerajinan garda depan dengan membuka ruang bagi karya-karya eksperimental yang menghasilkan karya dengan konsep jauh kedepan. 11 Ekonomi kreatif merupakan pengembangan konsep berdasarkan aset kreatif yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 12 Kendala atau permasalahan-permasalahan umum UMKM yang sering terjadi adalah keterbatasan modal kerja maupun investasi, kesulitan-kesulitan Ekonomi kreatif dapat digunakan untuk mempertahankan usaha yang mereka miliki dengan cara menciptakan inovasi dan kreasi atas produk yang mereka pasarkan. Setidaknya produk mereka memiliki ciri khas yang dapat diingat oleh konsumen ketika berkunjung ke suatu daerah atau kota tertentu. Kreativitas menjadi penting karena dengan adanya kreativitas suatu produk yang biasa hanya menghasilkan nilai yang biasa, dengan kreativitas produk biasa tersebut dapat menjadi kemungkinan-kemungkinan baru yang bernilai ekonomi lebih dan memberi hidup yang lebih baik. UMKM di wilayah Yogyakarta merupakan pondasi atau tulang punggung perekonomian. Karena hal tersebut, sampai saat ini masih banyak pengusaha usaha kecil dan menengah yang masih bertahan dengan usahanya. 11 Mari Elka Pangestu, Ekonomi Kreatif: Kekuatan Baru ..., hlm. 68. 12 John Howkins, The Creative Economy... , hlm. 22.
Image of page 21
7 dalam pemasaran, distribusi dan pengadaan bahan baku serta input lainnya, keterbatasan akses informasi mengenai peluang pasar dan lainnya, keterbatasan pekerja dengan keahlian tinggi (kualitas SDM rendah) dan kemampuan teknologi, biaya transportasi dan energi yang tinggi, keterbatasan komunikasi, biaya tinggi akibat prosedur administrasi dan birokrasi yang kompleks khususnya pengurusan izin usaha, dan ketidakpastian akibat peraturan dan kebijaksanaan ekonomi yang tidak jelas dan tidak menentu arahnya.
Image of page 22
Image of page 23

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 74 pages?

  • Summer '18
  • Agus Setiawan

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture