47 permasalahan ruang terbuka hijau di kotamadya

This preview shows page 15 - 18 out of 26 pages.

4.7. Permasalahan Ruang Terbuka Hijau di Kotamadya Bandung Page | 13 1-Teknik Perawatan dan Perbaikan Gedung
Gambar Gedung Sate yang menjadi maskot Kota Kembang sekaligus Ruang terbuka hijau Saat ini Kota Bandung baru memiliki sekitar 1700 hektare RTH. Sedangkan idealnya RTH untuk kota yang memiliki luas 16.729,65 hektare ini adalah sekitar 6000 hektare. data Badan Pengendalian Lingkungan Hidup 2007, ruang terbuka hijau di Kota Bandung kini tersisa 8,76 persen. Padahal idealnya sebuah kota harus memiliki ruang terbuka hijau seluas 30 persen dari total luas kota, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Jika Kota Bandung tanpa RTH, sinar matahari yang menyinari itu 90% akan menempel di aspal, genting rumah, dan bangunan lainnya yang ada. sementara sisanya yang 10% akan kembali ke angkasa. Hal itu memicu udara Kota Bandung menjadi panas. Namun, jika bandung memiliki RTH sesuai dengan angka ideal, maka sinar matahari itu 80% diserap oleh pepohonan untuk fotosintesis, 10% kembali ke angkasa, dan 10% nya lagi yang menempel di bangunan, aspal dan lainnya Menurut data Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Bandung 2006, akibat berkurangnya persentase ruang terbuka hijau di Bandung, setiap tahun permukaan tanah di Kota Kembang ini menyusut sekitar 42 sentimeter. Di Babakan Siliwangi sendiri permukaan air tanah berada pada kedudukan 14,35 meter dari sebelumnya 22,99 meter. Singkatnya, kondisi hutan Kota Bandung benar-benar kritis, jauh dari angka ideal yang dibutuhkan warga kota yang telah mencapai lebih dari 2,3 juta jiwa. Istilah lainnya, wilayah RTH di Kota Bandung ini masih sedikit. 4.7.1 Permasalahan Ruang Terbuka Hijau di Kotamadya Bandung (Studi Kasus di Babakan Siliwangi ) Page | 14 1-Teknik Perawatan dan Perbaikan Gedung
Babakan Siliwangi terletak di Kecamatan Coblong kota Bandung. Hutan berbentuk tapal kuda yang saat ini dikenal sebagai Babakan Siliwangi dulunya dikenal dengan hutan Lebak Gede. Lokasinya berbatasan dengan Jalan Siliwangi dan Jalan Taman Sari. Yang didalam kawasan ini berdiri Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), Sarana Olahraga (Sorga), dan lahan terbuka yang masih ditumbuhi pepohonan rindang. Kawasan di Babakan Siliwangi merupakan salah satu dari kawasan lindung ruang terbuka hijau(RTH) di Kota Bandung yang memiliki kurang lebih 3,8 hektar. Gambar Babakan Siliwangi di tahun 2009 Gambar Babakan Siliwangi tahun 2006( Foto Satelit) Babakan Siliwangi, Hutan Kota pertama di Dunia yang diresmikan oleh PBB dalam TUNZA pada September 2011 pun belum bisa dimaksimalkan potensinya. Hutan mungil yang awalnya mempunyai luas 14 hektar dan hanya menyisakan 3 hektar atau sekitar 0.05% dari kebutuhan ideal RTH kota Bandung ini terletak di tengah-tengah hiruk pikuk kegiatan masyarakat Bandung. Selain memiliki potensi dari segi hutan dan lingkungan hijau di tengah perkotaan, tempat ini juga memiliki komunitas sanggar seni dan para penggiat budaya yang hidup dan berkegiatan seni budaya seperti melukis dan membuat patung sehari-harinya di halaman depan hutan kota ini. Namun sayang, potensi ini sama sekali tidak disadari masyarakat dan pemerintah sekitar. Babakan Siliwangi atau Baksil ini malah kerap kali menjadi tempat

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture