Obat orphan selama tahun 2018 2022 diproyeksikan mengalami peningkatan rata

Obat orphan selama tahun 2018 2022 diproyeksikan

This preview shows page 46 - 48 out of 81 pages.

Obat orphan selama tahun 2018-2022 diproyeksikan mengalami peningkatan rata-rata sebesar 11,85% per tahun seiring pengembangan produk yang dilakukan oleh pelaku industri secara berkelanjutan. Segmen penjualan obat generik dan obat resep lainnya selama tahun 2018-2022 diproyeksikan akan mengalami masing-masing peningkatan dengan rata-rata sebesar 5,48% dan 5,35% per tahun.
Image of page 46
26 Gambar 2-8 : Proyeksi Penjualan Obat Resep Global (dalam miliar US$) 84 89 95 100 104 138 151 169 192 216 608 631 663 706 749 2018P 2019P 2020P 2021P 2022P Obat resep - generik Obat resep - orphan Obat resep lainnya Sumber : World Preview 2018 , Outlook to 2024, Edisi ke-11 , Evaluate Pharma, Juni 2018 Berdasarkan Informasi APBN 2019 Kemenkeu RI, Pemerintah tetap menjaga alokasi anggaran kesehatan sesuai amanat undang-undang sebesar 5% dari belanja negara. Anggaran kesehatan dalam APBN 2019 adalah sebesar Rp123,1 triliun, mengalami peningkatan sebesar 14,8% dibanding dengan tahun 2018. Kebijakan Pemerintah terkait penggunaan anggaran kesehatan adalah untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, penguatan penanganan stunting (gangguan pertumbuhan karena kekurangan gizi), penguatan program promotif, preventif dan menjaga keberlanjutan program JKN. Salah satu output prioritas yang akan dicapai dalam penggunaan alokasi anggaran kesehatan dalam APBN 2019 terkait program JKN adalah perluasan cakupan peserta PBI. Jumlah peserta PBI dari APBN 2019 direncanakan sebanyak 96,8 juta, mengalami peningkatan sebesar 4,76% dibanding dengan rencana dalam APBN 2018. Untuk program perlindungan sosial, kebijakan Pemerintah antara lain memastikan pemerataan pelayanan kesehatan dan penyebaran obat. Peningkatan jumlah anggaran kesehatan dan kebijakan Pemerintah terkait program JKN dan program perlindungan sosial diperkirakan akan mendorong pertumbuhan sektor ekonomi terkait, khususnya industri farmasi. Dari sisi investasi, Pemerintah memiliki sejumlah kebijakan untuk mendorong industri farmasi untuk berinvestasi di sektor bahan baku dan teknologi farmasi karena menurut Kementerian Kesehatan, lebih dari 95% kebutuhan bahan baku dan teknologi masih impor. Kebijakan tersebut adalah insentif, seperti pemotongan pajak bagi industri yang menanamkan modal untuk riset dan kemudahan proses perizinan. Investasi bahan baku farmasi pada masa mendatang akan lebih diarahkan ke industri berbasis riset dan diprioritaskan untuk bahan baku yang jarang diproduksi di dunia atau bahan baku first generic. Dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (“ RIPIN ”) 2015-2035, industri farmasi, kosmetik dan alat kesehatan termasuk kedalam program pengembangan industri prioritas. Untuk tahun 2020-2035, salah satu program pengembangan yang direncanakan Pemerintah bersama BUMN dan swasta adalah meningkatkan penguasaan alih teknologi terkini untuk jenis sediaan farmasi dan bahan baku obat.
Image of page 47
Image of page 48

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 81 pages?

  • Fall '17

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture