Bila obat berfungsi untuk mengobati suatu penyakit

This preview shows page 268 - 270 out of 306 pages.

maupun minuman, tanpa ada dosis penggunaannya. Bila obat berfungsi untuk mengobati suatu penyakit, maka makanan fungsional lebih berfungsi pada pencegahan, penurunan, dan/atau perlambatan terhadap suatu penyakit. Jadi, pada makanan fungsional tidak boleh disebutkan untuk mengobati. Industri makanan di Indonesia, semakin hari semakin banyak yang melirik industri makanan fungsional, baik untuk dijadikan makanan maupun minuman. Hal ini tentu terkait dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Di bawah ini beberapa contoh makanan fungsional, baik makanan maupun minuman, selengkapnya pada Tabel 1. Tabel 1. Contoh makanan fungsional Makanan Fungsional Makanan Minuman Bekatul Yoghurt Beras Analog Bandrek Tauco Sekoteng Tempe Lidah Buaya Pala Minuman Cincau Indonesia memiliki keragaman hayati yang sebagian diolah secara tradisional menjadi jamu atau obat-obatan tradisional, dan saat ini sebagian mulai dikembangkan menjadi makanan fungsional. Peranan dari makanan fungsional bagi tubuh semata-mata bertumpu kepada komponen gizi dan non gizi yang terkandung didalamnya. Komponen- komponen tersebut umumnya berupa komponen aktif yang keberadaannya dalam makanan bisa terjadi secara alami, akibat penambahan dari luar, atau karena proses pengolahan (akibat reaksi-reaksi kimia tertentu atau aktivitas mikroorganisme). Makanan fungsional tidak sama dengan food supplement atau obat. Makanan fungsional dapat dikonsumsi tanpa dosis tertentu, dapat dinikmati sebagaimana makanan pada umumnya, serta lezat dan bergizi.
Image of page 268
262 Kelas XII SMA/SMK/MA/MAK Dengan semakin berkembangnya industri makanan fungsional, maka setiap negara membuat aturan yang semakin ketat terhadap perizinan dan pengawasannya. Jepang merupakan negara yang paling tegas dalam memberi batasan mengenai makanan fungsional, paling maju dalam perkembangan industrinya. Para ilmuwan Jepang menekankan pada tiga fungsi dasar makanan fungsional, yaitu : (i) Sensory (warna dan penampilannya yang menarik dan cita rasanya yang enak), (ii) Nutritional (bernilai gizi tinggi), dan (iii) Physiological (memberikan pengaruh fisiologis yang menguntungkan bagi tubuh). Beberapa fungsi fisiologis yang diharapkan didapatkan dari makanan fungsional, antara lain adalah : (i) Pencegahan dari timbulnya penyakit, (ii) Meningkatnya daya tahan tubuh, (iii) Regulasi kondisi ritme fisik tubuh, (iv) Memperlambat proses penuaan, dan (v) Menyehatkan kembali ( recovery ). Fungsi makanan yang utama bagi manusia adalah untuk memenuhi kebutuhan zat-zat gizi tubuh, sesuai dengan jenis kelamin, usia, aktivitas fisik, dan bobot tubuh. Fungsi makanan yang demikian dikenal dengan istilah fungsi primer ( primary function ). Selain memiliki fungsi primer, bahan makanan sebaiknya juga memenuhi fungsi sekunder ( secondary function ), yaitu memiliki penampakan dan cita rasa yang baik. Sebab, bagaimanapun tingginya kandungan gizi suatu bahan makanan, akan ditolak oleh konsumen bila penampakan dan cita rasanya tidak menarik dan memenuhi selera konsumennya. Itulah sebabnya kemasan dan cita rasa menjadi faktor penting dalam menentukan apakah suatu bahan makanan akan diterima atau tidak oleh masyarakat konsumen.
Image of page 269
Image of page 270

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 306 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

Stuck? We have tutors online 24/7 who can help you get unstuck.
A+ icon
Ask Expert Tutors You can ask You can ask You can ask (will expire )
Answers in as fast as 15 minutes