12 Mengestimasi Biaya Proyek Mengistemasi waktu dan uang yang dibutuhkan untuk

12 mengestimasi biaya proyek mengistemasi waktu dan

This preview shows page 18 - 22 out of 28 pages.

12. Mengestimasi Biaya Proyek Mengistemasi waktu dan uang yang dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah sistem telah lama menjadi satu tugas yang menantang. Akan tetapi, lambat laun telah diciptakan banyak metode yang dapat digunakan untuk mengestimasi biaya dan jadwal proyek. 12.1. Input Pengestimasian Biaya Sebuah work breakdown structure (WBS) mengidentifikasikan aktivitas - aktivitas proyek yang akan membutuhkan sumber daya. Contoh WBS adalah grafik Gantt dan diagram jaringan.Kebutuhan sumber daya (resource requirement) mencantumkan sumber daya tertentu yang akan dibutuhkan dan berapa jumlahnya. 12.2. Alat-Alat Estimasi Biaya Estimasi analogis (analogous estimating) menggunakan biaya aktual proyek-proyek serupa yang telah dilakukan dimasa lalu senagai dasar untuk memproyeksikan biaya dari proyek yang sedang dipertimbangkan. Teknik ini digunakan ketika hanya terdapat sedikit informasi lain yang tersedia. Teknik ini lebih murah dari pada teknik-teknik yang lain, tetapi pada umumnya kurang akurat.
Image of page 18
16 12.3. Output Pengestimasian Biaya Estimasi biaya dibuat untuk seluruh sumber daya yang dibebankan ke proyek dan biasanya dinyatakan dalam unit - unit keuangan yang berlaku, seperti Dolar atau Euro. Estimasi seperti ini dapat disempurnakan kembali selama proyek berlangsung untuk mencerminkan tambahan informasi seiring dengan semakin jelasnya proyek tersebut. B. ALAT BANTU PENGEMBANGAN SISTEM Pada dasarnya, alat bantu perancangan sistem informasi terbagi atas 3 bagian yaitu : 1. Alat bantu perancangan sistem 2. Alat bantu perancangan logika program 3. Alat bantu perancangan database Berikut penjabaran dari alat bantu perancangan sistem informasi. 1. Alat Bantu Perancangan Sistem Alat bantu perancangan sistem terbagi atas 3 bagian, yaitu : ASI (Aliran Sistem Informasi) Context Diagram DFD (Data Flow Diagram) 1.1. Aliran Sistem Informasi (ASI) Aliran sistem informasi sangat berguna untuk mengetahui permasalahan yang adda pada suatu sistem. Dari sini dapat diketahui apakah system informasi tersebut masih layak dipakai atau tidak, masih manual atau komputerisasi. Jika sistem informasinya tidak layak lagi maka perlu adanya perubahan dalam pengolahan datanya sehingga menghasilkan informasi yang cepat dan akurat serta keputusan yang lebih baik.
Image of page 19
17 Berikut simbol-simbol dari Aliran Sistem Informasi (ASI) : 1.2. Context Diagram Context Diagram adalah gambaran umum tentang suatu sistem yang terdapat didalam suatu organisasi yang memperlihatkan batasan (boundary) sistem, adanya interaksi antara eksternal entity dengan suatu sistem dan informasi secara umum mengalir diantara entity dan sistem. Context Diagram merupakan alat bantu yang digunakan dalam menganalisa sistem yang akan dikembangkan. Simbol-simbol yang digunakan di dalam Context Diagram hampir sama dengan simbol-simbol yang ada pada DFD, hanya saja pada Context Diagram tidak terdapat simbol file. Berikut simbol-simbol Context Diagram:
Image of page 20
18 1.3. Data Flow Diagram (DFD) DFD merupakan ganbaran sistem secara logika yang tidak tergantung pada perangkat keras, lunak, struktur data dan organisasi file. Keuntungan dari DFD adalah untuk memudahkan pemakai yang kurang menguasai bidang komputer untuk mengerti system yang akan dikerjakan atau dikembangkan.
Image of page 21
Image of page 22

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 28 pages?

  • Summer '18
  • Agus Setiawan

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture