Beban beban yang timbul setelah aset tetap digunakan seperti beban perbaikan

Beban beban yang timbul setelah aset tetap digunakan

This preview shows page 143 - 145 out of 177 pages.

Beban-beban yang timbul setelah aset tetap digunakan, seperti beban perbaikan dan pemeliharaan, dibebankan ke Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain pada saat terjadinya. Apabila biaya tersebut menimbulkan peningkatan manfaat ekonomis di masa datang dari penggunaan aset tetap tersebut yang dapat melebihi kinerja normalnya, maka beban-beban tersebut dikapitalisasi sebagai tambahan biaya perolehan aset tetap. Perusahaan yang melakukan transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, diatur sesuai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.7 "Pengungkapan pihak-pihak yang mempunyai Hubungan Istimewa". Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan perusahaan jika orang tersebut: i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas perusahaan; ii) memiliki pengaruh signifikan atas perusahaan; atau iii) personil manajemen kunci Biaya perolehan awal aset tetap meliputi harga perolehan, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan sesuai dengan tujuan penggunaan yang ditetapkan. Perusahaan memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.7 "Pengungkapan atas Pihak-pihak Berelasi" yang dimaksud dengan berelasi adalah sebagai berikut: Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a); atau Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, tetapi tidak termasuk biaya perawatan sehari-hari, setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah tidak disusutkan dan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dikurangi diakumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. 12
Image of page 143
PT ASURANSI JIWA SYARIAH JASA MITRA ABADI, Tbk. (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) PER 31 DESEMBER 2018 DAN 2017 CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN DAN UNTUK TAHUN -TAHUN YANG BERAKHIR PADA 31 DESEMBER 2018 DAN 2017 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (LANJUTAN) g. Aset Tetap (Lanjutan) Jenis Aset Tetap Masa Manfaat Persentase Bangunan 20 5% Kendaraan Bermotor 4-8 12,% - 25% Komputer 4 25% Inventaris Kantor 4 25% h. Pengakuan Beban i. Hasil Investasi j. Imbalan Kerja Jumlah yang diakui sebagai liabilitas imbalan pasti di Laporan Posisi Keuangan merupakan nilai kini kewajiban imbalan pasti disesuaikan dengan biaya jasa lalu yang belum diakui. Perusahaan diwajibkan untuk memberikan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003. Kekurangan imbalan yang diberikan program pensiun dibandingkan dengan manfaat berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan dicatat sebagai imbalan pasti pasca kerja tanpa pendanaan. Nilai residu, masa manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan penyesuaian apabila hasil berbeda dengan estimasi sebelumnya.
Image of page 144
Image of page 145

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 177 pages?

  • Spring '16
  • Siti Resmi

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture