Auditor tentang laporan keuangan konsolidasian laporan keuangan yang diserahkan

Auditor tentang laporan keuangan konsolidasian

This preview shows page 5 - 7 out of 18 pages.

Auditor tentang laporan keuangan konsolidasian, laporan keuangan yang diserahkan ke Bapepam, laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan klien terhadap kontrak perjanjian). Dalam perencanaan auditnya, auditor harus mempertimbangkan sifat, lingkup, dan pada saat pekerjaan harus dilaksanakan yaitu membuat suatu program audit secara tertulis (satu set program audit tertulis) untuk setiap audit. Program audit harus menggariskan dengan rinci prosedur audit yang menurut keyakinan auditor diperlukan untuk mencapai tujuan audit. Bentuk program audit dan tingkat kerinciannya sangat bervariasi sesuai dengan keadaan. Selama berlangsungnya audit, perubahan kondisi dapat menyebabkan terjadinya perubahan prosedur audit yang telah direncanakan tersebut. Auditor harus mempertimbangkan apakah suatu keahlian khusus diperlukan, seperti dalam mempertimbangkan dampak pengolahan komputer terhadap auditnya, untuk memahami pengendalian intern, kebijakan dan prosedur, atau untuk merancang dan melaksakan prosedur audit. Jika keahlian khusus diperlukan, auditor harus mencari asisten atau tenaga ahli yang memiliki keahlian tersebut, yang mungkin berasal dari staf kantor akuntannya atau ahli dari luar. Jika penggunaan jasa tenaga ahli tersebut
Image of page 5
direncanakan, auditor harus memiliki pengetahuan memadai yang bersangkutan dengan computer untuk mengkomunikasikan tujuan pekerjaan ahli lain tersebut; untuk mengevaluasi apakah hasil prosedur yang telah ditentukan tersebut mencapai tujuan auditor; dan untuk mengevaluasi hasil prosedur audit yang diterapkan berkaitan dengan sifat, saat, dan lingkup prosedur audit lain yang direncanakan. 2.1.2 Menerima Klien dan Melakukan Perencanaan Audit Awal A. Perencanaan Audit Awal Ada empat hal yang keseluruhannya harus dilakukan lebih dulu dalam audit: 1. Auditor memutuskan apakah akan menerima klien baru atau terus melayani klien yang ada sekarang. Penentuan ini biasanya dilakukan oleh auditor yang berpengalaman yang berwenang mengambil keputusan penting. Auditor ingin membuat keputusan ini lebih awal, sebelum mengeluarkan biaya yang cukup besar yang tidak bisa ditutup kembali. 2. Auditor mengindentifikasi mengapa klien menginginkan atau membutuhkan audit. Informasi ini akan mempengaruhi bagian dari proses perencanaan selanjutnya. 3. Untuk menghindari kesalahpahaman, auditor harus memahami syarat- syarat penugasan yang ditetapkan klien. 4. Auditor mengembangkan strategi audit secara keseluruhan, termasuk staff penugasan dan setiap spesialis audit yang diperlukan. Walaupun memperoleh dan mempertahankan klien bukanlah hal yang mudah dalam profesi yang kompetitif seperti akuntan publik, kantor akuntan publik (KAP), harus berhati-hati dalam memutuskan klien mana yang dapat diterima. Tanggung jawab hukum dan profesional KAP adalah sedemikian rupa, sehingga klien yang kurang memiliki integritas atau selalu memperdebatkan tentang pelaksanaan audit dan fee yang tepat dapat menimbulkan lebih banyak masalah ketimbang manfaat yang diterima.
Image of page 6
Image of page 7

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 18 pages?

  • Fall '19

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture