Konflik peran adalah hasil ketika individu menerima dua atau lebih peran yang

Konflik peran adalah hasil ketika individu menerima

This preview shows page 47 - 50 out of 184 pages.

Konflik peran adalah hasil ketika individu menerima dua atau lebih peran yang menyebabkan konflik satu dengan yang lain. Dalam hal ini individu tersebut merasa tidak mampu dengan tekanan yang ada dan menjadi demokratik pada saat yang sama (Altman, Valenzi, Hodgetts, 1985). Tidak jauh berbeda, Kahn (1964, Cooper, Dewe, 2004) juga mendefinisikan konflik peran sebagai “ simultaneous occurence of two (or more) sets of pressures such that compliance with one would make more difficult compliance with the other ”. Atau dapat diartikan yaitu terjadinya simultan dari dua (atau lebih) kumpulan tekanan seperti keharusan patuh dengan yang satu dimana akan menimbulkan kepatuhan yang lebih sulit dengan yang lain. Maka konflik peran dapat disimpulkan sebagai suatu kesulitan yang dialami individu dalam memenuhi peran dan tuntutan dari peran tersebut dalam
Image of page 47
31 waktu yang bersamaan serta adanya pertentangan antara individu dengan perannya. Myers (1988, dalam Marfizal, 2006) membagi konflik peran menjadi 3 yaitu : 1. Konflik antara individu dengan peran. Pertentangan antara kepribadian atau sikap individu dengan harapan atau tuntutan dari perannya, misalnya : seorang polisi harus menangkap seorang pencuri yang ternyata adalah keponakannya. Polisi akan mengalami konflik peran antara membantu keponakannya atau menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum. 2. Intrarole conflict Ketegangan yang ditimbulkan oleh tuntutan atau harapan yang bertentangan mengenai bagaimana suatu peran harus dilakukan. Salah satu contohnya adalah seorang kakak dituntut untuk selalu membantu adiknya oleh ibunya, sedangkan ayahnya melarang ia membantu adiknya supaya adiknya menjadi mandiri. Hal ini akan menimbulkan konflik peran karena ada harapan yang bertentangan. 3. Interrole conflict Ketegangan atau konflik yang terjadi karena tuntutan dari dua peran yang berbeda yang harus dilakukan secara bersamaan, misalnya : konflik yang dialami
Image of page 48
32 ibu yang bekerja, pada saat yang sama ia harus berperan sebagai pekerja dan sebagai ibu rumah tangga. Selanjutnya Duxbury dan Higgins (1991, dalam Marfizal, 2006) mengatakan bahwa akibat dari berbagai peran yang dimiliki ( multiple roles) individu akan menghasilkan ketegangan fisik dan psikologis dalam dua cara yaitu: a. Beban peran yang berlebih ( role overload ), yang menimbulkan kesulitan untuk menentukan prioritas peran mana yang akan didahulukan. b. Tuntutan terhadap kedua peran akan menimbulkan kesulitan untuk memenuhi harapan dari masing-masing peran tersebut. Konflik antara keluarga dan pekerjaan dapat disebabkan oleh dua aspek utama dari lingkungan pekerjaan atau keluarga yaitu : a. Faktor yang berhubungan dengan waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan peran pekerjaan dan keluarga. b. Keadaan psikologis yang disebabkan oleh tekanan dari satu peran ke peran yang lain. (Greenhaus dan Beutell, 1985; Piotrkowski, Voydanoff, dalam Marfizal 2006).
Image of page 49
Image of page 50

You've reached the end of your free preview.

Want to read all 184 pages?

  • Winter '20
  • MS.
  • The Land

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture

  • Left Quote Icon

    Student Picture